Liputan6.com, Jakarta - Alpukat termasuk tanaman buah yang banyak ditanam di pekarangan rumah. Selain bisa tumbuh di kebun, tanaman ini juga dapat dibudidayakan di halaman yang terbatas selama kebutuhan cahaya, air, dan ruang tumbuhnya terpenuhi.
Salah satu cara yang menarik perhatian penghobi tanaman adalah cara stek alpukat dengan bawang merah. Bahan dapur ini kerap digunakan dalam praktik berkebun rumahan karena dianggap dapat membantu merangsang pertumbuhan akar pada potongan batang tanaman.
Namun, cara stek alpukat dengan bawang merah perlu dilakukan dengan tepat. Pasalnya, alpukat termasuk tanaman yang tidak selalu mudah diperbanyak melalui stek batang. Keberhasilannya dipengaruhi oleh kondisi batang, kelembapan media tanam, kebersihan alat, dan perawatan setelah penanaman.
Advertisement
Bahan dan Alat untuk Stek Alpukat dengan Bawang Merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384556/original/089493500_1793175963-Gemini_Generated_Image_qhjngiqhjngiqhjn.jpg)
Sebelum memulai proses penyetekan, siapkan beberapa bahan dan alat berikut:
- Batang alpukat yang sehat dan tidak terserang hama atau penyakit.
- 1–2 siung bawang merah berukuran sedang.
- Air bersih secukupnya.
- Pisau atau gunting pangkas yang tajam dan bersih.
- Pot kecil dengan lubang drainase.
- Media tanam berupa campuran cocopeat dan perlite atau pasir kasar yang bersih.
- Plastik bening untuk membantu menjaga kelembapan.
- Botol atau wadah untuk membuat larutan bawang merah.
Gunakan alat pangkas yang bersih untuk mengurangi risiko masuknya patogen ke bagian batang yang terluka. Media tanam juga sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik agar pangkal stek tidak mudah membusuk.
Advertisement
Cara Stek Alpukat dengan Bawang Merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361976/original/006882400_1790755130-Gemini_Generated_Image_ryh3c0ryh3c0ryh3.jpg)
Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba untuk memperbanyak tanaman alpukat melalui stek batang.
1. Pilih Batang Alpukat yang Sehat
Pilih batang dari tanaman induk yang sehat, tumbuh aktif, dan tidak menunjukkan tanda serangan hama. Batang yang terlalu muda biasanya masih lunak, sedangkan batang yang terlalu tua cenderung lebih sulit membentuk akar.
Sebagai percobaan awal, gunakan batang semi-kayu yang sudah cukup kokoh tetapi belum terlalu keras. Potong batang sepanjang sekitar 10–15 cm dengan beberapa mata tunas atau ruas daun.
Perlu diingat, panjang tersebut merupakan panduan awal, bukan ukuran mutlak yang menjamin keberhasilan stek alpukat.
2. Buat Larutan Bawang Merah
Kupas satu atau dua siung bawang merah, kemudian haluskan menggunakan alat yang bersih. Campurkan dengan sedikit air bersih dan aduk hingga merata.
Diamkan sebentar, lalu saring untuk memisahkan ampasnya. Larutan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan percobaan sebelum batang ditanam.
Hindari membuat larutan terlalu pekat atau membiarkannya tersimpan terlalu lama pada suhu ruang. Larutan bawang merah yang tidak higienis justru berpotensi membawa mikroorganisme yang merugikan.
3. Potong Batang Alpukat dengan Benar
Potong batang menggunakan pisau atau gunting pangkas yang tajam. Buat potongan bagian bawah tepat di bawah ruas batang agar permukaan potongannya rapi.
Buang daun yang berada di bagian bawah batang. Jika terdapat daun berukuran besar, kurangi sebagian luas permukaannya untuk membantu menekan kehilangan air.
Sisakan beberapa daun sehat di bagian atas. Daun tetap dibutuhkan untuk fotosintesis, tetapi jumlah dan ukurannya perlu disesuaikan agar batang tidak terlalu cepat kehilangan kelembapan.
4. Celupkan Pangkal Batang ke Larutan Bawang Merah
Celupkan bagian pangkal batang ke dalam larutan bawang merah selama beberapa menit sebagai percobaan. Setelah itu, segera tanam batang pada media yang sudah disiapkan.
Tidak ada durasi pencelupan bawang merah yang terbukti paling efektif untuk stek alpukat. Karena itu, jangan menganggap semakin lama batang direndam, semakin cepat pula akarnya tumbuh.
Jika ingin menguji manfaatnya, buat beberapa stek dengan perlakuan berbeda. Misalnya, sebagian menggunakan larutan bawang merah dan sebagian lainnya tanpa larutan. Perbandingan tersebut membantu mengetahui apakah bahan alami itu memberikan manfaat pada kondisi penanaman yang digunakan.
5. Siapkan Media Tanam yang Gembur
Isi pot kecil dengan media tanam yang mampu menahan kelembapan sekaligus mengalirkan kelebihan air. Campuran cocopeat dan perlite dapat menjadi pilihan, asalkan bahan yang digunakan bersih dan tidak terlalu padat.
Buat lubang tanam terlebih dahulu agar pangkal batang tidak rusak ketika dimasukkan. Tanam sekitar sepertiga bagian batang, kemudian tekan media secara perlahan supaya batang berdiri stabil.
Jangan memadatkan media secara berlebihan karena akar muda membutuhkan oksigen untuk berkembang.
6. Jaga Kelembapan di Sekitar Stek
Siram media secukupnya sampai lembap, tetapi tidak tergenang. Selanjutnya, tutup pot menggunakan plastik bening atau gunakan sungkup sederhana untuk mempertahankan kelembapan udara.
Letakkan stek di tempat terang dengan cahaya tidak langsung. Hindari sinar matahari terik karena suhu di dalam sungkup bisa meningkat dan membuat batang cepat layu.
Buka sungkup secara berkala untuk memeriksa kondisi tanaman dan mencegah kelembapan berlebihan. Jika muncul embun terlalu banyak, tingkatkan ventilasi.
7. Periksa Perkembangan Stek Secara Berkala
Periksa kondisi batang dan media tanam setiap hari. Pastikan media tidak mengering, tetapi jangan pula menambahkan air secara berlebihan.
Daun yang masih segar belum tentu menandakan akar sudah terbentuk. Sebaliknya, daun yang layu terus-menerus, pangkal batang menghitam, atau muncul bau tidak sedap dapat menjadi tanda masalah.
Hindari menarik batang untuk memeriksa akar karena tindakan tersebut bisa merusak jaringan akar yang baru tumbuh. Jika stek menunjukkan pertumbuhan tunas baru, tetap rawat dengan hati-hati sampai sistem perakarannya cukup kuat.
Tips agar Stek Alpukat Tidak Mudah Busuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361977/original/017532200_1790755130-Gemini_Generated_Image_m6qro4m6qro4m6qr.jpg)
Stek alpukat memiliki tantangan tersendiri karena pembentukan akarnya tidak selalu mudah. Beberapa langkah berikut bisa membantu mengurangi risiko kegagalan.
Gunakan Batang dari Tanaman Induk yang Sehat
Kondisi tanaman induk sangat berpengaruh terhadap kualitas bahan stek. Pilih batang yang bebas penyakit, tidak rusak, dan tidak mengalami kekeringan.
Jika memungkinkan, ambil beberapa batang sekaligus sebagai bahan percobaan. Dengan begitu, kegagalan satu stek tidak langsung menggagalkan seluruh proses perbanyakan.
Hindari Media Tanam yang Terlalu Basa
hMedia yang terus-menerus tergenang dapat mengurangi ketersediaan oksigen di sekitar pangkal batang. Kondisi ini meningkatkan risiko pembusukan sebelum akar terbentuk.
Siram ketika media mulai kehilangan kelembapan, bukan berdasarkan jadwal yang kaku. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang berfungsi baik.
Jangan Meletakkan Stek di Bawah Matahari Terik
Stek yang belum memiliki akar kesulitan menggantikan air yang hilang melalui daun. Paparan matahari langsung dapat membuat batang cepat kehilangan kelembapan.
Letakkan tanaman di area yang terang dan teduh. Jika menggunakan sungkup plastik, pastikan suhu di dalamnya tidak terlalu panas.
Pertimbangkan Hormon Perakaran yang Teruji
Jika ingin meningkatkan peluang keberhasilan, hormon perakaran khusus tanaman dapat dipertimbangkan sesuai petunjuk label. Produk tersebut umumnya mengandung bahan aktif yang memang digunakan untuk membantu pembentukan akar pada jenis stek tertentu.
Meski demikian, hasilnya tetap bergantung pada jenis tanaman, kondisi batang, dan teknik penyetekan. Bawang merah tidak dapat dianggap setara dengan hormon perakaran komersial yang sudah diuji.
Berapa Lama Stek Alpukat Tumbuh Akar?
Waktu pembentukan akar pada stek alpukat sulit dipastikan. Hasilnya dapat berbeda berdasarkan varietas, umur batang, kelembapan, suhu, media tanam, dan teknik perawatan.
Jangan langsung membuang stek hanya karena belum muncul tunas baru dalam beberapa hari. Namun, batang yang terus menghitam, mengering, atau membusuk kemungkinan mengalami kegagalan.
Perlu diketahui pula bahwa stek alpukat yang berhasil berakar belum tentu langsung tumbuh subur. Tanaman tetap membutuhkan waktu untuk membentuk akar yang kuat sebelum dipindahkan ke pot lebih besar atau ditanam di tanah.
Menurut publikasi teknis Kementerian Pertanian Republik Indonesia, perbanyakan alpukat secara vegetatif dapat dilakukan melalui teknik seperti sambung pucuk dan okulasi.
Metode Perbanyakan Alpukat yang Lebih Direkomendasikan
Jika tujuan utamanya adalah memperoleh bibit alpukat untuk ditanam di pekarangan, ada metode lain yang lebih layak dipertimbangkan daripada mengandalkan stek batang dengan bawang merah.
Sambung pucuk
Sambung pucuk dilakukan dengan menggabungkan bagian pucuk dari tanaman yang diinginkan dengan batang bawah yang sesuai.
Buku Lapang Budidaya Alpukat dari Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, menjelaskan tahapan teknik sambung pucuk, mulai dari menyiapkan batang bawah, menyiapkan entres, menyatukan kedua bagian, hingga memberikan sungkup dan menempatkan tanaman di bawah naungan.
Metode ini banyak digunakan dalam perbanyakan alpukat karena memungkinkan sifat tanaman yang diinginkan dipertahankan melalui bagian batang atas yang digunakan.
Okulasi
Okulasi merupakan teknik perbanyakan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang diinginkan pada batang bawah yang sesuai.
Kementerian Pertanian melalui Pustaka Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian juga membahas teknik okulasi pada alpukat. Metode ini dapat dipelajari sebagai alternatif bagi penghobi yang ingin memperoleh bibit dengan karakter varietas tertentu.
Menanam dari biji
Alpukat juga dapat ditanam dari biji. Cara ini relatif mudah untuk dicoba di rumah, tetapi sifat tanaman dan buah yang dihasilkan tidak selalu sama dengan induknya.
Menurut publikasi teknis pertanian mengenai alpukat, tanaman yang berasal dari biji dapat memiliki keragaman sifat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah dibandingkan tanaman hasil perbanyakan vegetatif yang tepat.
Jika ingin mendapatkan buah dengan karakter varietas tertentu, bibit hasil sambung pucuk atau okulasi dari sumber tepercaya lebih layak dipertimbangkan.
Pertanyaan Seputar Cara Stek Alpukat dengan Bawang Merah
1. Apakah bawang merah bisa mempercepat pertumbuhan akar stek alpukat?
Bawang merah sering digunakan sebagai bahan alami dalam praktik berkebun rumahan. Namun, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa larutan bawang merah dapat mempercepat pertumbuhan akar stek alpukat secara konsisten. Keberhasilan stek lebih banyak bergantung pada kondisi batang, media tanam, kelembapan, dan teknik perawatan.
2. Berapa lama stek alpukat mulai berakar?
Tidak ada waktu pasti untuk pembentukan akar stek alpukat. Prosesnya dapat berbeda-beda tergantung varietas, umur batang, suhu, kelembapan, dan kondisi media tanam. Periksa kondisi batang secara berkala dan hindari menariknya untuk memastikan apakah akar sudah tumbuh.
3. Apakah stek alpukat bisa langsung ditanam di tanah?
Stek alpukat sebaiknya ditanam terlebih dahulu dalam media yang gembur, bersih, dan memiliki drainase baik. Media seperti cocopeat yang dicampur perlite dapat membantu menjaga keseimbangan air dan udara. Setelah akar terbentuk dan cukup kuat, tanaman bisa dipindahkan secara bertahap ke media tanam yang lebih besar.
4. Mengapa stek alpukat mudah layu dan membusuk?
Stek alpukat dapat layu karena kehilangan air sebelum memiliki akar yang cukup untuk menyerap kelembapan. Sementara itu, pembusukan sering berkaitan dengan media terlalu basah, drainase buruk, atau kontaminasi mikroorganisme. Gunakan alat bersih, pertahankan kelembapan secukupnya, dan hindari paparan matahari langsung.
5. Apakah batang alpukat yang sudah tua bisa distek?
Batang yang terlalu tua dan berkayu umumnya lebih sulit membentuk akar dibandingkan bahan stek yang sesuai tingkat kematangannya. Untuk percobaan, pilih batang semi-kayu yang sehat dan cukup kokoh. Meski begitu, alpukat tetap tergolong tanaman yang relatif sulit diperbanyak melalui stek batang.
6. Mana yang lebih efektif, bawang merah atau hormon perakaran?
Hormon perakaran yang mengandung bahan aktif seperti auksin dan digunakan sesuai petunjuk produk memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat untuk membantu pembentukan akar pada tanaman tertentu. Efektivitasnya pada stek alpukat tetap dapat bervariasi. Sementara itu, manfaat larutan bawang merah untuk mempercepat perakaran alpukat belum terbukti secara konsisten.
7. Apakah stek alpukat bisa cepat berbuah?
Stek alpukat yang berhasil tumbuh belum tentu cepat berbuah. Tanaman perlu membentuk sistem perakaran dan tajuk yang kuat sebelum memasuki fase reproduktif. Jika ingin memperoleh bibit yang lebih dapat diprediksi kualitas buah dan waktu berbuahnya, bibit hasil sambung atau okulasi dari penjual tepercaya dapat menjadi alternatif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384221/original/069034000_1793161865-Screenshot_2026-10-28_111726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384272/original/094118100_1793164839-Sensus_pertanian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384555/original/071955400_1793175963-Gemini_Generated_Image_tt07tqtt07tqtt07.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365326/original/006143100_1791173447-b28Fe0VDc2SOJHgIHrLOmVXWYPa1LUhfWsIpXnGV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363207/original/064758400_1790844527-alpukat_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361976/original/006882400_1790755130-Gemini_Generated_Image_ryh3c0ryh3c0ryh3.jpg)