Liputan6.com, Jakarta - Bagi orang yang ingin memulai usaha ternak ayam, memilih jenis ayam menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Pasalnya, setiap jenis ayam lokal memiliki karakter dan kemampuan produksi telur yang berbeda.
Ayam kampung biasa memang dikenal memiliki telur yang diminati karena cita rasanya, tetapi produktivitasnya tidak selalu tinggi. Dalam pemeliharaan tertentu, ayam kampung biasa dapat menghasilkan sekitar 30–72 butir telur per ekor per tahun. Sementara itu, sejumlah ayam lokal hasil seleksi dan pemuliaan dapat menghasilkan telur jauh lebih banyak.
Beberapa di antaranya bahkan mampu menghasilkan sekitar 200 butir telur atau lebih dalam setahun. Berikut Liputan6.com ulas jenis ayam kampung dan ayam lokal yang cocok untuk ternak ayam di rumah.
Advertisement
1. Ayam Golden Sembawa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325879/original/004881900_1786945045-ayam_sembawa.jpg)
Golden Sembawa merupakan salah satu ayam lokal yang menarik perhatian karena produktivitas telurnya cukup tinggi. Ayam ini dikembangkan sebagai ayam petelur lokal unggul melalui proses pembibitan dan seleksi.
Berdasarkan informasi dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa, Golden Sembawa dapat menghasilkan sekitar 210–250 butir telur per ekor per tahun dalam kondisi pemeliharaan yang optimal.
Angka tersebut membuat Golden Sembawa menjadi salah satu pilihan menarik bagi peternak yang ingin mengembangkan usaha telur berbasis ayam lokal.
Namun, angka produksi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai jumlah telur yang pasti diperoleh setiap ekor ayam. Produktivitas tetap dipengaruhi oleh kualitas bibit, pakan, kesehatan, kandang, dan manajemen pemeliharaan.
2. Ayam Sembawa
Ayam Sembawa juga termasuk ayam lokal yang memiliki kemampuan produksi telur tinggi. Dalam buku pedoman budidaya ayam lokal yang tersimpan di Repositori Kementerian Pertanian, ayam Sembawa disebut memiliki rata-rata produksi sekitar 200–250 butir telur per ekor per tahun.
Ayam ini juga dilaporkan memiliki sifat mengeram yang sangat rendah, sekitar 1 persen dari populasi, serta mulai bertelur pada umur sekitar 20–23 minggu. Puncak produksinya dapat mencapai 75–85 persen.
Karakter tersebut membuat ayam Sembawa cukup menarik untuk peternakan yang lebih berorientasi pada produksi telur.
Advertisement
3. Ayam KUB-2 atau KUB Janaka Agrinak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497865/original/012477300_1770692716-Ternak_Ayam_KUB__Kampung_Unggul_Balitbangtan___Gemini_AI_.jpg)
Nama ayam KUB sudah cukup dikenal di kalangan peternak ayam kampung. Namun, KUB tidak hanya terdiri dari satu galur.
Kementerian Pertanian mengembangkan generasi berikutnya yang dikenal sebagai KUB-2 atau KUB Janaka Agrinak. Ayam ini resmi dilepas melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 768/KPTS/PK.020/M/12/2021.
Menurut informasi Kementerian Pertanian, ayam Janaka memiliki produksi telur hingga 200 butir per ekor per tahun, dengan hen day sekitar 60 persen. Ayam ini mulai bertelur pada umur sekitar 20–21 minggu dan memiliki sifat mengeram sekitar 5 persen.
Dengan produktivitas tersebut, KUB Janaka bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mencari ayam lokal dengan kemampuan bertelur relatif tinggi.
4. Ayam KUB-1
Selain KUB Janaka, ada KUB-1 yang merupakan generasi awal ayam KUB atau Kampung Unggul Balitbangtan.
Ayam KUB-1 merupakan ayam kampung hasil seleksi selama beberapa generasi dengan salah satu tujuan utama meningkatkan produksi telur. Penelitian yang diterbitkan melalui Repositori Kementerian Pertanian mencatat ayam KUB mulai bertelur pada umur sekitar 20–22 minggu dan dapat menghasilkan sekitar 160–180 butir telur per ekor per tahun.
KUB-1 juga memiliki sifat mengeram yang rendah. Data sumber daya genetik ayam lokal Indonesia mencatat sekitar 90 persen ayam KUB-1 tidak mengeram.
Hal tersebut menjadi salah satu keunggulannya dibandingkan ayam kampung biasa yang cenderung memiliki produktivitas telur lebih rendah.
5. Ayam Arab Golden
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325004/original/018500400_1786783843-pakan.jpg)
Ayam Arab Golden juga termasuk ayam lokal komersial yang dikenal sebagai penghasil telur.
Berdasarkan publikasi mengenai sumber daya genetik ayam lokal Indonesia di Repositori Kementerian Pertanian, ayam Arab Golden dapat menghasilkan hingga 187 butir telur per ekor per tahun.
Ayam ini tergolong cepat mencapai dewasa kelamin dan mulai bertelur sekitar umur lima bulan. Ayam Arab Golden juga tidak memiliki sifat mengeram. Ukuran telurnya relatif kecil, dengan bobot sekitar 35 gram per butir.
6. Ayam Merawang
Ayam Merawang merupakan salah satu sumber daya genetik ayam lokal Indonesia yang berasal dari Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung.
Ayam ini dikenal sebagai ayam lokal yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan telur maupun daging. Berdasarkan informasi dari Balai Standardisasi Instrumen Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, ayam Merawang dapat menghasilkan sekitar 160–180 butir telur per ekor per tahun dan mulai bertelur pada umur sekitar enam bulan.
Produktivitas tersebut membuat ayam Merawang menarik untuk dipertimbangkan dalam usaha peternakan ayam lokal, terutama bagi peternak yang menginginkan tipe ayam dwiguna.
Advertisement
7. Ayam Nunukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261961/original/085738100_1671083483-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_5.jpg)
Ayam Nunukan merupakan ayam lokal yang berasal dari wilayah Kalimantan Utara. Ayam ini dapat dimanfaatkan sebagai penghasil daging sekaligus telur.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal WARTAZOA melalui Repositori Kementerian Pertanian menunjukkan ayam Nunukan memiliki kemampuan produksi telur yang cukup baik. Dalam penelitian tersebut, salah satu kelompok ayam Nunukan menghasilkan sekitar 182 butir telur, sedangkan kelompok lainnya menghasilkan 151 butir berdasarkan periode pengamatan penelitian.
Penelitian yang sama juga menunjukkan ayam Nunukan memiliki puncak produksi sekitar 62 persen dan produksi hen day lebih tinggi dibandingkan ayam kampung yang digunakan sebagai pembanding pada penelitian tersebut.
Karena itu, ayam Nunukan termasuk ayam lokal yang layak diperhitungkan ketika membahas sumber telur dari ayam lokal Indonesia.
8. Ayam Sentul dan Sensi Agrinak
Ayam Sentul berasal dari Ciamis, Jawa Barat, dan dikenal sebagai ayam lokal tipe dwiguna. Artinya, ayam ini dapat dimanfaatkan untuk produksi daging sekaligus telur.
Sementara itu, Sensi Agrinak merupakan ayam lokal hasil seleksi dari ayam Sentul. Ayam ini dikembangkan untuk meningkatkan performa produksi ayam lokal.
Untuk Anda yang mencari ayam khusus penghasil telur, produktivitas Sensi Agrinak perlu dilihat dari parameter produksi seperti hen day, bukan hanya menghitung jumlah telur tahunan. Karena karakter utamanya merupakan ayam lokal dwiguna, Sensi tidak dapat disamakan begitu saja dengan ayam lokal yang secara khusus diarahkan sebagai petelur.
Mana yang paling rajin bertelur?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4015755/original/096804400_1651925640-nick-fewings-qlLCBkTSYAI-unsplash.jpg)
Jika hanya melihat angka produksi yang tercantum dalam sumber Kementerian Pertanian, ayam Sembawa dan Golden Sembawa termasuk yang memiliki angka produksi tahunan paling tinggi dalam daftar ini, yakni sekitar 200–250 butir per ekor per tahun atau 210–250 butir pada data Golden Sembawa.
Di bawahnya terdapat KUB Janaka yang dapat mencapai sekitar 200 butir per tahun, kemudian Ayam Arab Golden hingga 187 butir dan KUB-1 serta Merawang sekitar 160–180 butir per tahun.
Meski demikian, angka tersebut bukan jaminan bahwa setiap ayam akan menghasilkan telur sebanyak itu. Produksi aktual dapat berbeda karena dipengaruhi oleh genetik, umur, kualitas pakan, kesehatan, lingkungan, pencahayaan, serta sistem pemeliharaan.
Bagi pemula, KUB-1 atau KUB Janaka dapat menjadi pilihan yang menarik karena keduanya memang dikembangkan dari ayam kampung dengan perhatian khusus pada peningkatan produktivitas. Sementara itu, Sembawa dan Golden Sembawa menarik bagi Anda yang ingin melihat potensi produksi telur ayam lokal yang lebih tinggi.
Yang tidak kalah penting, peternak sebaiknya membeli bibit dari sumber pembibitan yang jelas dan menyesuaikan jenis ayam dengan tujuan usaha, ketersediaan pakan, kondisi kandang, serta pasar telur di daerah masing-masing.
Pertanyaan Seputar Jenis Ayam yang Rajin Bertelur
1. Apakah ayam kampung dan ayam lokal bisa dipelihara tanpa kandang khusus?
Bisa, tetapi tetap membutuhkan kandang yang aman, memiliki sirkulasi udara baik, terlindung dari hujan dan panas berlebihan, serta mudah dibersihkan. Untuk skala rumahan, kandang sederhana dari bahan yang tersedia di sekitar rumah dapat digunakan selama memenuhi kebutuhan dasar ayam.
2. Kapan ayam kampung petelur mulai menghasilkan telur?
Waktu mulai bertelur berbeda menurut jenis dan kondisi pemeliharaan. Beberapa ayam lokal unggul seperti KUB dapat mulai bertelur sekitar umur 20–22 minggu. Ayam Arab Golden dilaporkan mulai bertelur sekitar umur lima bulan. Faktor genetik, nutrisi, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan juga dapat memengaruhi umur pertama bertelur.
3. Apakah telur ayam kampung bisa dijual langsung ke konsumen?
Bisa. Peternak skala kecil dapat memasarkannya secara langsung kepada tetangga, keluarga, warung, rumah makan, atau melalui media sosial. Sebelum menentukan harga, sebaiknya peternak menghitung biaya pakan, perawatan, kemasan, dan biaya lain agar harga jual tidak justru membuat usaha merugi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517043/original/030639900_1772381575-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261068/original/098807600_1781677418-amonia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290340/original/085831500_1783473907-Narasumber.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256145/original/088033900_1781148969-6120192224553295209.jpeg)