Liputan6.com, Jakarta - Jagat maya sempat dihebohkan dengan rekaman video aksi duel satu lawan satu yang melibatkan sejumlah remaja di kawasan hutan Kecamatan Cibeber, Cianjur. Polres Cianjur bergerak cepat dan mengamankan tujuh orang remaja yang terlibat.
Dari ketujuh orang yang ditangkap, enam di antaranya masih berstatus pelajar aktif sekolah menengah atas (SMA), sementara satu orang lainnya merupakan alumnus.
Salah satu siswa yang diamankan membeberkan bahwa aksi duel di tengah hutan tersebut dipicu saling tantang melalui pesan singkat di media sosial. Tantangan itu berlanjut hingga siswa dari salah satu SMK di Campaka mendatangi wilayah Cibeber.
Advertisement
"Ditantang terus, sampai siswa dari SMK di Campaka datang ke Cibeber. Jadi akhirnya duel di tengah hutan," ungkap salah satu siswa, Minggu (28/6/2026).
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengungkapkan, mereka berhasil diidentifikasi berbekal video yang beredar di media sosial.
"Setelah identitasnya didapat, kami langsung memanggil pihak sekolah dan orang tua. Akhirnya tadi siang kami berhasil mengamankan siswa yang terlibat dalam aksi duel tersebut," ujar Alexander.
Dia menambahkan, video yang diunggah di media sosial tersebut merupakan kompilasi dari kejadian lama dan baru.
"Jadi di akun media sosial itu, ada video lama dan video baru. Yang masih berstatus pelajar ada enam orang. Satu lagi alumni, sudah lulus, kami juga turut amankan karena ada dalam video tersebut," jelasnya.
Demi Tren
Mirisnya, saat diperiksa petugas, para remaja ini mengaku nekat melakukan aksi kekerasan tersebut hanya demi mengikuti tren di lingkungan kelompok mereka. Polisi kini masih mendalami motif tersembunyi di balik alasan tersebut.
Mengingat sebagian besar pelaku masih di bawah umur, Polres Cianjur menegaskan bakal menyelaraskan proses hukum dengan regulasi peradilan anak, tanpa mengesampingkan aspek edukasi.
"Kami akan proses, apalagi jika ada unsur pidananya. Tapi fokusnya selain itu juga akan kami utamakan pembinaan," tegas Alexander.
Dia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak remaja mereka agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran negatif.
"Bukan hanya sekolah, orang tua dan tokoh masyarakat juga harus berperan dalam membina anak. Supaya dapat mewujudkan generasi emas, tidak terjebak dalam tren atau ajakan yang negatif," terang dia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3362654/original/040589900_1744885898-IMG_20240821_055452_969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8640288/original/075182200_1782645454-375460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373109/original/027493300_1476359156-cianjur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884474/original/ACg8ocIVTLofSOnSx3v8CnmrqYqrSv2NM36rW_r4-0PmsiRM22XJWEms%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826780/original/062578300_1426130957-20140504022234067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260299/original/067983800_1781585929-362252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258540/original/037080800_1781358251-359841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258290/original/070840300_1781333494-359473.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7674465/original/036632800_1780469340-349858.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7523805/original/034642500_1780296929-346670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7264730/original/066785000_1780050995-343429.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7109694/original/091664800_1779893217-Pedagang_Puncak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7003996/original/024271600_1779775208-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_12.58.08.jpeg)