Liputan6.com, Jakarta Cara stek alpukat adalah teknik memperbanyak pohon secara vegetatif dengan memotong pucuk batang muda, lalu merangsangnya membentuk akar baru. Hasilnya berupa bibit yang sifatnya identik dengan pohon induk unggul.
Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan batang setengah berkayu, pelukaan pangkal, pemberian hormon perakaran, serta menjaga kelembapan tinggi. Meski tergolong sulit berakar, cara stek alpukat tetap bisa dilakukan di rumah dengan kesabaran.
Alpukat (Persea americana) dikenal sebagai tanaman berkayu yang sulit membentuk akar adventif pada steknya, sehingga persentase keberhasilannya kerap tidak setinggi tanaman lain. Karena itu, para peneliti hortikultura terus menyempurnakan teknik seperti pelukaan batang, pemberian auksin, hingga etiolasi untuk mendongkrak jumlah akar yang tumbuh. Metode ini menjadi jalan tengah antara menanam alpukat dari biji yang lama berbuah dan bibit sambung yang harganya lebih mahal.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026).
Cara Stek Alpukat dengan Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361977/original/017532200_1790755130-Gemini_Generated_Image_m6qro4m6qro4m6qr.jpg)
Metode paling umum dalam cara stek alpukat adalah menancapkan potongan batang langsung ke media tanam yang porous. Lakukan pada awal musim penghujan atau ketika tanaman sedang aktif tumbuh agar peluang berakar lebih besar.
Menurut para ahli berkebun, waktu terbaik mengambil stek adalah awal musim semi atau akhir musim panas di negara empat musim, yang setara dengan periode pertumbuhan aktif pada iklim tropis Indonesia.
-
Pilih batang yang tepat: Gunakan batang setengah berkayu (semi-hardwood) sebesar pensil, panjang sekitar 15-20 cm, berasal dari pertumbuhan musim berjalan, memiliki 2-3 ruas, dan minimal satu tunas yang belum membuka.
-
Potong secara miring: Gunakan gunting steril, potong tepat di bawah ruas dengan sudut diagonal. Buang daun pada sepertiga bagian bawah dan sisakan dua sampai tiga helai daun di atas untuk fotosintesis.
-
Lukai pangkal batang: Kerok dua sisi kulit pangkal sepanjang 0,5-1 cm. Teknik pelukaan atau wounding ini terbukti meningkatkan peluang munculnya akar.
-
Beri hormon perakaran: Celupkan pangkal ke hormon IBA (indole butyric acid) untuk memicu pertumbuhan akar. Jika tidak ada, gunakan alternatif alami seperti gel lidah buaya.
-
Siapkan media porous: Campur gambut atau cocopeat dengan perlit perbandingan 1:1 (bisa juga perlit dan vermikulit). Media harus lembap dan berdrainase baik, lalu tancapkan pangkal sedalam 2-3 cm.
-
Buat sungkup kelembapan: Tutup pot dengan plastik bening atau kubah agar kelembapan tetap tinggi, sekitar 80 persen. Buka setiap dua hari untuk mengganti udara dan semprot bila media mengering.
-
Jaga suhu hangat: Letakkan di tempat terang tanpa sinar matahari langsung dengan suhu media sekitar 24-27 derajat Celsius, karena kehangatan sangat menentukan keberhasilan.
-
Cek pertumbuhan akar: Setelah 6-10 minggu, tarik stek dengan lembut. Adanya tahanan menandakan akar sudah terbentuk, sedangkan pangkal yang menghitam berarti stek gagal.
Â
Advertisement
Cara Stek Alpukat di Media Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353864/original/028938800_1789981291-A5341mjOpvFN80LUHqSaKGP74JXdUPLtoCLjhpO8.jpg)
Selain media padat, cara stek alpukat juga bisa dimulai di dalam air, terutama bagi pemula yang ingin memantau kemunculan akar secara langsung. Metode ini praktis, meski akar yang terbentuk cenderung lebih rapuh saat dipindahkan.
-
Siapkan stek dan wadah: Gunakan gelas atau toples bening berisi air bersih, lalu pilih stek yang sudah dilukai dan diberi hormon perakaran.
-
Rendam pangkal batang: Masukkan pangkal ke dalam air dan pastikan daun tetap berada di atas permukaan agar tidak membusuk.
-
Ganti air secara rutin: Tukar air setiap beberapa hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang memicu pembusukan.
-
Tempatkan di cahaya tidak langsung: Letakkan wadah di area hangat dekat jendela dengan sinar teduh agar batang tidak stres.
-
Pindahkan setelah berakar: Begitu akar muncul dan cukup panjang, pindahkan stek secara hati-hati ke pot berisi media tanam porous agar tumbuh lebih kokoh.
Sebagian pekebun melaporkan keberhasilan menstek alpukat di dalam air, meskipun perakaran pada media padat umumnya lebih kuat dan tahan saat dipindah ke lahan. Teknik serupa juga dipakai pada berbagai pohon buah yang diperbanyak dengan stek.
Faktor Penentu Keberhasilan Stek Alpukat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557116/original/062571400_1776318735-Gemini_Generated_Image_5fzy8t5fzy8t5fzy.jpeg)
Keberhasilan stek alpukat dipengaruhi banyak variabel yang saling berkaitan. Memahami faktor-faktor ini membantu menekan risiko kegagalan yang memang cukup tinggi pada tanaman satu ini.
Merujuk sebuah riset propagasi vegetatif, faktor seperti genetika, kelembapan, suhu, musim, kesehatan pohon induk, jumlah daun, pemberian hormon, hingga pelukaan batang sama-sama menentukan tingkat perakaran.
Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan.
-
Kondisi pohon induk: Ambil stek dari pohon yang sehat, subur, dan produktif pada masa pertumbuhan aktif agar cadangan energinya cukup.
-
Jenis batang: Pilih batang setengah berkayu, bukan pucuk yang terlalu lunak dan bukan batang tua yang keras.
-
Pelukaan pangkal: Mengerok kulit di dua sisi pangkal merangsang jaringan membentuk akar baru.
-
Hormon perakaran: Auksin sintetis seperti IBA mempercepat dan menyeragamkan akar. Mengacu pada riset yang dipublikasikan Research Square, gel lidah buaya sebagai hormon alami mampu memicu 100 persen tunas dan akar pada stek batang setengah berkayu dalam enam minggu.
-
Kelembapan tinggi: Sungkup plastik menjaga kelembapan sekitar 80 persen sehingga stek tidak layu sebelum berakar.
-
Suhu media: Kehangatan sekitar 24-27 derajat Celsius mendukung munculnya akar dan mencegah pembusukan.
-
Etiolasi: Teknik profesional dengan menggelapkan tunas sehingga kulitnya memucat. Merujuk buku panduan batang bawah dari University of California, etiolasi diperlukan karena alpukat sulit berakar dari kulit yang masih hijau.
-
Pemilihan varietas: Berdasarkan penelitian yang terbit di jurnal Horticulturae, sebagian varietas jauh lebih mudah berakar; varietas Dusa bahkan mencapai tingkat perakaran 82 persen.
-
Sterilisasi alat: Gunting dan pisau yang bersih mencegah penyebaran penyakit yang berujung busuk pangkal.
Â
Advertisement
Merawat dan Menanam Bibit Alpukat Hasil Stek
Setelah akar terbentuk, bibit stek belum boleh langsung dijemur atau ditanam di lahan terbuka. Lakukan aklimatisasi dengan memperkenalkan sinar matahari secara bertahap selama satu hingga dua minggu, dimulai dari tempat teduh lalu menambah intensitas cahaya perlahan. Tahap ini penting agar daun tidak terbakar dan tanaman tidak mengalami syok.
Selanjutnya, pindahkan bibit ke pot yang lebih besar berisi media gembur dan berdrainase baik. Siram hanya ketika lapisan atas media terasa kering, dan hindari genangan air karena alpukat sangat rentan busuk akar. Pemupukan dengan pupuk seimbang berpelepasan lambat dapat diberikan setelah tanaman menunjukkan tunas baru. Teknik ini serupa dengan yang diterapkan saat menanam alpukat di halaman rumah agar tumbuh subur.
Waspadai beberapa masalah umum. Pangkal yang lunak, menghitam, dan berbau menandakan pembusukan akibat media terlalu basah, sedangkan daun yang mengering menandakan kelembapan kurang. Hama seperti kutu daun dan tungau laba-laba dapat diatasi dengan penyemprotan minyak nimba secara berkala. Menjaga sirkulasi udara dan kelembapan yang seimbang adalah kunci agar stek bertahan hidup.
Sebagai perbandingan, sebagaimana dilaporkan California Avocado Society, upaya memperbanyak alpukat lewat cangkok udara secara historis memberi hasil yang sangat rendah, sehingga banyak pekebun lebih memilih sambung atau teknik mencangkok untuk tanaman berkambium lain. Meski begitu, mengembangkan alpukat sendiri tetap sepadan mengingat beragam manfaat alpukat untuk kesehatan dan nilai ekonominya yang tinggi.
Baca juga: 5 Cara Menanam Pohon Alpukat di Halaman Rumah agar Cepat Berbuah
Baca juga: 7 Cara Merangsang Alpukat di Lahan Sempit agar Berbuah Lebat
Baca juga: 6 Cara Menanam Alpukat agar Tidak Terlalu Tinggi
Baca juga: 7 Cara Menanam Alpukat dengan Perawatan Minimal
Baca juga: 7 Cara Menanam Alpukat dalam Ruangan agar Tumbuh Sehat
Baca juga: Cara Menanam Biji Alpukat dari Air hingga Media Tanam
Baca juga: Cara Menanam Alpukat Satu Kali Tapi Bisa Panen Berkali-kali
Baca juga: 8 Jenis Pohon Buah yang Paling Mudah Dicangkok untuk Pemula
Baca juga: Cara Mencangkok Pohon Jambu agar Cepat Berakar dan Berbuah
Baca juga: 5 Cara Mencangkok Mangga agar Cepat Berakar dan Berbuah
Baca juga: 20 Manfaat Alpukat untuk Kesehatan dan Kecantikan
Baca juga: 22 Manfaat Alpukat bagi Kecantikan dan Kesehatan Tubuh
Baca juga: Manfaat Hebat Alpukat, Tinggi Serat dan Vitamin Berlimpah
Baca juga: Manfaat Alpukat untuk Kesehatan, Kecantikan, dan Diet Sehat
Baca juga: Mencangkok, Metode Perbanyak Tanaman dan Cara yang Benar
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Stek Alpukat
Apakah alpukat benar-benar bisa diperbanyak dengan stek?
Bisa, tetapi alpukat termasuk tanaman berkayu yang sulit berakar sehingga tingkat keberhasilannya relatif rendah. Peluang tumbuh akan meningkat jika Anda memakai batang setengah berkayu, melukai pangkal, memberi hormon perakaran, serta menjaga kelembapan dan kehangatan.
Berapa lama stek alpukat mulai tumbuh akar?
Umumnya akar mulai terbentuk dalam waktu sekitar 6 hingga 10 minggu, tergantung suhu, kelembapan, dan kualitas batang. Anda dapat memeriksanya dengan menarik stek secara lembut; jika terasa ada tahanan, artinya akar sudah mulai mencengkeram media.
Apakah pohon alpukat hasil stek bisa berbuah?
Bisa, dan buahnya akan mewarisi sifat pohon induk karena stek menghasilkan tanaman klon. Namun, pohon dari stek biasanya membutuhkan waktu cukup lama, sekitar tujuh sampai delapan tahun, sebelum mulai berbuah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362040/original/020203500_1790756057-Cek_fakta_gubernur_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361803/original/099544000_1790748121-Cek_fakta_Bantuan_sembako.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361976/original/006882400_1790755130-Gemini_Generated_Image_ryh3c0ryh3c0ryh3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483939/original/054865500_1769408172-pohot_alpukan_berbunga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878087/original/027138900_1719566267-IMG_2916.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335016/original/008836400_1787908280-01M13P53GSS9HX3TQ38QGMKW8Y.jpg)