BEI Proses IPO 8 Perusahaan

Delapan perusahaan sedang proses IPO. Dari delapan perusahaan itu, BEI mencatat mayoritas memiliki aset skala besar.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat delapan perusahaan akan menggelar proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Mayoritas dari perusahaan itu memiliki aset skala besar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan, hingga 26 Juni 2026 telah tercatat satu perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Dana yang dihimpun dari IPO sekitar Rp 300 miliar.

"Hingga saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, ditulis Senin, (29/6/2026).

Dari delapan perusahaan itu, berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang kini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, enam perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar). Kemudian satu perusahaan dengan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar). Lalu satu perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar).

Jika dilihat dari sektor, ada satu perusahaan dari sektor consumer siklikal, dua perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal. Kemudian empat perusahaan dari sektor perawatan kesehatan, dan satu perusahaan dari sektor infrastruktur.

Selain itu, BEI juga telah memproses 71 emisi dari 43 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). Dana yang dihimpun dari penerbitan itu mencapai Rp 76,09 triliun.

"Sampai dengan 26 Juni 2026 terdapat 48 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” kata Nyoman.

Adapun sektor penerbit EBUS antara lain lima perusahaan dari sektor basic materials, tiga perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal, lima perusahaan dari sektor energi, 12 perusahaan dari sektor keuangan.

Selanjutnya satu perusahaan dari sektor perawatan kesehatan, enam perusahaan dari sektor infrastruktur, satu perusahaan dari sektor properti dan real estate, satu perusahaan dari sektor teknologi.

BEI juga mencatat empat perusahaan yang telah menerbitkan rights issue hingga 26 Juni 2026. Total nilai rights issue itu mencapai Rp 3,89 triliun.

Nyoman menuturkan, ada satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI. Perusahaan itu bergerak di sektor properti dan real estate.

BEI: Fundamental Emiten Kuat, Ini Dapat Jadi Landasan Berinvestasi

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, kondisi fundamental perusahaan tercatat atau emiten masih solid di tengah dinamika pasar yang terjadi belakangan ini. Kinerja keuangan emiten yang terus bertumbuh dinilai menjadi dasar penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan seluruh perusahaan tercatat mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat sepanjang 2025.

"Kalau kita mencermati laporan keuangan yang telah disampaikan seluruh emiten hingga akhir 2025, perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21%,” ujar Jeffrey di Kantor Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/6/2026).

Kinerja tersebut berlanjut pada awal tahun ini. Berdasarkan data kuartal I 2026, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, proporsi perusahaan yang mencetak keuntungan juga mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dari seluruh emiten yang telah menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2026, sekitar 80% membukukan laba bersih.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 2020 ketika hanya 63% perusahaan tercatat yang mencatatkan keuntungan. Sementara pada periode 2021 hingga 2025, persentasenya berada di kisaran 73% hingga 76%.

"Ini menunjukkan bahwa fundamental perusahaan-perusahaan tercatat saat ini dalam kondisi baik. Tentu hal ini dapat menjadi landasan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi,” kata Jeffrey.

Di sisi lain, BEI mengingatkan, investor untuk tetap memperhatikan kebijakan yang masih berlaku dalam rangka menjaga stabilitas pasar. Jeffrey menyebut sejumlah relaksasi yang diterapkan sejak tahun lalu masih dipertahankan, termasuk kebijakan buyback saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) serta penundaan pelaksanaan short selling.

 

Imbauan kepada Investor

Selain itu, BEI meminta, investor lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi yang beredar di pasar, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

Jeffrey menyinggung beredarnya tangkapan layar yang mengklaim bahwa indeks penyedia global MSCI menempatkan Indonesia ke dalam kategori frontier market. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan pelaku pasar.

"Kami mengimbau investor untuk selalu melakukan cek dan cross-check terhadap informasi yang beredar sebelum mengambil keputusan investasi,” ujarnya.

Terkait status Indonesia dalam klasifikasi pasar modal global MSCI, Jeffrey menegaskan BEI tetap optimistis Indonesia akan mempertahankan posisinya sebagai emerging market.

Menurut dia, berbagai langkah dan perbaikan yang telah dilakukan regulator maupun pelaku pasar menjadi modal kuat untuk menjaga status tersebut.

"Dari berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap berada dalam kategori emerging market,” kata Jeffrey.

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering.
    IPO
  • liputan6
    Aset adalah sesuatu yang mempunyai nilai tukar.
    aset
  • perusahaan