Liputan6.com, Jakarta - Emiten grup salim di bidang usaha perkebunan sawit yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) akan membagikan dividen tahun buku 2025.
Pertama, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) akan membagikan dividen tunai Rp 26 per saham. Dividen itu akan dibayarkan pada 28 Juli 2026. Perseroan telah mendapatkan restu pemegang saham untuk membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), 25 Juni 2026. Dalam RUPST Perseroan, pemegang saham menyetujui laporan tahunan direksi mengenai kegiatan usaha dan kinerja keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
"Kami menyampaikan penghargaan atas dukungan dari seluruh pemegang saham kepada grup SIMP. Grup SIMP akan terus mengelola kegiatan usaha secara cermat serta mengelola kegiatan operasi secara berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Grup SIMP, Paulus Moleonoto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (28/6/2026).
Advertisement
Ia menambahkan, grup SIMP tetap fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisensi, memprioritaskan belanja modal serta meningkatkan produktivitas.
Adapun Salim Ivomas Pratama mencatat penjualan naik 32% pada 2025 menjadi Rp 21,06 triliun dibandingkan 2024. Hal itu didukung kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit, dan produk minyak dan lemak nabati. Selain itu, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 33% menjadi Rp 2,07 triliun.
Kedua, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum (LSIP). Perseroan akan membagikan dividen tunai 2025 sebesar Rp 83 per saham. Dividen itu akan dibayarkan pada 24 Juli 2026. Perseroan membagikan dividen setelah mendapatkan restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2026.
“Kami menyampaikan penghargaan atas dukungan dari seluruh pemegang saham kepada Lonsum. Lonsum akan terus mengelola kegiatan usaha secara cermat serta mengelola kegiatan operasi secara berkelanjutan. Lonsum tetap fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, memprioritas belanja modal serta meningkatkan produktivitas,” ujar Presiden Direktur Lonsum, Tan Agustinus Dermawan.
Kinerja LSIP 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
Sebelumnya, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Di tengah tantangan sektor agribisnis, perusahaan dengan kode saham LSIP ini mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang signifikan.
Presiden Direktur PP London Sumatra Indonesia Tan Agustinus Dermawan menjelaskan, sepanjang 2025, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti tercatat turun 3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 1,14 juta ton.
"Namun, total produksi Crude Palm Oil (CPO) justru meningkat 2% yoy menjadi 292 ribu ton, didorong oleh kenaikan pasokan TBS dari pihak eksternal," jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Dari sisi pendapatan, Lonsum membukukan penjualan sebesar Rp 5,51 triliun pada 2025, naik 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama dipicu oleh peningkatan harga jual rata-rata serta volume penjualan produk sawit.
Secara keseluruhan, perseroan mencatat kinerja yang solid. Laba bruto tumbuh 14% yoy menjadi Rp 2,26 triliun, laba usaha melonjak 30% yoy menjadi Rp 2,01 triliun, dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 28% yoy menjadi Rp 1,89 triliun.
Advertisement
Fokus Emiten LSIP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3370457/original/019306600_1612680676-Laporan_Keuangan.jpg)
Tan Agustinus Dermawan, menegaskan capaian tersebut diraih di tengah berbagai tekanan industri.
"Lonsum mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2025 ditengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis yang terus berlanjut, termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketidakpastian global. Fokus Lonsum, diantaranya, tetap pada pengendalian biaya dan efisiensi, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas serta memprioritaskan investasi modal dengan tetap menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Menariknya, hingga 31 Desember 2025, Lonsum tidak memiliki pendanaan melalui utang bank. Kondisi ini menunjukkan struktur keuangan perseroan tetap sehat dan konservatif.
Dengan strategi efisiensi dan penguatan operasional, Lonsum optimistis dapat menjaga kinerja positif di tengah dinamika industri sawit yang masih penuh tantangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)