Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan sering jadi masa sulit bagi kebun buah. Pohon sudah dirawat dengan rajin, tetapi bunga yang baru muncul tiba-tiba rontok atau membusuk terkena air. Karena itu banyak pekebun mencari cara membuat tanaman buah tetap berbunga saat musim hujan supaya panen tidak gagal. Kabar dari BMKG patut dicermati. Awal musim hujan 2026/2027 diprediksi mundur di sekitar 61 persen wilayah Indonesia. Sebagian besar daerah baru mulai hujan pada November dan Desember 2026, dengan puncak hujan pada Desember hingga Februari 2027.
Melansir dari jurnal Brazilian Journal of Plant Physiology berjudul "Reproductive physiology of mango" karya Thomas L. Davenport (2007, hlm. 363-376), pada mangga di daerah tropis, kemampuan berbunga sangat dipengaruhi umur ranting yang tumbuh terakhir. Ranting yang sudah cukup lama beristirahat, sekitar empat sampai lima bulan, lebih mudah berbunga saat tumbuh lagi. Artinya, bunga di musim hujan bisa diatur lewat persiapan yang tepat, bukan hanya menunggu cuaca. Berikut cara membuat tanaman buah tetap berbunga saat musim hujan dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber Kamis (10/1/2026).
1. Kenali Dulu Kenapa Hujan Bikin Bunga Rontok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363320/original/015994700_1790850692-1.jpg)
Hujan merugikan bunga lewat tiga jalur. Pertama, bunga terpukul dan terbasuh air. Kedua, penyerbukan terganggu. Ketiga, jamur berkembang cepat di udara lembap. Leaflet Agro Inovasi BPTP Jawa Timur menyebut hujan dan angin kencang bisa menggagalkan penyerbukan, bahkan membuat bakal buah yang sudah jadi ikut gugur.
Melansir dari UF/IFAS News (2024) dalam artikel "Mango season 2024 is taking shape: UF/IFAS experts offer their views", hujan yang turun setelah setiap gelombang bunga di Florida merontokkan bunga dan membuka jalan bagi penyakit antraknosa yang bisa mematikan buah muda. Pola serupa juga terlihat pada durian. Jurnal Produksi Tanaman karya Putri dan Hariyono (Vol. 9 No. 5, 2021, hlm. 300-301) menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi saat bunga terbentuk membuat bunga durian lebih banyak gugur, dan penyerbukan durian hanya berlangsung satu malam.
Di kebun, tanda bunga bermasalah biasanya mudah dikenali. Tangkai bunga menghitam, kelopak berguguran saat disentuh, atau pentil kecil menguning lalu jatuh setelah beberapa hari hujan. Jika ini terjadi, jangan langsung menambah pupuk. Periksa dulu apakah penyebabnya jamur, hama, atau memang hujan yang terlalu lebat.
Jadi sasarannya bukan menghentikan hujan, melainkan menyiapkan tiga hal: pohon yang siap berbunga, bunga yang terlindungi, dan penyerbukan yang terbantu. Melansir dari laporan Randy C. Ploetz, profesor University of Florida TREC Homestead, berjudul "Anthracnose of mango: Management of the most important pre- and post-harvest disease" (hlm. 1), waktu berbunga sebaiknya diatur agar buah terbentuk pada bagian tahun yang paling kering. Jika jadwal bisa digeser, geser. Jika tidak, lindungi bunganya.
Advertisement
2. Cek Umur Ranting dan Kesehatan Pohon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363321/original/020181900_1790850692-2.jpg)
Ini langkah yang paling sering terlewat. Bunga tidak muncul hanya karena pohon dipupuk. Menurut Davenport (2007, hlm. 363-376), pada mangga di daerah tropis, ranting harus "matang" dulu sebelum bisa menghasilkan bunga. Jika tunas daun muda baru muncul dua bulan lalu lalu dipaksa tumbuh lagi, hasilnya hampir pasti daun, bukan bunga.
Cara mengeceknya sederhana. Ingat kapan terakhir kali pohon mengeluarkan tunas daun muda yang lemas dan berwarna kemerahan. Pada mangga, selang empat sampai lima bulan sejak kejadian itu adalah patokan umum dari Davenport, dan waktunya sedikit berbeda untuk tiap varietas. Pohon muda dan pohon yang kelebihan pupuk nitrogen di cuaca lembap cenderung terus mengeluarkan daun, sehingga ranting tidak sempat matang.
Lama istirahat ranting juga berbeda antarvarietas. Davenport (2007) mencatat mangga Haden, Keitt, Kent, dan Irwin membutuhkan waktu istirahat lebih singkat dibanding Tommy Atkins, yang perlu tambahan sekitar satu bulan. Jadi jika pohon Anda tidak kunjung berbunga padahal perawatan sudah sama dengan tetangga, bisa jadi varietasnya memang butuh waktu lebih lama.
Sebelum mencoba apa pun, pastikan pohon sehat. BPTP Jawa Timur (Yuniastuti dkk., 2012) mencatat pohon yang sehat ditandai batang yang segar, cabang berdiameter sekitar 2 cm, daun yang banyak, dan tidak terserang hama penyakit. Pohon yang kurang sehat menghasilkan buah sedikit karena banyak yang rontok.
- Catat kapan tunas daun muda terakhir keluar.
- Periksa daun: hijau, rimbun, tanpa bercak atau serangan hama.
- Cek ranting: kuat dan tidak banyak yang kering.
- Jangan paksa pohon yang baru panen besar dan masih lemas.
3. Pangkas Ringan dan Serempak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363322/original/024853200_1790850692-3.jpg)
Pemangkasan membantu pohon "memulai ulang" pertumbuhan secara seragam. BPTP Jawa Timur menyarankan pemangkasan segera setelah panen untuk merangsang tunas baru dan bunga, sekaligus mengurangi kerimbunan agar hama dan penyakit tidak mudah menyerang. Bagian yang dibuang adalah tunas air, cabang kering atau sakit, cabang yang tumbuh ke dalam atau ke bawah, serta benalu.
Davenport (2007) menambahkan dua catatan penting. Pertama, pangkas ujung semua ranting secara bersamaan agar seluruh tajuk tumbuh dan matang pada waktu yang kurang lebih sama. Kedua, jangan memotong terlalu dalam. Pemotongan cabang yang lebih besar dari sekitar 2 cm bisa memicu gelombang daun kedua sekitar tiga bulan kemudian, dan itu menunda bunga. Pohon juga perlu cukup air saat dipangkas karena stres air yang ringan pun membuat tunas lambat keluar.
Kalau memungkinkan, jangan beri pupuk nitrogen mendekati waktu pangkas. Davenport mengingatkan bahwa pupuk jenis ini mendorong tunas daun kedua yang tidak diinginkan.
Advertisement
4. Rem Nitrogen, Perkuat Unsur Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363323/original/030054900_1790850692-4.jpg)
Nitrogen membuat daun tumbuh subur, tetapi terlalu banyak justru menghambat bunga. Davenport (2007) menjelaskan bahwa kadar nitrogen tinggi ditambah air melimpah memicu tunas daun muncul berulang-ulang. Karena itu, pemberian nitrogen sebaiknya ditahan sampai mendekati waktu berbunga, lalu diberikan secukupnya saat bunga muncul agar buah bisa tumbuh baik. Unsur lain seperti fosfor, kalium, magnesium, belerang, dan hara mikro tetap harus tersedia lengkap.
Melansir dari UF/IFAS Extension St. Lucie County dalam tulisan "Mango Tree Seasonal Care" (2025), pupuk setelah panen sebaiknya tinggi kalium dan rendah nitrogen untuk menguatkan akar serta mendukung bunga tahun berikutnya. Sebagai contoh dari Indonesia, BPTP Jawa Timur (2012) menganjurkan pupuk organik minimal 30 kg dan pupuk NPK Phonska sekitar 5 kg per pohon mangga dewasa. Semua pupuk organik dan separuh pupuk anorganik diberikan setelah panen, sisanya pada akhir musim hujan. Leaflet itu juga menyarankan tambahan hara mikro agar tangkai buah kuat dan tidak mudah rontok.
Angka tersebut adalah contoh untuk mangga dewasa di Jawa Timur. Untuk jenis lain, tanah berbeda, atau pohon yang lebih kecil, sesuaikan dengan saran penyuluh setempat.
5. Siapkan Saluran Air agar Akar Tidak Tergenang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363324/original/035017600_1790850692-5.jpg)
Akar yang tergenang bikin pohon stres dan lemah. BPTP Jawa Timur menganjurkan pembuatan saluran pembuangan air di kebun untuk mencegah genangan di musim hujan. Leaflet yang sama juga menyarankan membersihkan rumput, ranting, daun, dan buah yang berserakan di sekitar pohon, lalu membuat parit melingkar sekitar 2 sampai 3 meter dari pangkal batang untuk meletakkan pupuk.
Ada satu hal menarik soal hujan pertama. Davenport (2007) mencatat bahwa setelah kemarau panjang, hujan pertama bisa memicu tunas pada ranting. Jika ranting sudah cukup matang, tunas itu bisa berupa bunga. Jika ranting masih terlalu muda, yang keluar justru daun. Prakiraan BMKG bahwa hujan 2026/2027 datang bertahap dan mundur di banyak daerah memberi waktu menyiapkan pohon, jadi manfaatkan jeda itu untuk memangkas, merapikan parit, dan menahan pupuk nitrogen.
Advertisement
6. Pancing Bunga dengan Cara yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363325/original/039186300_1790850692-6.jpg)
Jika pohon sudah siap tetapi bunga belum muncul, ada beberapa cara memancingnya. Ketiganya sebaiknya dicoba hati-hati dan tidak bisa dipakai sembarangan.
Cara pertama adalah menyemprot kalium nitrat. Davenport (2007) menyebut larutan 4 persen, atau sekitar 40 gram per liter air, disemprotkan ke sisi bawah daun di seluruh tajuk tanpa tambahan perekat. Jika ranting sudah siap, tunas baru terlihat dalam sekitar 10 hari. Uji dulu pada beberapa pohon dan ulangi dua minggu sekali. Jika yang keluar justru daun muda, berarti ranting masih terlalu muda, jadi tunggu sekitar dua bulan sebelum mencoba lagi. Menurut Ploetz (hlm. 4), cara ini tidak berhasil di semua varietas. Pada beberapa varietas seperti Kent, kalium nitrat menambah jumlah bunga tetapi tidak mengubah waktu berbunga.
Penelitian Morales-Martinez dan kawan-kawan (Biotecnia, 2020, hlm. 20-27) menguji kalium nitrat pada konsentrasi 2, 4, dan 6 persen, serta amonium nitrat 2, 3, dan 4 persen, pada mangga Tommy Atkins. Artinya, konsentrasi sebaiknya tidak dinaikkan sembarangan karena tiap varietas dan kondisi kebun bisa merespons berbeda.
Cara kedua adalah paklobutrazol, zat pengatur tumbuh yang membantu pohon berbunga lebih cepat. BPTP Jawa Timur menyarankan pemakaiannya hanya pada pohon sehat, saat tanah cukup basah (sebaiknya akhir musim hujan), dan sekitar 2 sampai 4 bulan sebelum waktu berbunga normal. Pemakaian cukup satu kali dalam satu hingga dua tahun. Davenport mencatat efeknya baru terlihat setelah minimal 90 hari, harganya mahal, dan dapat membuat pertumbuhan kerdil secara permanen jika pohon dipangkas berat setelah tanahnya disiram zat ini. Penelitian Morales-Martinez dan kawan-kawan di jurnal Biotecnia (Vol. 22 No. 2, 2020, hlm. 20-27) pada mangga Tommy Atkins melaporkan pembungaan dan hasil buah membaik pada perlakuan paklobutrazol yang dilanjutkan dengan semprotan kalium nitrat.
Cara ketiga, khusus manggis, adalah strangulasi atau penjepitan batang. Penelitian Rai dan kawan-kawan di Jurnal Agronomi Indonesia (Vol. 32 No. 2, 2004) di kebun petani Leuwiliang, Bogor, menemukan strangulasi dan paklobutrazol sama-sama efektif memicu bunga manggis. Cara ini sebaiknya dilakukan oleh orang berpengalaman karena bisa melukai pohon.
| Cara | Waktu pemakaian | Catatan penting |
|---|---|---|
| Semprot kalium nitrat | Saat ranting sudah matang (sekitar 4-5 bulan pada mangga) | Uji dulu di beberapa pohon, tidak efektif di semua varietas |
| Paklobutrazol | 2-4 bulan sebelum waktu berbunga normal | Efek minimal 90 hari, mahal, hanya untuk pohon sehat |
| Strangulasi (manggis) | Mengikuti saran peneliti/penyuluh | Dikerjakan hati-hati agar batang tidak rusak |
7. Lindungi Bunga dari Jamur dan Hama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363326/original/043592900_1790850692-7.jpg)
Setelah bunga muncul, tugas berikutnya adalah menjaganya. Musuh utama bunga mangga di musim hujan adalah antraknosa, penyakit jamur yang membuat bunga menghitam. Menurut UF/IFAS Extension St. Lucie County (2020), jamur ini menyerang bunga, buah muda, daun, dan ranting. Lembar fakta Pacific Pests and Pathogens menjelaskan bahwa spora jamur terpercik hujan ke daun dan bunga lain, dan pada cuaca basah hasil bisa turun.
Ploetz (hlm. 4-5) menyarankan kebersihan kebun, yaitu membuang sumber spora seperti sisa bunga mengering. Di daerah lembap, satu hingga dua kali semprot fungisida saat berbunga dan awal buah sering dibutuhkan. Fungisida berbahan tembaga paling luas diterima. Fact sheet Pacific Pests and Pathogens menyebut tembaga oksiklorida atau mankozeb perlu dipakai tepat waktu. Pilih produk yang terdaftar resmi, ikuti label, dan semprot sebelum hujan turun. UF/IFAS (2025) juga menyarankan menghindari penyemprotan saat panas terik.
Waktu paling rawan ada di awal. Ploetz (hlm. 2-3) menjelaskan bahwa jamur antraknosa membutuhkan air bebas di permukaan tanaman untuk menginfeksi, sehingga hujan dan embun yang berulang sangat membantu penyebarannya. Buah yang masih sangat kecil bisa muncul bercak cokelat lalu gugur jika terinfeksi sejak dini. Setelah buah lebih besar dari sekitar 4 sampai 5 cm, perkembangan infeksi baru berhenti. Karena itu, perlindungan paling penting dilakukan sejak bunga keluar sampai buah muda tumbuh.
Perhatikan juga hama pengisap seperti wereng dan thrips, karena UF/IFAS (2025) mencatat keduanya bisa membuat bunga gugur dan buah gagal terbentuk. Untuk lalat buah, BPTP Jawa Timur menyarankan perangkap metil eugenol sekitar 20 buah per hektare, dipasang sejak buah masih kecil sampai panen.
Advertisement
8. Bantu Penyerbukan, Kuatkan Tangkai, dan Catat Hasilnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363327/original/047433700_1790850692-8.jpg)
Bunga tidak jadi buah tanpa penyerbukan. Pada durian, penyerbukan hanya berlangsung satu malam menurut Putri dan Hariyono (2021, hlm. 300-301), sehingga peluangnya sangat sempit. Kelelawar adalah penyerbuk utama bunga durian. Menjaga kelelawar di sekitar kebun berarti ikut menjaga peluang jadi buah.
Musim berbunga durian pada Oktober hingga November 2017, lalu panen pada Januari hingga awal April 2018. Dari situ terlihat bahwa jarak antara bunga dan panen cukup panjang, sehingga bunga yang selamat dari hujan sangat menentukan hasil akhir.
Kuatkan juga tangkai buah dengan hara mikro seperti anjuran BPTP Jawa Timur. Setelah itu, catat semuanya di buku kebun: tanggal pangkas, pupuk, semprot, bunga muncul, dan buah jadi. Catatan ini membantu menentukan jadwal tahun depan. Sebagai gambaran, BPTP Jawa Timur mencatat panen mangga sekitar 90 sampai 100 hari setelah berbunga. Putri dan Hariyono (2021, hlm. 301) mencatat durian sekitar 90 sampai 115 hari, dan paling lambat sekitar 140 sampai 150 hari.
 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Buah Musim Penghujan
1. Apakah semua tanaman buah bisa dipaksa berbunga saat musim hujan?
Tidak semua. Hasilnya bergantung pada jenis dan varietas pohon. Ploetz (hlm. 4) mencatat kalium nitrat tidak efektif pada semua varietas mangga, dan sebagian riset memang berasal dari mangga. Jadi uji dulu pada beberapa pohon dan jangan langsung diterapkan ke seluruh kebun.
2. Kapan waktu terbaik menyemprot kalium nitrat?
Saat ranting sudah cukup matang. Davenport (2007) menyebut pada mangga di tropis ranting perlu istirahat sekitar empat sampai lima bulan. Jika disemprot terlalu dini, yang keluar adalah daun, bukan bunga. Uji dulu pada beberapa pohon dan ulangi dua minggu sekali sampai bunga muncul.
3. Apakah pupuk nitrogen harus dihentikan total?
Tidak. Nitrogen perlu dibatasi sampai mendekati waktu berbunga, lalu diberikan secukupnya saat bunga muncul agar buah bisa berkembang. Davenport (2007) menjelaskan nitrogen berlebih di cuaca lembap memicu daun muncul berulang kali dan menunda bunga. Pastikan unsur lain tetap lengkap.
4. Kenapa bunga mangga menghitam setelah hujan?
Penyebab yang paling umum adalah antraknosa, penyakit jamur yang menyebar lewat percikan hujan. UF/IFAS Extension St. Lucie County (2020) menyebut gejalanya berupa bercak hitam yang membesar dan membuat bunga mati. Buang sisa bunga dan daun sakit, lalu semprot fungisida terdaftar sebelum hujan sesuai label.
5. Berapa lama dari bunga sampai bisa dipanen?
Berbeda tiap jenis. BPTP Jawa Timur mencatat mangga dipanen sekitar 90 sampai 100 hari setelah berbunga, sedangkan Davenport (2007) menyebut sekitar empat bulan. Durian umumnya 90 sampai 115 hari menurut Putri dan Hariyono (2021, hlm. 301). Catat tanggal bunga muncul agar perkiraan panen lebih akurat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362845/original/009810400_1790832367-cek_fakta_-_bibit_ikan_tawar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362823/original/015208400_1790831366-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-01T120806.334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363319/original/010995100_1790850692-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361976/original/006882400_1790755130-Gemini_Generated_Image_ryh3c0ryh3c0ryh3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359212/original/001468700_1790490708-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356714/original/080743200_1790218168-Gemini_Generated_Image_pibn8epibn8epibn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356222/original/081311700_1790155546-Gemini_Generated_Image_b8d1l4b8d1l4b8d1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355091/original/073542200_1790072894-Gemini_Generated_Image_7voo8y7voo8y7voo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355087/original/064579800_1790072771-pexels-elien-686681350-37825123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562825/original/038877000_1776840762-pexels-quang-nguyen-vinh-222549-6870809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3343315/original/097583500_1610069587-7-manfaat-bunga-pepaya-untuk-kesehatan-lawsn-radikal-bebas-hingga-atasi-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307862/original/074587100_1785117040-c28e2863-cfc2-4029-a451-d9ede2dbb9e6.jpg)