Cara Mencangkok Pohon Jambu agar Cepat Berakar dan Berbuah

Cara mencangkok pohon jambu langkah demi langkah, mulai memilih cabang, mengerok kambium, membungkus media, hingga merawat cangkokan sampai berakar.

Diterbitkan 13 September 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Banyak pekebun rumahan ingin punya pohon jambu dengan buah semanis pohon favorit di halaman, tanpa menunggu bertahun-tahun dari biji. Jalan pintasnya adalah cara mencangkok pohon jambu, yaitu teknik memperbanyak tanaman yang merangsang akar tumbuh pada cabang selagi masih menempel di induknya.

Secara singkat, cara mencangkok pohon jambu dikerjakan dengan menyayat kulit cabang, mengerok kambium, lalu membungkus luka itu dengan media tanam lembap sampai berakar. Begitu akar cukup kuat, cabang dipotong dan ditanam menjadi bibit yang sifatnya identik dengan pohon induk.

Apa Itu Mencangkok dan Mengapa Cocok untuk Pohon Jambu

Apa itu mencangkok? Mencangkok merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang merangsang akar tumbuh pada sebuah cabang tanpa memisahkannya lebih dulu dari pohon induk. Merujuk panduan Royal Horticultural Society, mencangkok adalah cara memperbanyak pohon dan semak dari batang yang masih menempel pada induk, dengan membungkus batang memakai media lembap agar akar terangsang tumbuh.

Metode ini bukan hal baru dan sudah dikenal sejak lama di kawasan Cina serta Jepang. Karena cabang tetap tersambung ke induk selama proses berlangsung, risikonya kecil. Dilansir dari Clemson Cooperative Extension, bagian yang dicangkok tetap memperoleh pasokan air penting dari pohon induk, berbeda dengan stek yang telah dipotong sehingga mudah mengering dan gagal. Faktor inilah yang membuat cara mencangkok pohon jambu tergolong ramah bagi pemula.

Pohon jambu tergolong tanaman berkambium yang responsif terhadap teknik ini. Sebagaimana diungkapkan Gardening Know How,tanaman dari biji sering butuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk matang dan belum tentu identik dengan induknya. Sebaliknya,metode cangkok mampu menghasilkan tanaman berukuran layak dalam waktu sekitar satu tahun, sehingga jambu hasil cangkok umumnya lebih cepat berbuah.

Keunggulan itu diakui kalangan praktisi tanaman. Dikutip dari Bumble Plants, mencangkok dinilai,"jelas memiliki cakupan keunggulan yang lebih luas dan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi".

Perbandingan Mencangkok, Stek, dan Menanam dari Biji

Setiap teknik perbanyakan punya kelebihan dan kelemahannya sendiri. Tabel berikut merangkum posisi mencangkok dibandingkan stek dan penanaman dari biji.      

Aspek Mencangkok Stek Biji
Kesamaan sifat dengan induk Identik Identik Bisa berbeda
Kecepatan berbuah Lebih cepat Sedang Paling lama
Keberhasilan pada kayu keras Tinggi Cenderung rendah Tinggi
Dampak ke pohon induk Minim Cabang terpotong Tidak ada

Alat dan Bahan untuk Mencangkok Jambu

Sebelum praktik, seluruh alat dan bahan untuk mencangkok jambu sebaiknya disiapkan lengkap supaya prosesnya tidak terputus di tengah jalan. Peralatannya sederhana dan mudah ditemukan di rumah maupun toko pertanian.

Alat dan Bahan Fungsi
Pisau tajam dan steril Menyayat kulit cabang serta mengerok kambium dengan bersih
Media lembap (sphagnum moss, serabut kelapa, atau campuran tanah dan pupuk kandang) Menyelimuti luka sayatan dan menjaga kelembapan tempat akar tumbuh
Plastik bening atau lembaran polietilen Membungkus media agar kelembapan terkunci
Tali rafia atau kawat pengikat Mengikat bungkusan pada bagian atas dan bawah
Hormon perangsang akar (opsional) Mempercepat dan meningkatkan peluang keberhasilan pembentukan akar

Untuk media, sphagnum moss banyak dipilih karena daya serapnya tinggi;jenis moss ini disebut mampu menahan air hingga 20 kali beratnya dengan penguapan yang lambat. Sementara itu, penggunaan hormon perangsang akar bersifat pilihan. Mengutip Epic Gardening, zat perangsang akar memang dapat mempercepat proses, tetapi tidak wajib dan tanaman tetap bisa berakar tanpanya.

Langkah-Langkah Cara Mencangkok Pohon Jambu

Rangkaian cara mencangkok pohon jambu mengikuti empat tahap besar, yaitu memilih bahan, menyayat batang, membungkus media, dan menunggu akar tumbuh. Tiap tahap dikerjakan berurutan supaya kambium benar-benar hilang dan akar terangsang muncul.

Memilih Induk dan Cabang yang Tepat

Langkah awal adalah menentukan pohon induk yang sehat dan produktif, sebab sifat unggul induk akan menurun sepenuhnya pada bibit. Cabang yang dipilih sebaiknya lurus, cukup tua, dan bebas penyakit.

Untuk hasil optimal, pilih cabang yang ukurannya minimal sebesar pensil atau lebih besar, dengan posisi yang cukup terkena sinar matahari agar fotosintesis tetap berjalan.

Menyayat Kulit dan Mengerok Kambium

Berdasarkan keterangan Bob Vila, kulit batang dikerat dengan dua sayatan melingkar berjarak beberapa sentimeter, lalu dihubungkan dengan satu sayatan tegak sebelum kulit di antaranya dikelupas, dan lapisan kambium di bawahnya dikerok. Pengerokan kambium ini krusial karena

jaringan kambium yang kehijauan harus dibersihkan agar luka tidak menutup kembali membentuk kalus. Setelah getah atau lendirnya hilang dan kayu terasa tidak licin, luka dibiarkan mengering sebentar.

Membungkus dengan Media dan Mengikat

Bila memakai hormon, olesan tipis diberikan pada luka, kemudian media lembap dibalutkan menyelimuti sayatan. Media sebaiknya lembap seperti spons yang diperas, sebab air berlebih justru memicu pembusukan jaringan tanaman. Bungkusan lalu ditutup plastik atau serabut dan diikat kuat pada bagian bawah dan atas; lapisan plastik ini menahan agar luka tidak menyembuh menutup selama beberapa minggu ke depan. Jika memakai plastik, sisakan lubang kecil sebagai jalan pembuangan air.

Perawatan Cangkokan hingga Siap Ditanam

Setelah terbungkus rapi, perawatan telaten menjadi penentu keberhasilan cara mencangkok pohon jambu. Penyiraman rutin dan pemantauan kelembapan media adalah dua hal yang tidak boleh terlewat sampai akar benar-benar terbentuk.

Menjaga Kelembapan dan Waktu Berakar

Media dijaga tetap lembap dengan penyiraman teratur, umumnya pagi dan sore, tanpa membuatnya tergenang. Soal durasi, sebagaimana dilaporkan Iowa State University Extension, akar baru biasanya terbentuk dalam waktu 6 hingga 12 minggu, bahkan bisa lebih lama tergantung jenis tanamannya. Pada iklim hangat,jambu kerap lebih cepat dengan akar mulai muncul dalam kisaran 20 sampai 45 hari bergantung cuaca.

Memindahkan Cangkokan yang Sudah Berakar

Cangkokan tidak boleh dipotong terburu-buru sebelum akarnya kuat.

Ketika sistem akar sudah berkembang baik dan tampak jelas memenuhi media dengan panjang beberapa sentimeter, batang dipotong tepat di bawah ikatan bagian bawah. Selanjutnya,bibit ditanam di wadah berisi media tanam, disiram cukup, lalu ditempatkan pada cahaya terang yang tidak langsung sampai tanaman mapan.Menaruh pot di tempat teduh sebagian selama beberapa hari pertamamembantu bibit beradaptasi sebelum dipindah ke lokasi tetap.

Kesalahan yang Sering Membuat Cangkokan Gagal

Beberapa kegagalan cangkok sebenarnya berulang dan mudah dihindari. Kesalahan paling umum adalah media yang terlalu basah sehingga jaringan membusuk, kambium yang tidak dikerok bersih sehingga luka kembali menyatu, serta memotong cangkokan sebelum akarnya memadai. Media yang justru dibiarkan mengering juga menghambat pembentukan akar, begitu pula pemilihan cabang yang terlalu tua, terlalu kecil, atau berpenyakit.

Kabar baiknya, risiko ke pohon induk sangat kecil. Selama bahan cangkok belum dilepas sebelum berakar, tanaman induk tidak rusak oleh proses ini, sehingga percobaan yang gagal pun tidak merugikan pohon utama. Prinsip yang sama membuat metode ini aman diulang pada banyak tanaman buah;buah seperti apel, pir, dan jeruk pun umum diperbanyak dengan cara dicangkok.

Teknik ini dapat dipraktikkan pada pohon buah lain dengan penyesuaian kecil. Prinsip cara mencangkok pohon mangga pada dasarnya sama, sedangkan untuk tanaman yang lebih sulit berakar sebagian pekebun memilih teknik sambung pucuk sebagai alternatif perbanyakan.

Singkatnya, cara mencangkok pohon jambu dapat dipahami sebagai teknik memperbanyak tanaman dengan merangsang akar pada cabang yang masih menempel di induk, lewat rangkaian menyayat kulit, mengerok kambium, membungkus media lembap, dan merawatnya hingga berakar. Dengan pemilihan cabang yang tepat serta kelembapan media yang terjaga, satu cabang jambu unggul bisa berubah menjadi bibit baru yang identik dan lebih cepat berbuah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6