Alasan Produsen Inaco Baru IPO di Semester II-2026

Sempat teradang tensi geopolitik, JELI resmi melantai di BEI dan raih dana Rp 239,4 miliar. Sekitar 70% dana IPO akan dipakai untuk genjot kapasitas produksi.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 12:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Niramas Utama Tbk (JELI) mengungkap alasan memilih melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II-2026. Keputusan produsen makanan dan minuman dengan merek INACO tersebut bukan diambil secara mendadak, melainkan merupakan hasil persiapan panjang yang telah dimulai sejak September tahun lalu.

Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, mengatakan proses menuju penawaran umum perdana saham (IPO) sempat menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurutnya, kondisi tersebut sempat memunculkan ketidakpastian terhadap pasar modal. Meski demikian, perseroan tetap mempertahankan rencana IPO karena menilai prospek bisnis perusahaan masih sangat menjanjikan dalam jangka panjang.

"Karena gini, di September kan bagus tuh. Jadi kita persiapan mulai September tahun lalu.Tiba-tiba ada geopolitik eskalasi Iran, Amerika, Israel. Februari kan, kita enggak tahu. Tapi kita masih yakin karena prospek masih bagus, jangka panjang masih oke, kita terus lanjutkan,” kata Adhi saat ditemui di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Keputusan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Adhi mengatakan momentum pencatatan saham justru berlangsung ketika kondisi pasar mulai membaik, sehingga menjadi dorongan positif bagi perseroan.

Di tengah kondisi sektor manufaktur yang masih menghadapi tekanan, Niramas tetap memilih memperbesar investasi melalui dana hasil IPO. Perseroan menilai investasi harus dipandang sebagai strategi jangka panjang, bukan sekadar merespons kondisi ekonomi sesaat.

"Kami beranggapan bahwa investasi itu jangka panjang. Jadi kita melihat jangka pendek, meskipun jangka pendek ada gangguan, tapi saya yakin industri makan minuman itu masih potensinya luar biasa. Sehingga kami tetap mau berinvestasi,” ujarnya.

IPO JELI Tawarkan 266.000.000 Saham Baru

Adapun Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 266.000.000 saham baru atau setara dengan 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 900 per saham, yang merupakan batas bawah dari kisaran harga penawaran awal sebesar Rp 900–Rp 1.120 per saham sebagaimana tercantum dalam prospektus.

Melalui penawaran umum perdana saham ini, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi. Tingginya minat investor terhadap IPO Perseroan tercermin dari kelebihan permintaan yang mencapai 273,37 kali pada porsi pooling, dengan partisipasi sebanyak 630.491 pemesan.

Capaian tersebut menjadikan IPO JELI sebagai salah satu penawaran umum perdana saham dengan tingkat partisipasi investor ritel terbesar di pasar modal Indonesia pada tahun 2026 Pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia, saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) dibuka pada harga Rp 900 per saham.

Penggunaan Dana Hasil IPO JELI

Adhi mengatakan sekitar 70% dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas produksi, produktivitas, hingga efisiensi operasional perusahaan.

Dari total alokasi tersebut, sekitar 51% akan difokuskan untuk pembangunan fasilitas dan pengembangan kategori produk baru. Sementara sekitar 18-19% lainnya dialokasikan untuk penguatan sistem logistik serta otomasi guna meningkatkan efisiensi perusahaan.

"Bahkan sekitar 70% itu untuk investasi kita untuk meningkatkan kapasitas, untuk produktivitas, efisiensi, dan sebagainya. Yang 51 persen benar-benar untuk yang baru, kategori produk baru, yang 18-19 % itu untuk memperbaiki logistik sama automation, supaya lebih efisien," pungkasnya.