Liputan6.com, Jakarta - Seiring situasi geopolitik global membaik dengan aktivitas meningkat di Selat Hormuz telah meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, investor masih waspada terhadap perkembangan geopolitik.
Aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz meningkat bertahap sehingga mendorong harga minyak turun mendekati level sebelum perang Iran. Harga minyak turun hingga US$ 72. Hal ini dinilai memberi sentimen positif global seiring tekanan inflasi terkait energi akan rendah.
"Namun, investor tetap berhati-hati karena risiko geopolitik belum hilang dan harga minyak naik lagi setelah laporan tentang kapal kargo minyak yang tertabrak,” demikian mengutip riset Ashmore Asset Management Indonesia, ditulis Minggu, (28/6/2026).
Advertisement
Adapun narasi di pasar sekarang bergeser dari guncangan akibat perang yang berkepanjangan menuju normalisasi. “Situasi terburuk mungkin telah berakhir karena aliran minyak melalui Selat Hormuz membaik, tetapi investor ingin melihat konfirmasi rute pengiriman, kondisi asuransi dan keamanan kembali normal,” demikian seperti dikutip riset Ashmore.
Adapun jika harga minyak dapat dipertahankan di sekitar level saat ini, sebagian besar kekhawatiran inflasi dapat mereda. Namun, sifat rapuh geopolitik dapat berarti risiko harga minyak dapat kembali dengan cepat jika lebih banyak insiden terjadi, dan sekali lagi memberikan tekanan pada aset berisiko.
"Harga minyak yang lebih rendah dalam lingkungan saat ini kondusif terhadap ekspektasi inflasi, tetapi ekspektasi terhadap keputusan the Fed mengenai suku bunga tahun ini sebagian besar tetap mengarah pada kenaikan suku bunga,” demikian seperti dikutip.
Berdasarkan CME FedWatch, sekitar 76% suku bunga akan naik pada akhir tahun. “Pasar terus mengamati indikator makro ekonomi yang dapat memengaruhi keputusan the Fed dalam pertemuan mendatang, tetapi imbal hasil obligasi AS dan dolar mungkin tetap sensitif terhadap kejutan dalam data inflasi dan ketenagakerjaan,” demikian seperti dikutip.
Catatan MSCI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
Dari domestik, pengumuman penyedia indeks global MSCI menunjukkan mengakui inisiatif seperti kerangka kerja high shareholding concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dan pengungkapan pemegang saham.
Namun, MSCI khawatir terhadap struktur kepemilikan saham yang tidak transparan dan perilaku perdagangan terkoordinasi. MSCI terus memantau implementasi reformasi pasar modal beserta hasil yang berkelanjutan.
“Indonesia masih dikategorikan sebagai emerging market dan kekhawatiran akan penurunan peringkat menjadi frontier market telah mereda. MSCI akan kembali merilis pengumuman pada November,” demikian seperti dikutip dari riset Ashmore.
Advertisement
Pantau Perkembangan Politik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
Ashmore menilai, situasi global saat ini sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan yang terpenting pada arus kargo melalui Selat Hormuz. “Sentimen global telah membaik dalam sepekan terakhir, tetapi investor masih melihat kerapuhan situasi dan akan beralih ke aset agresif jika ada bukti normalisasi yang lebih berkelanjutan,” demikian seperti dikutip.
Selain itu, pengumuman MSCI baru-baru ini tidak sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran bagi saham Indonesia. Namun, hal terburuk mungkin telah berlalu. “Kami tetap selektif pada saham dengan fundamental yang tangguh dan obligasi dengan likuiditas yang kuat, dan menekankan pentingnya menjaga diversifikasi di antara kelas aset,” demikian seperti dikutip dari laporan Ashmore.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258064/original/085561100_1781311459-AP26163743889781.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2216040/original/006512100_1526473915-20180516-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195384/original/025249000_1666079493-34_-_Wall_Street.jpeg)