Liputan6.com, Jakarta Cara cangkok alpukat adalah teknik perbanyakan vegetatif dengan menumbuhkan akar pada cabang yang masih menempel di pohon induk. Metode ini menghasilkan bibit yang sifatnya identik dengan induk sehingga rasa dan kualitas buahnya tetap terjaga.
Secara ringkas, cara cangkok alpukat dikerjakan dengan menyayat kulit cabang, mengerok kambium, lalu membungkus luka memakai media tanam lembap sampai berakar. Begitu akar cukup kuat, cabang dipotong dan ditanam menjadi bibit baru.
Alpukat (Persea americana) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman ini umumnya diperbanyak secara vegetatif untuk mempertahankan karakteristik varietas.
Advertisement
Melansir The Packer, pohon alpukat yang ditanam dari biji membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh tahun untuk menghasilkan buah, dengan karakter buah yang belum tentu sama dengan tanaman induknya.
Oleh karena itu, berbeda dengan cara menanam alpukat dari biji yang hasilnya sulit ditebak, cangkok dipilih untuk menjaga keseragaman sifat unggul.
Cara Cangkok Alpukat dengan Media Lumut Sphagnum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363208/original/070157100_1790844527-avocado.jpg)
Cara cangkok alpukat yang paling umum memakai lumut sphagnum sebagai media karena ringan serta mampu menahan kelembapan tanpa membuat luka becek. Langkah berikut merangkum proses dari pemilihan cabang sampai akar terbentuk, mirip teknik mencangkok tanaman berkambium pada umumnya.
-
Pilih Cabang yang Sehat: Alpukat (Persea americana) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman ini umumnya diperbanyak secara vegetatif untuk mempertahankan karakteristik varietas. Melansir The Packer, pohon alpukat yang ditanam dari biji membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh tahun untuk menghasilkan buah, dengan karakter buah yang belum tentu sama dengan tanaman induknya.
-
Buat Sayatan Melingkar: Kupas kulit cabang selebar sekitar 3-5 cm mengelilingi batang, atau kira-kira dua kali diameter cabang.
-
Kerok Kambium: Bersihkan lapisan kambium yang licin seperti lendir sampai permukaan kayu terasa kering dan tampak pucat.
-
Oleskan Hormon Perangsang Akar: Beri zat perangsang akar berbahan auksin (IBA) pada bagian atas luka untuk mempercepat munculnya akar.
-
Bungkus dengan Lumut Lembap: Rendam lumut sphagnum lalu peras hingga selembap spons, kemudian tempelkan mengelilingi seluruh luka sayatan.
-
Tutup dengan Plastik: Balut lumut dengan plastik bening atau polietilen, lalu ikat kedua ujungnya rapat agar kelembapan terkunci.
-
Tambahkan Aluminium Foil: Bila cabang terkena sinar matahari langsung, lapisi plastik dengan aluminium foil supaya media tidak kepanasan.
-
Pantau Kelembapan: Periksa media setiap pekan; jika mengering, semprotkan air karena media yang kering membuat cangkok gagal.
-
Potong dan Tanam: Setelah akar terlihat menembus lumut, umumnya dalam 6 hingga 12 minggu, potong cabang di bawah zona akar lalu tanam di pot.
Melansir Family Handyman, Jeff Wasielewski dari UF/IFAS Extension menjelaskan bahwa cangkok udara tidak dapat diterapkan pada semua jenis tanaman dikotil. Karena itu, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apakah tanaman yang akan diperbanyak sesuai dengan metode tersebut.
Baca juga: tips memilih bibit cangkok yang bagus dan cara mencangkok pohon jambu sebagai perbandingan.
Advertisement
Cara Cangkok Alpukat dengan Media Tanah dan Sabut Kelapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363209/original/075200400_1790844527-alpukat_3.jpg)
Selain lumut, cara cangkok alpukat secara tradisional memakai campuran tanah subur dengan sabut kelapa atau kompos sebagai media pembungkus. Prinsipnya sama seperti pemahaman umum bahwa mencangkok adalah memancing akar tumbuh di cabang sebelum dipisah dari induk.
-
Siapkan Media Tanam: Campurkan tanah gembur dengan kompos dan sabut kelapa atau gambut hingga lembap merata.
-
Pilih dan Bersihkan Cabang: Tentukan cabang tua yang sehat dan lurus, lalu bersihkan daun di sekitar titik cangkok.
-
Sayat dan Kupas Kulit: Sayat kulit melingkar sepanjang 3-5 cm, kemudian kelupas hingga bagian dalam batang terlihat.
-
Kerok Kambium: Kerok lapisan lendir sampai kayu terasa kering agar kulit tidak tumbuh menutup kembali.
-
Angin-anginkan Luka: Diamkan luka satu hingga dua hari supaya getah mengering sebelum ditutup media.
-
Balut dengan Media: Tempelkan media lembap mengelilingi luka, bungkus dengan plastik atau sabut, lalu ikat kedua ujungnya.
-
Jaga Kelembapan: Siram atau suntikkan air secara berkala agar media tetap lembap sampai akar tumbuh.
Mengacu pada laporan FAO, metode cangkok atau marcotting telah dipraktikkan di China sejak ribuan tahun lalu dan menjadi salah satu metode perbanyakan tanaman yang populer.
Dalam prosesnya, jaringan kambium pada bagian yang dicangkok perlu dibersihkan agar tidak kembali membentuk jaringan kulit, sehingga tanaman dapat membentuk akar pada area tersebut.
Laporan yang sama menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan metode ini di pembibitan komersial umumnya dapat mencapai lebih dari 80 persen.
Baca juga: tujuan mencangkok dan panduan lengkap mencangkok tanaman untuk hasil maksimal.
Cara Merawat dan Memindahkan Hasil Cangkok Alpukat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363210/original/079916700_1790844527-alpukat_2.jpg)
Setelah akar terbentuk, cara cangkok alpukat belum selesai karena bibit muda masih rawan stres ketika dipisah dari induk. Perawatan yang tepat menentukan apakah bibit bertahan hingga siap ditanam di halaman rumah.
-
Potong di Bawah Zona Akar: Gunakan gergaji atau pisau tajam untuk memotong cabang tepat di bawah gumpalan akar setelah akar tampak kuat.
-
Kurangi Sebagian Daun: Buang sebagian daun dan ranting agar penguapan berkurang dan energi terfokus pada pemulihan akar.
-
Tanam di Media Subur: Pindahkan ke pot berisi campuran tanah gembur dan kompos dengan drainase baik.
-
Letakkan di Tempat Teduh: Simpan bibit di lokasi ternaung beberapa hari hingga dua minggu supaya beradaptasi.
-
Siram Secukupnya: Jaga media tetap lembap dan hindari genangan yang memicu busuk akar.
-
Aklimatisasi Bertahap: Kenalkan bibit ke sinar matahari sedikit demi sedikit sebelum dipindah ke lahan terbuka.
-
Beri Pupuk Ringan: Setelah muncul tunas baru, berikan pupuk berimbang dalam dosis kecil untuk mendorong pertumbuhan.
Bibit hasil cangkok cocok untuk lahan sempit maupun pot, termasuk saat Anda ingin menanam alpukat dalam ruangan. Perawatan sederhana secara rutin sudah cukup, seperti diuraikan pada cara menanam alpukat dengan perawatan minimal, sebelum berlanjut ke tahap merangsang pohon alpukat agar cepat berbuah.
Advertisement
Faktor Penentu Keberhasilan Cangkok Alpukat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363211/original/085075000_1790844527-cangkok.jpg)
Alpukat termasuk tanaman yang tidak mudah berakar sehingga hasil cangkok sangat dipengaruhi kondisi cabang, media, dan waktu pengerjaan. Merujuk Gardening Know How, mencangkok maupun menyambung tanaman alpukat tergolong cukup sulit dan tingkat keberhasilannya dapat rendah, bahkan bagi kalangan profesional. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting dalam proses perbanyakan tanaman tersebut.
Banyak pekebun memilih metode perbanyakan vegetatif dibandingkan menanam alpukat dari biji yang hasilnya cenderung sulit diprediksi. Melansir Birds and Blooms, Christy Wilhelmi, pendiri Gardenerd, menyebut bahwa menanam alpukat dari biji memang memungkinkan, tetapi metode tersebut tidak direkomendasikannya.
Beberapa faktor utama yang menentukan keberhasilan cangkok alpukat antara lain sebagai berikut.
-
Usia dan Posisi Cabang: Cabang muda berumur sekitar satu tahun dengan daun cukup dan cahaya baik cenderung lebih cepat berakar dibanding cabang tua.
-
Kambium Bersih Total: Sisa kambium akan menutup luka dan membentuk kalus alih-alih akar, sehingga pengerokan harus tuntas.
-
Keseimbangan Kelembapan: Media harus lembap seperti spons, bukan basah kuyup, agar cabang tidak membusuk.
-
Waktu Pengerjaan: Lakukan saat pohon sedang tumbuh aktif karena aliran zat pemicu akar sedang berada pada puncaknya.
-
Pencahayaan: Cahaya tersaring dan pengerjaan pada hari mendung membantu menekan penguapan berlebih.
-
Kualitas Pohon Induk: Pilih induk yang produktif, sehat, dan bebas penyakit agar bibit mewarisi sifat unggul.
-
Media dan Hormon: Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam jurnal MDPI, perlakuan etiolasi menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengakaran tunas alpukat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan IBA dengan konsentrasi 2.500 mg/L menghasilkan tingkat pengakaran hingga 82 persen pada rootstock Dusa.
Perlu diperhatikan bahwa akar alpukat hasil cangkok cenderung lebih tipis, jarang, dan rentan patah saat tanaman dipindahkan. Merujuk Blooming Expert, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan ketika melakukan pemindahan tanaman hasil cangkok agar akar tidak mengalami kerusakan.
Sebagai alternatif, metode penyambungan atau okulasi sering digunakan dalam perbanyakan tanaman alpukat. Merujuk National Library of Medicine, penyambungan dapat membantu pohon mencapai masa produktif lebih cepat dibandingkan tanaman yang diperbanyak dari biji.
Sementara itu, mengutip Cooperative Extension Ventura County, alpukat sebaiknya disambung pada musim pertumbuhan ketika kulit kayu lebih mudah dipisahkan. Teknik ini mirip yang dijelaskan pada cara membuat pohon buah pendek lewat grafting, serta ragam pohon buah yang diperbanyak dengan stek.
Baca juga: cara menanam alpukat agar tidak terlalu tinggi, daftar jenis pohon buah yang mudah berbuah, dan tips menanam pohon alpukat bagi pemula.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cangkok Alpukat
Berapa lama cangkok alpukat mulai berakar?
Umumnya akar mulai muncul dalam 6 hingga 12 minggu, tergantung usia cabang, jenis media, tingkat kelembapan, dan cuaca. Pada alpukat prosesnya bisa lebih lama karena termasuk tanaman yang tidak mudah berakar.
Apakah pohon alpukat sulit dicangkok?
Ya, alpukat tergolong sulit dicangkok dan akar yang terbentuk cenderung tipis serta rapuh, sehingga sebagian pekebun memilih okulasi atau sambung pucuk sebagai alternatif yang lebih andal untuk produksi buah.
Kapan waktu terbaik mencangkok alpukat?
Waktu terbaik adalah saat pohon sedang tumbuh aktif, biasanya awal musim penghujan, ketika kulit kayu mudah dikupas dan aliran zat pemicu akar sedang tinggi sehingga akar lebih cepat terbentuk.
Dengan menguasai cara cangkok alpukat dari pemilihan cabang, pengerokan kambium, pemberian media, hingga perawatan bibit, Anda berpeluang memperbanyak pohon favorit tanpa menunggu bertahun-tahun. Terapkan pula prinsip merangsang pohon buah agar cepat berbunga, ikuti langkah menanam pohon alpukat agar cepat berbuah, dan pelajari strategi menanam alpukat sekali tanam untuk panen berkali-kali agar kebun di rumah semakin produktif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362845/original/009810400_1790832367-cek_fakta_-_bibit_ikan_tawar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362823/original/015208400_1790831366-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-01T120806.334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363207/original/064758400_1790844527-alpukat_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354859/original/058078900_1790065286-LzoAToOvhNh0TtcE23hsU7rnD3ckqaPmwj6X7MN0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354855/original/020105300_1790065282-OdIL8IK5AYXooydWa8bmlAUsqS8wLrtMqwjNAEGR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351120/original/063608400_1789641056-01M2NX1E22N6KEQ5J37JEW8SD7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351106/original/037061800_1789641042-01M2NVYXFJH47J38HCGMAD35CJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329944/original/022729000_1787305484-The_Treasury_Department_North_side_20240601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316740/original/064201100_1785985832-Foto_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316635/original/051316300_1785980167-af4b0467-9288-4a82-9ac3-df66120501c6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310268/original/015420000_1785312268-Ilustrasi_ajarkan_anak_soal_uang-29_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297823/original/053722400_1784108003-IMG_4503.jpg)