Liputan6.com, Jakarta - Tanaman cabai sering layu saat pemiliknya lupa menyiram di siang hari. Air yang disiram sekaligus dalam jumlah banyak justru membuat tanah becek lalu cepat kering lagi. Cara membuat irigasi tetes dari galon bekas untuk tanaman cabai bisa menjadi solusi agar tanah tetap lembap tanpa harus bolak balik mengecek pot setiap jam.
Irigasi tetes bekerja dengan meneteskan air sedikit demi sedikit langsung ke akar tanaman sepanjang hari. Cara ini membuat tanah tetap lembap tanpa risiko becek atau kering mendadak seperti penyiraman manual. Akar cabai pun tumbuh lebih kuat karena kebutuhan air terpenuhi secara stabil setiap saat.
Proses membuat cara membuat irigasi tetes dari galon bekas untuk tanaman cabai ini hanya membutuhkan galon bekas, alat pelubang, dan sedikit waktu di rumah. Hasilnya, tanaman cabai mendapat air sedikit demi sedikit sepanjang hari sehingga akar tidak kaget oleh perubahan kelembapan. Berikut adalah langkah lengkapnya yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (17/8/2026).
Advertisement
Siapkan Galon dan Alat Pendukung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326050/original/040673700_1786953754-839aba71-53e3-430a-b9ac-3479142c965b.jpg)
Langkah pertama adalah mengumpulkan galon air minum bekas yang sudah tidak terpakai. Satu galon berkapasitas 19 liter bisa dipakai untuk beberapa pot cabai sekaligus tergantung kebutuhan. Pastikan galon dalam kondisi utuh dan tidak retak agar air tidak bocor ke tempat yang salah.
Selain galon, siapkan juga alat pelubang seperti paku panas, bor kecil, atau solder bekas. Alat ini dipakai untuk membuat lubang kecil di badan galon sebagai jalan keluar air. Siapkan pula gunting atau cutter untuk memotong bagian atas galon jika diperlukan.
Terakhir, siapkan tali kain, sumbu kompor bekas, atau selang infus kecil sebagai penyalur air ke tanah. Bahan ini membantu air keluar perlahan alih alih langsung mengucur deras. Semua bahan ini biasanya sudah tersedia di rumah tanpa perlu membeli baru.
Advertisement
Bersihkan Galon dari Sisa Air dan Kotoran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311809/original/039675500_1785463472-a2dc6492-a933-4c74-bdf9-4278fe0caa23.jpg)
Sebelum dipakai, galon bekas perlu dicuci bersih terlebih dahulu. Bilas bagian dalam galon dengan air mengalir untuk membuang sisa kotoran atau lumut yang mungkin menempel. Kebersihan galon penting agar air yang mengalir ke tanaman tidak membawa zat yang mengganggu pertumbuhan cabai.
Setelah dibilas, keringkan galon dengan cara dibalik selama beberapa menit. Proses ini membantu menghilangkan sisa air kotor yang tertinggal di dasar galon. Galon yang benar benar kering juga memudahkan proses melubangi pada tahap selanjutnya.
Jika galon sebelumnya berisi bahan kimia rumah tangga, sebaiknya galon tersebut tidak dipakai untuk irigasi tanaman. Pilih galon bekas air minum kemasan karena risiko kontaminasi ke tanah jauh lebih kecil. Langkah ini menjaga tanaman cabai tetap tumbuh dengan aman.
Buat Lubang Tetes di Bagian Bawah Galon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326051/original/051168100_1786953754-04128ffa-0eab-4049-b545-8dc737ecbe30.jpg)
Setelah galon bersih dan kering, langkah berikutnya adalah membuat lubang kecil di bagian bawah atau dinding samping galon. Gunakan paku panas atau bor kecil untuk melubangi galon dengan diameter sekitar satu hingga dua milimeter. Ukuran lubang yang terlalu besar membuat air habis dalam waktu singkat.
Buat dua hingga empat lubang tergantung ukuran pot dan kebutuhan air tanaman cabai. Posisi lubang sebaiknya sejajar agar air menyebar merata ke seluruh permukaan tanah di sekitar akar. Jarak antar lubang bisa disesuaikan dengan lebar pot yang dipakai.
Setelah lubang selesai dibuat, coba isi galon dengan sedikit air untuk memastikan tetesan keluar secara perlahan bukan mengucur. Jika air keluar terlalu deras, tutup sebagian lubang dengan sedikit lem atau lilin. Sesuaikan kembali sampai tetesan air keluar dengan kecepatan yang stabil.
Advertisement
Pasang Sumbu atau Selang sebagai Penyalur Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326052/original/057124200_1786953754-9cd5d2b7-53cf-4167-871d-36d7491add83.jpg)
Bagi yang ingin tetesan air lebih terkendali, sumbu kain atau selang infus kecil bisa dipasang pada lubang galon. Masukkan salah satu ujung sumbu ke dalam galon dan ujung lainnya diarahkan ke permukaan tanah dekat akar cabai. Sumbu akan menyerap air lalu melepaskannya perlahan ke tanah.
Jika memakai selang infus bekas, atur pengatur aliran pada selang agar tetesan air keluar dengan jarak waktu tertentu. Posisikan ujung selang sedikit tertanam di tanah supaya air tidak menguap sebelum sampai ke akar. Cara ini lebih tahan lama dibanding sumbu kain biasa.
Setelah sumbu atau selang terpasang, letakkan galon di posisi lebih tinggi dari pot tanaman cabai. Posisi ini memanfaatkan gaya gravitasi agar air mengalir turun secara alami tanpa bantuan alat tambahan. Galon bisa digantung atau diletakkan di atas rak kecil di samping pot.
Isi Air dan Pantau Tetesan Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326053/original/062871200_1786953754-841e797a-d2f7-40db-ad68-04cdf6dafb3c.jpg)
Setelah semua bagian terpasang, isi galon dengan air bersih hingga penuh lalu tutup rapat bagian atasnya. Tutup yang rapat membantu menjaga tekanan udara di dalam galon sehingga tetesan air keluar lebih stabil. Pastikan tidak ada kebocoran di bagian sambungan selang atau sumbu.
Pantau tetesan air pada hari pertama untuk memastikan kecepatannya sesuai kebutuhan tanaman cabai. Tanah di sekitar akar sebaiknya terasa lembap namun tidak tergenang air. Jika tanah terlalu basah, kurangi jumlah lubang atau perkecil ukurannya sedikit demi sedikit.
Isi ulang galon setiap kali air mulai habis, biasanya setiap dua hingga tiga hari sekali tergantung cuaca. Pada musim kemarau, pengisian bisa dilakukan lebih sering karena penguapan air berlangsung lebih cepat. Catat pola pengisian ini agar penyiraman tanaman cabai tetap konsisten.
Advertisement
Tips Membuat Irigasi Tetes Galon Lebih Efektif
Beberapa cara sederhana bisa membantu sistem irigasi tetes dari galon bekas bekerja lebih optimal untuk tanaman cabai di rumah. Tips berikut bisa langsung dipraktikkan tanpa perlu bahan tambahan yang sulit dicari.
- Pilih Ukuran Lubang yang Tepat: Lubang yang terlalu kecil membuat air lambat meresap ke tanah dan tanaman bisa kekurangan air. Lubang yang terlalu besar membuat air cepat habis dalam waktu singkat. Uji coba dengan lubang kecil dahulu lalu perbesar sedikit jika tetesan masih lambat.
- Letakkan Galon di Tempat Teduh: Sinar matahari langsung bisa mempercepat penguapan air di dalam galon sebelum sampai ke tanah. Tempat teduh membantu air bertahan lebih lama di dalam galon. Posisi ini juga mencegah galon plastik cepat rapuh akibat panas.
- Gunakan Kain Sumbu yang Menyerap Air dengan Baik: Kain katun atau sumbu kompor bekas biasanya menyerap air lebih stabil dibanding kain sintetis. Sumbu yang menyerap dengan baik membuat tetesan air lebih merata sepanjang hari. Ganti sumbu jika sudah terlihat kotor atau tersumbat.
- Sesuaikan Jumlah Galon dengan Jumlah Tanaman: Satu galon bisa dipakai untuk satu hingga tiga pot cabai tergantung jarak dan kebutuhan air. Terlalu banyak pot dalam satu galon membuat air terbagi tidak merata. Tambahkan galon baru jika jumlah tanaman cabai terus bertambah.
- Bersihkan Galon Secara Rutin: Endapan kotoran atau lumut bisa menyumbat lubang tetes seiring waktu pemakaian. Bersihkan galon setiap kali air diisi ulang agar aliran tetap lancar. Kebiasaan ini membuat sistem irigasi tetes bertahan lebih lama.
Pertanyaan Seputar Irigasi Tetes Galon Bekas untuk Cabai
Apakah irigasi tetes dari galon bekas aman untuk tanaman cabai? Sistem ini aman selama galon yang dipakai bekas air minum kemasan dan sudah dibersihkan dengan baik. Galon bekas bahan kimia sebaiknya dihindari karena berisiko mencemari tanah.
Berapa lama air dalam galon bisa bertahan sebelum harus diisi ulang? Waktu bertahan air tergantung ukuran lubang dan cuaca, namun umumnya berkisar dua hingga tiga hari. Musim kemarau membuat air lebih cepat habis dibanding musim hujan.
Apakah irigasi tetes galon cocok dipakai untuk cabai di pot kecil? Sistem ini cocok dipakai di pot kecil maupun besar asalkan jumlah lubang disesuaikan dengan ukuran pot. Pot kecil biasanya cukup dengan satu hingga dua lubang tetes saja.
Bagaimana cara mengetahui tetesan air sudah sesuai kebutuhan tanaman? Tanah di sekitar akar terasa lembap namun tidak tergenang menjadi tanda tetesan sudah sesuai. Jika tanah tampak kering, jumlah atau ukuran lubang bisa ditambah sedikit.
Apakah galon bekas bisa dipakai berulang kali untuk musim tanam berikutnya? Galon bekas bisa dipakai berulang kali selama dibersihkan secara rutin dan tidak retak. Ganti galon jika sudah rapuh atau bocor agar sistem irigasi tetap berfungsi baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326049/original/020644900_1786953754-428432fb-7c98-49cd-ad2b-f5ea8f67f559.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571293/original/038873000_1777615039-2_kamar_tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325976/original/062500700_1786947958-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2289804/original/030262300_1532422235-20180724-Daging-Ayam-Naik-4.jpg)