Liputan6.com, Jakarta Pantun nasehat 4 baris terbaik bukan sekadar materi pelajaran di sekolah. Empat larik sederhana ini mampu menyampaikan pesan kehidupan, teguran, dan nasihat dengan cara yang halus sehingga mudah dipahami dan diingat.
Keindahan pantun terletak pada susunan dua sampiran dan dua isi yang berpadu dengan rima menarik. Bentuknya yang singkat membuat pesan moral terasa ringan tanpa terkesan menggurui.
Kumpulan pantun nasehat 4 baris dapat mengangkat beragam tema, mulai dari kehidupan, pendidikan, dan agama hingga media sosial serta kesehatan mental. Setiap pantun menyajikan pesan bermakna yang tetap relevan untuk berbagai kalangan.
Advertisement
Pantun Warisan Dunia yang Diakui UNESCO
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4851276/original/038429700_1717399497-Ilustrasi_menulis__puisi__pantun.jpg)
Sebelum menyelami contohnya, ada satu fakta yang jarang disebut artikel pantun kebanyakan. Sebagaimana dicatat UNESCO, pantun pertama kali masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2020. Dalam keputusan terbaru, UNESCO juga memperluas pencatatan tersebut dengan memasukkan Brunei Darussalam sebagai negara pengusul bersama Indonesia dan Malaysia.
Berdasarkan catatan Sekretariat Kabinet RI, pantun merupakan tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui UNESCO, dan dianggap penting bagi masyarakat Melayu karena tidak hanya berfungsi sebagai komunikasi sosial, tetapi juga memuat nilai budaya dan agama yang menjadi pedoman moral. Artinya, saat kamu membaca pantun nasehat 4 baris, kamu sedang menyentuh warisan yang usianya berabad-abad.
Sejumlah kajian menyebut kata "pantun" berasal dari istilah Minangkabau patuntun atau penuntun yang berarti pemandu. Tradisi sastra lisan ini diperkirakan telah menyebar melalui jalur perdagangan di Asia Tenggara selama berabad-abad, dengan catatan tertua berasal dari masa Kesultanan Malaka pada abad ke-15. Untuk memperkaya pemahaman, kamu bisa menelusuri berbagai jenis pantun dalam sastra Indonesia yang berkembang hingga kini.
Advertisement
Mengenal Ciri dan Struktur Pantun Nasehat 4 Baris
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4438813/original/084810900_1684902676-medium-shot-smiley-woman-with-book-chair.jpg)
Pantun nasehat adalah pantun yang berisi petuah, imbauan, atau larangan yang bertujuan membentuk pribadi lebih baik. Isinya sering memuat kata seperti "jangan", "jauhi", "sebaiknya", atau "seharusnya". Meski terasa berat, pesan itu jadi ringan berkat rima dan irama.
Sampiran dan Isi, Dua Nyawa Pantun
Baris pertama dan kedua disebut sampiran yang berfungsi sebagai pengantar, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi yang memuat pesan nasehat. Sampiran biasanya diambil dari alam atau kegiatan sehari-hari dan tidak selalu berhubungan langsung dengan isi, tetapi merangkai rima yang sama. Setiap baris idealnya terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
Beda Rima a-b-a-b dan a-a-a-a
Pantun nasehat umumnya memakai pola rima a-b-a-b, kadang juga a-a-a-a. Perbedaannya sederhana:
| Pola Rima | Ciri | Contoh Bunyi Akhir |
|---|---|---|
| a-b-a-b | Baris 1 serima dengan baris 3, baris 2 serima dengan baris 4 | gunung - pandan - termenung - harapan |
| a-a-a-a | Keempat baris berbunyi akhir sama | petang - karang - bimbang - hilang |
Pantun Nasehat 4 Baris tentang Kehidupan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3263100/original/048436900_1602238087-pexels-photo-796603.jpeg)
Kategori ini berisi kearifan umum menghadapi pahit manis hidup, dari kesabaran, syukur, hingga rendah hati. Sangat cocok dijadikan pengingat harian atau bahan renungan seperti kumpulan pantun nasehat untuk kehidupan yang inspiratif.
(1) Pagi berkabut di kaki gunung
Embun menetes di daun pandan
Hidup ini jangan termenung
Bangkit melangkah songsong harapan
Makna: jangan larut dalam kesedihan; bangkitlah menyongsong masa depan.
(2) Ke ladang luas menanam jagung
Pulang petang membawa sabit
Jangan sombong saat beruntung
Roda kehidupan kadang sulit
(3) Air mengalir dari mata air
Membasuh batu di tepi taman
Sucikan hati dengan berzikir
Agar tenang menghadapi cobaan
(4) Nelayan melaut membawa jala
Ikan terjaring di waktu subuh
Susah dan senang datang berganti pula
Tetaplah tegar jangan mengeluh
(5) Padi menguning di sawah membentang
Ditiup angin bergoyang perlahan
Makin berisi makin merunduk tenang
Begitu ilmu jauhkan kesombongan
Makna: seperti padi, makin berilmu seseorang seharusnya makin rendah hati.
(6) Ke hutan rimba menebang kayu
Kayu dipikul ke tepi kali
Waktu berlalu tak dapat dirayu
Isilah hari dengan yang berarti
(7) Kupu-kupu hinggap di melati
Terbang riang di taman bunga
Jagalah lisan jagalah hati
Karena luka kata sukar sirna
(8) Hujan rintik membasahi atap
Air tertampung dalam tempayan
Hidup sederhana hati tetap mantap
Syukur membawa rasa berkecukupan
(9) Menanam bunga di pekarangan
Disiram embun setiap pagi
Kasih orang tua tak terbalaskan
Berbaktilah selagi mentari berseri
Makna: kasih orang tua tak ternilai; berbaktilah selagi mereka masih ada.
(10) Ke pasar pagi membeli terasi
Singgah sebentar di tepi pantai
Berbagi rezeki jangan ditunda lagi
Tangan memberi hati berdamai
Bila ingin bait yang lebih tegas membangkitkan semangat, gaya di atas mirip dengan koleksi pantun motivasi bijak untuk caption, sedangkan yang sarat perumpamaan halus dekat dengan pantun kiasan cinta dan nasihat hidup.
Advertisement
Pantun Nasehat 4 Baris tentang Menuntut Ilmu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4545412/original/082939400_1692598343-ink-pen-opened-old-notebook.jpg)
Tema pendidikan adalah roh pantun nasehat. Deretan bait berikut menekankan pentingnya membaca, ketekunan, dan belajar sepanjang hayat, selaras dengan semangat pantun nasehat belajar yang menginspirasi.
(11) Ke toko buku membeli tinta
Pulang menulis di bawah lampu
Tuntutlah ilmu dengan cinta
Menjadi bekal sepanjang waktu
(12) Burung pipit di atas genting
Mematuk padi milik petani
Rajin membaca sungguh penting
Membuka jendela dunia ini
(13) Anak rusa berlari ke hutan
Dikejar musuh hingga penat
Menuntut ilmu perlu ketekunan
Buahnya manis dipetik saat tepat
(14) Memetik kelapa di tepi pantai
Airnya manis pelepas dahaga
Belajarlah rajin agar pandai
Ilmu menerangi hidup juga
(15) Menabur benih di tanah subur
Tumbuh menghijau ditimpa hujan
Ilmu dicari sepanjang umur
Jadi penerang dalam kehidupan
Makna: belajar tidak mengenal usia; teruslah menuntut ilmu sepanjang hayat.
(16) Kunang-kunang terbang di malam
Cahaya kecil tetap berpijar
Ilmu setitik jangan dipendam
Bagikan agar makin menyebar
(17) Buku tertata di atas meja
Ditemani secangkir teh hangat
Membaca rajin di usia belia
Menyimpan ilmu jadi penguat
(18) Layang terbang tinggi mengangkasa
Ditiup angin di sore hari
Gantungkan cita setinggi asa
Iringi usaha jangan berhenti
(19) Ikan berenang di kolam bening
Berkejaran riang tak jemu
Belajar itu proses yang penting
Sedikit demi sedikit jadi ilmu
Tema serupa banyak dipakai di momen sekolah, seperti pantun pendidikan bernilai moral, ungkapan terima kasih lewat pantun Hari Guru yang menyentuh hati, penyemangat di pantun Hardiknas 2026, sampai pantun perpisahan sekolah.
Pantun Nasehat 4 Baris Bertema Agama dan Akhlak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3263098/original/047505800_1602238086-pexels-fotografierende-1925536.jpg)
Pantun kerap menjadi media dakwah yang lembut. Bait bertema keimanan, ibadah, dan akhlak ini mirip dengan koleksi pantun Islami penuh makna dan nasihat serta pantun agama Islam penuh nilai kebaikan.
(20) Fajar menyingsing di ufuk timur
Ayam berkokok memanggil pagi
Dirikan salat sepanjang umur
Jadi penuntun sepanjang hari
(21) Bulan Ramadan penuh berkah
Berpuasa sabar menahan lapar
Perbanyak sedekah jangan menyerah
Pahala mengalir bagai air lancar
(22) Bunga melati harum mewangi
Ditanam ibu di depan rumah
Jagalah salat jagalah mengaji
Bekal terbaik menuju jannah
(23) Air zamzam sejuk rasanya
Diteguk jamaah usai berthawaf
Beramal ikhlas hanya karena-Nya
Jauhkan riya juga sifat khilaf
Makna: niatkan setiap amal karena Allah, bukan demi pujian manusia.
(24) Kurma ranum di tangkai pohon
Dipetik pagi berselaput embun
Kepada Allah kita bermohon
Ampunan mengalir bagai hujan turun
(25) Selepas asar berangkat mengaji
Membawa mushaf dan juga sajadah
Tanam kejujuran sejak dini
Sebab dusta mengundang musibah
(26) Anak elang belajar terbang
Melayang tinggi menembus awan
Sayangi sesama tebar kasih sayang
Karena kasih perintah Tuhan
(27) Menuai padi di sawah luas
Hasil melimpah musim ini
Terima takdir dengan hati ikhlas
Sebab rida-Nya di atas segala mimpi
(28) Kabut tebal menutup pandang
Pelita menyala menembus gelap
Iman menuntun saat terbimbang
Hati pun tenang jiwa mantap
Nuansa religius seperti ini juga sering dipakai sebagai pemanis pembukaan pidato Islami yang mudah dihafal agar audiens lebih fokus sebelum masuk ke inti materi.
Advertisement
Pantun Nasehat 4 Baris untuk Anak Sekolah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426743/original/040612700_1618227899-cropped-image-businessman-sitting-by-table-cafe-with-laptop-computer-writing-something_171337-5587.jpg)
Bahasa yang ringan membuat pantun ideal untuk menanamkan disiplin, kejujuran, dan hormat pada guru kepada anak. Semua bait di bawah memakai rima a-b-a-b agar mudah dihafal siswa.
(29) Pagi cerah berangkat sekolah
Sepatu rapi tas di bahu
Hormati guru jangan membantah
Ilmu berkah menambah tahu
(30) Bel berbunyi tanda masuk
Murid berbaris rapi teratur
Dengar penjelasan jangan mengantuk
Supaya ilmu meresap dan subur
(31) Membawa bekal nasi dan telur
Dimakan bersama waktu rehat
Jadilah murid rajin dan jujur
Bekal berharga dunia akhirat
(32) Krayon warna di atas kertas
Menggambar gunung juga matahari
Jangan menyontek biar tuntas
Hasil sendiri lebih berarti
Makna: kejujuran mengerjakan tugas lebih berharga daripada nilai hasil menyontek.
(33) Buku pelajaran tersusun rapi
Dimasukkan ke tas warna merah
Bangun subuh jangan terlambat lagi
Sarapan dulu agar tak lemah
(34) Berbaris upacara Senin pagi
Bendera merah putih berkibar
Cintai tanah air sepenuh hati
Belajar giat jadi anak pintar
(35) Menabung koin dalam celengan
Sedikit-sedikit lama menggunung
Hemat pangkal kaya jadi pegangan
Kelak di masa depan beruntung
(36) Bermain bola di lapangan luas
Berlari riang bersama teman
Selesai belajar barulah puas
Bermain pun jadi penuh kesenangan
(37) Pensil patah diraut lagi
Diraut tajam ujungnya runcing
Rajin bertanya bila tak mengerti
Malu bertanya sesat berkeliling
Pantun Nasehat 4 Baris Berima a-a-a-a
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3397987/original/067079000_1615359244-pexels-photo-4050300.jpeg)
Berbeda dari mayoritas, kelompok ini memakai pola rima a-a-a-a, keempat barisnya berbunyi akhir sama. Pola ini terasa lebih tegas dan ritmis saat dibacakan.
(38) Burung camar terbang petang
Hinggap sejenak di batu karang
Jangan biarkan hati bimbang
Rezeki Tuhan tak akan hilang
(39) Ke pasar pagi membeli pepaya
Pulang menenteng buah kelapa
Jadilah insan yang bijaksana
Rendah hati di mana saja berada
(40) Embun menetes di pucuk padi
Jatuh perlahan menjelang pagi
Jaga amanah tanam di hati
Sebab dipercaya itu harga diri
(41) Nelayan pulang membawa ikan
Ikan segar hasil tangkapan
Syukuri selalu setiap pemberian
Berbagi pula pada kekurangan
(42) Matahari terbit di ufuk barat
Cahaya hangat menyapa erat
Menuntut ilmu janganlah berat
Bekal berharga dunia akhirat
(43) Pohon bambu tumbuh berumpun
Daunnya basah tertimpa embun
Jalani hidup dengan santun
Agar sesama tetap rukun
Makna: sikap santun adalah kunci kerukunan hidup bermasyarakat.
(44) Burung indah bernama cendrawasih
Bulunya halus warnanya bersih
Sayangi sesama dengan kasih
Hidup rukun jauh dari sedih
(45) Sore hari menyeduh teh susu
Ditemani gorengan dan tahu
Rajin membaca jangan jemu
Membuka luas cakrawala ilmu
(46) Matahari bersinar di pagi hari
Burung berkicau riang menari
Bangun lebih awal segarkan diri
Rezeki dijemput bukan dinanti
Advertisement
Pantun Nasehat 4 Baris Bertema Kekinian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4859860/original/018439200_1718088982-Ilustrasi_menulis_jurnal__diary.jpg)
Inilah bagian yang jarang kamu temukan di kumpulan pantun lain. Nasihat klasik dikemas dalam konteks hari ini, mulai dari layar ponsel, kesehatan mental, sampai literasi finansial. Sampirannya tetap segar, isinya relate dengan hidup Gen Z.
Bijak Bermedia Sosial
(47) Scroll ponsel hingga larut malam
Mata lelah pikiran penat
Bijak bermedia jangan tenggelam
Dunia nyata jauh lebih dekat
Makna: gunakan media sosial secukupnya, jangan sampai melupakan kehidupan nyata.
(48) Jari mengetik pesan berantai
Terkirim cepat ke banyak grup
Saring dahulu sebelum sampai
Hoaks menyebar merusak hidup
Makna: saring sebelum sharing; jangan menjadi penyebar berita bohong.
(49) Menekan tombol di layar sentuh
Pesan terkirim dalam sedetik
Santun berkata jangan angkuh
Jejak digital sulit dihapus balik
Makna: berkomentarlah dengan sopan karena rekam jejak digital sukar dihapus.
(50) Layar menyala di ruang tamu
Semua menunduk saling terdiam
Letakkan ponsel tataplah ibu
Kehangatan keluarga lebih dalam
Makna: gawai jangan sampai merenggangkan kehangatan dalam keluarga.
Kesehatan Mental dan Menghargai Diri
(51) Awan mendung menutup senja
Hujan turun rintik perlahan
Jangan simpan lelah sendirian saja
Bercerita pun sebuah kekuatan
Makna: tak apa berbagi beban; bercerita adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.
(52) Aneka bunga beda warnanya
Ada yang mekar lebih dahulu
Berhentilah iri pada sesama
Sebab tiap insan ada waktu
Makna: berhenti membandingkan hidup dengan orang lain; setiap orang punya waktunya sendiri.
(53) Cermin tergantung di dinding kamar
Memantul wajah penuh cerita
Sayangi diri jangan kau umbar
Cukupkan syukur atas yang ada
Makna: cintai dan hargai dirimu sendiri, syukuri apa yang kini dimiliki.
(54) Kasur empuk berseprai bunga
Rebahan nyaman di kala siang
Istirahat cukup jangan berlebih juga
Bangun berkarya songsong petang
Makna: istirahat itu penting, tetapi jangan sampai terjebak bermalas-malasan.
Finansial dan Produktivitas
(55) Diskon besar di layar kaca
Jari menekan tombol beli
Jangan boros ikut tren semata
Tabung dahulu untuk hari nanti
Makna: bijak mengelola uang, jangan konsumtif hanya karena mengikuti tren.
(56) Kopi diseduh mengepul asap
Wanginya menyebar menggoda
Kerjakan tugas hingga lengkap
Menunda hanya menambah beban saja
Makna: kebiasaan menunda hanya membuat pekerjaan menumpuk dan hati gelisah.
(57) Notifikasi berdering nyaring
Menarik jemari untuk membalas
Fokus pada satu hal yang penting
Pekerjaan tuntas hati pun lepas
Makna: fokus mengalahkan distraksi; satu tugas selesai lebih baik daripada banyak yang terbengkalai.
(58) Naik kereta melaju kencang
Tiket dibeli lewat aplikasi
Sesibuk apa pun hidup sekarang
Sempatkan syukur setiap hari
Makna: di tengah ritme hidup yang serba cepat, sisihkan waktu untuk bersyukur.
Pantun Nasehat 4 Baris Singkat untuk Caption
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4617230/original/018298900_1697754720-front-view-man-correcting-grammar-mistakes.jpg)
Bait berikut dibuat lebih ringkas dan padat, pas untuk status WhatsApp, caption Instagram, atau story TikTok. Untuk sentuhan yang lebih ceria, kamu bisa memadukannya dengan pantun jenaka 4 baris yang menghibur atau pantun keren penuh pesan berarti.
(59) Bunga melati harum di taman
Dipetik pagi berembun
Mimpi diraih butuh perjuangan
Bukan sekadar melamun
(60) Ikan sepat di dalam kolam
Berenang lincah ke sana kemari
Jangan menyerah walau kelam
Fajar selalu ganti malam hari
(61) Kopi pahit tanpa gula
Diteguk pagi pengusir kantuk
Hidup pahit jangan berkeluh saja
Jadikan pelajaran agar tak terpuruk
(62) Layang-layang terbang tinggi
Talinya putus melayang jauh
Selama hayat masih di diri
Jangan berhenti terus bertumbuh
(63) Padi berisi makin merunduk
Ditiup angin di tepi sawah
Ilmu bertambah hati menunduk
Bukan berlagak penuh amarah
(64) Bulan bersinar di malam sepi
Bintang berkelip menghias langit
Berbuat baik tak perlu nanti
Mulai sekarang walau sedikit
(65) Ombak berkejaran di tepi pantai
Buih memutih menyentuh kaki
Sabar dan tekun pasti sampai
Pada cita yang lama dinanti
Bagi yang gemar melestarikan bahasa daerah, gaya ringkas ini juga hidup dalam pantun Sunda lucu 4 baris, bahkan bisa dijadikan sapaan hangat lewat pantun ulang tahun yang berkesan.
Advertisement
Cara Membuat Pantun Nasehat 4 Baris
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3253433/original/061012900_1601441591-pexels-kaboompics-com-6360.jpg)
Membuat pantun tidak sesulit yang dibayangkan. Kuncinya bukan memaksakan diri memikirkan sampiran lebih dulu, melainkan berangkat dari pesan yang ingin disampaikan.
Mulai dari Isi, Bukan Sampiran
Cara termudah membuat pantun justru dimulai dari belakang, yaitu menentukan lebih dulu isi atau pesan yang ingin disampaikan pada baris ketiga dan keempat. Misalnya isinya, "Rajin belajar setiap hari / Agar cita-cita cepat diraih". Setelah itu barulah dicarikan sampiran yang berima.
Jaga Jumlah Suku Kata dan Rima
Setelah isi jadi, perhatikan bunyi akhir tiap barisnya, lalu carilah kata benda, nama tempat, atau kegiatan yang berima sama untuk sampiran. Usahakan tiap baris tetap dalam kisaran 8-12 suku kata agar irama terasa mengalir. Terakhir, gabungkan sampiran dan isi dengan pola a-b-a-b atau a-a-a-a. Latihan berulang akan membuatmu makin luwes memilih diksi yang tepat.
Fakta Menarik Seputar Pantun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2780099/original/067551900_1555398615-the-journal-garden-vera-bitterer-682529-unsplash.jpg)
Sebagai penutup, berikut beberapa fakta menarik tentang pantun yang mungkin belum banyak diketahui.
- Menginspirasi puisi Barat. Pantun Melayu menginspirasi lahirnya bentuk puisi Prancis yang dikenal sebagai pantoum. Bentuk ini mulai diperkenalkan ke Eropa pada abad ke-19 dan kemudian digunakan oleh sejumlah penyair Prancis, termasuk Victor Hugo.
- Sarat makna simbolis. Dalam sejumlah pantun Melayu klasik, unsur alam seperti bunga, lebah, atau kiambang sering digunakan sebagai lambang untuk menyampaikan pesan secara halus dan puitis.
- Menyebar lintas bahasa dan budaya. Pantun tidak hanya hidup dalam berbagai dialek Melayu, tetapi juga dikenal dalam puluhan bahasa lain di kawasan Asia Tenggara maritim, menunjukkan luasnya pengaruh tradisi sastra lisan ini.
Untuk mengasah selera humor sekaligus memahami perbedaan gaya, kamu bisa menelusuri contoh pantun jenaka yang mengandung petuah, mendalami ciri-ciri pantun jenaka dan fungsinya, serta membaca ulasan mengapa pantun jenaka adalah pantun humor yang tetap sarat pesan moral.
Pertanyaan Seputar Pantun Nasehat 4 Baris Terbaik
Apa yang dimaksud dengan pantun nasehat 4 baris?
Pantun nasehat 4 baris adalah pantun yang terdiri atas empat larik dengan pola rima a-b-a-b. Dua baris pertama berfungsi sebagai sampiran, sedangkan dua baris terakhir berisi pesan atau nasihat yang mengajarkan nilai kehidupan, sopan santun, semangat belajar, hingga pentingnya berbuat baik.
Apa ciri-ciri pantun nasehat 4 baris?
Pantun nasehat 4 baris memiliki empat baris dalam setiap bait, bersajak a-b-a-b, dan umumnya terdiri atas 8–12 suku kata di setiap baris. Sampiran berfungsi sebagai pengantar, sedangkan isi menyampaikan nasihat, motivasi, atau pesan moral dengan bahasa yang ringkas, indah, dan mudah diingat.
Tema apa saja yang bisa digunakan dalam pantun nasehat 4 baris?
Pantun nasehat 4 baris dapat mengangkat berbagai tema, seperti pendidikan, persahabatan, keluarga, agama, kejujuran, kerja keras, menjaga kesehatan, lingkungan, etika bermedia sosial, hingga semangat meraih cita-cita. Ragam tema tersebut membuat pantun tetap relevan digunakan sebagai media pembelajaran maupun hiburan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4211548/original/023091400_1667360216-alvaro-serrano-hjwKMkehBco-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288986/original/034116600_1783373945-000_B9FD7NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288982/original/076824500_1783372194-000_B9FD6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4935060/original/051609500_1725332641-english-books-with-white-background-high-angle.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288195/original/027982200_1783308046-1CJ89SWHw2U9w3ZoDtzhdG2etcGYowpzJxAzB6Sa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958333/original/062497800_1782975091-z2fw1peKeJEuJD9B0LSJfbp8EHS2U1Otq5j8xhtU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288201/original/015765300_1783308053-SykVWhVDMvlCyeRPZhOs5MqU0wxb55p2TpSMeGKd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288460/original/067231700_1783321957-berbisik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288188/original/020593500_1783308037-JwZAYNNVLLuvsMFiNEIE4ENvV5t3IAKHD2BbqeHe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444715/original/086146900_1765786885-pexels-ketut-subiyanto-5037355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288199/original/083702300_1783308050-V6yk1WGmPxiHfgzUTgs2A8fAHcathyUYR7iKdY4H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958548/original/033329000_1782975175-pyNGWWX04QqyoE9cLTkR0a6ORfxfIrP608II9gHl.jpg)