Fakta-fakta Menarik dari Kemenangan Brasil atas Jepang

Brasil mengalahkan Jepang 2-1 di Piala Dunia 2026. Sejumlah rekor bersejarah tercipta dalam laga dramatis tersebut.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Jepang dengan skor 2-1 pada fase 32 besar di Houston. Kemenangan ini diraih secara dramatis berkat gol Gabriel Martinelli pada masa stoppage time.

Jepang sempat unggul lebih dulu melalui gol Sano pada menit ke-29. Brasil kemudian bangkit lewat gol Casemiro pada menit ke-56 sebelum Martinelli memastikan kemenangan pada menit ke-95.

Hasil tersebut tidak hanya mengantar Brasil melangkah ke fase berikutnya. Sejumlah catatan bersejarah juga lahir dari pertandingan yang berlangsung sengit hingga menit terakhir.

Brasil Perpanjang Tradisi dan Catat Rekor Bersejarah

Keberhasilan ini membuat Brasil lolos ke babak 16 besar untuk ke-11 kali secara beruntun di Piala Dunia. Catatan tersebut berlangsung sejak format babak gugur kembali diterapkan pada edisi 1986.

Gol Martinelli pada menit ke-95 menjadi penentu kemenangan paling larut dalam waktu normal yang pernah dicetak Brasil di Piala Dunia. Gol itu juga menjadi gol kemenangan paling larut dalam laga fase gugur sepanjang sejarah turnamen.

Kemenangan atas Jepang terasa semakin istimewa karena Brasil sempat tertinggal saat turun minum. Terakhir kali Selecao memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia setelah tertinggal pada babak pertama terjadi pada tahun 1938 saat menghadapi Cekoslowakia.

Ini juga menjadi kemenangan comeback ke-16 Brasil dalam sejarah Piala Dunia. Jumlah tersebut menyamai rekor milik Jerman sebagai tim dengan kemenangan comeback terbanyak di ajang tersebut.

Casemiro, Martinelli, dan Rayan Ukir Catatan Tersendiri

Casemiro kembali menunjukkan peran pentingnya bagi Brasil melalui gol penyeimbang pada babak kedua. Di usia 34 tahun 126 hari, ia menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Brasil di Piala Dunia setelah Bebeto pada edisi 1998.

Dari sisi kreativitas, Bruno Guimaraes kembali tampil menentukan lewat umpan untuk gol Martinelli. Assist tersebut menjadi yang keempat baginya di Piala Dunia 2026, hanya kalah dari Pele yang mengoleksi enam assist untuk Brasil pada edisi 1970.

Laga ini juga menghadirkan catatan menarik bagi pemain muda Rayan. Pada usia 19 tahun 330 hari, ia menyamai Jose Altafini sebagai pemain ketiga termuda yang pernah menjadi starter Brasil dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia.

Susunan pemain Brasil dalam laga ini memiliki rata-rata usia 29 tahun 245 hari. Angka tersebut menjadikannya sebagai starting XI tertua kedua yang pernah dimainkan Brasil pada fase gugur Piala Dunia sejak pencatatan dimulai pada 1966.

Dominasi Brasil juga terlihat dari statistik permainan. Mereka membukukan 210 operan sukses di sepertiga akhir lapangan, jumlah tertinggi yang pernah dicatat tim tersebut dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak data tersedia pada 1966.

Sumber: ESPN

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mimpi Buruk Belanda Itu Adalah Adu Penalti

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan