Cara Menanam Alpukat dari Biji hingga Berbuah, Lengkap dengan Metode Air dan Tanah untuk Pemula

Cara menanam alpukat dari biji dengan metode air dan tanah, mulai dari persiapan biji, pengecambahan, pemindahan ke pot, sampai perawatan agar tumbuh subur dan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam alpukat dari biji sebenarnya sederhana dan bisa dikerjakan dengan peralatan dapur seadanya. Biji yang biasanya dibuang cukup dibersihkan, dikecambahkan, lalu dipindahkan ke pot atau lahan.

Ada dua pendekatan yang paling populer, yakni menumbuhkan tunas di dalam air atau menyemai biji langsung di media tanam. Menguasai cara menanam alpukat dari biji sejak pemilihan hingga perawatan akan menentukan keberhasilan tunas tumbuh sehat.

Perlu dipahami sejak awal bahwa alpukat dari biji membutuhkan kesabaran karena baru berbuah setelah beberapa tahun dan hasilnya belum tentu sama dengan buah induknya. Dilansir dari Food Network, pohon alpukat tumbuh optimal di iklim hangat dan memerlukan waktu sekitar 5 hingga 13 tahun untuk berbuah bila diperbanyak dari biji, sehingga metode ini paling pas dijadikan proyek berkebun yang menyenangkan sekaligus tanaman hias.

Baca juga: 8 biji buah yang bisa ditanam kembali di rumah dan jadi hobi produktif

Persiapan Biji Sebelum Menanam Alpukat

Keberhasilan budidaya ini ditentukan sejak tahap awal, karena kualitas biji memengaruhi kekuatan akar dan kecepatan tumbuh. Sebelum masuk ke cara menanam alpukat dari biji, luangkan waktu untuk memilih, membersihkan, dan mengenali bagian-bagian biji dengan benar.

Jeannie Psomas, pakar tanaman sekaligus pemilik The Plant Lady: San Francisco, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Sebelum Anda mulai menanam biji alpukat, penting untuk mengelola ekspektasi."

Ia juga mengingatkan, "Keluarkan biji alpukat dengan hati-hati tanpa merusak atau menusuknya."

  1. Pilih buah alpukat yang matang: Gunakan buah yang sudah tua dan matang sempurna, biasanya berwarna gelap dan terasa sedikit lunak saat ditekan lembut, agar cadangan nutrisi bijinya optimal.

  2. Keluarkan biji tanpa melukainya: Belah buah dengan hati-hati supaya pisau tidak menggores atau membelah biji, lalu ambil bijinya secara utuh.

  3. Bersihkan sisa daging buah: Cuci biji di bawah air mengalir sampai tidak ada sisa daging atau lendir, karena residu gula yang menempel memicu pertumbuhan jamur dan bakteri saat pengecambahan.

  4. Keringkan sebentar: Lap biji dengan kain atau tisu, lalu angin-anginkan beberapa jam di tempat teduh agar permukaannya tidak terlalu lembap.

  5. Kenali posisi atas dan bawah: Perhatikan bentuk biji, sisi yang meruncing adalah tempat tunas dan batang muncul, sedangkan sisi yang lebih rata dan lebar merupakan tempat akar tumbuh.

  6. Pertimbangkan mengupas kulit cokelat: Lapisan kulit tipis boleh dikelupas hati-hati untuk mempercepat perkecambahan, tetapi membiarkannya utuh juga sah karena berfungsi melindungi biji dari pembusukan.

Baca juga: panduan mengenali posisi biji dan cara menanam biji alpukat

Cara Menanam Alpukat dari Biji dengan Metode Air

Teknik yang paling banyak dipilih dalam cara menanam alpukat dari biji adalah merendam sebagian biji ke dalam air menggunakan tusuk gigi. Metode ini disukai karena Anda bisa menyaksikan langsung akar dan tunas muncul, sekaligus memastikan biji benar-benar hidup sebelum dipindah ke pot.

Zahid Adnan, tukang kebun profesional di The Plant Bible, dikutip dari Livingetc, mengatakan, "Metode air memungkinkan Anda menyaksikan perkembangan akar dan tunas biji sebelum dipindahtanamkan."

  1. Tancapkan tusuk gigi: Tusukkan tiga sampai empat tusuk gigi di sekeliling bagian tengah biji dengan posisi sedikit menyerong ke bawah, agar biji dapat tergantung stabil di mulut gelas.

  2. Gantung biji di atas gelas: Isi gelas bening dengan air, lalu letakkan biji sehingga sepertiga hingga setengah bagian bawahnya terendam, sementara sisi runcing tetap berada di atas dan kering.

  3. Letakkan di tempat hangat dan terang: Simpan gelas di ambang jendela yang hangat dengan cahaya terang tidak langsung, hindari paparan sinar matahari penuh yang membuat biji cepat kering.

  4. Ganti air secara berkala: Perbarui air setiap 5 sampai 7 hari atau saat mulai keruh dan berlendir untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri.

  5. Jaga bagian bawah tetap lembap: Mengutip HGTV, kunci agar biji alpukat berkecambah adalah menjaga bagian bawah biji selalu lembap, sebab akar akan muncul lebih dulu, baru kemudian tunas menyusul.

  6. Bersabar menunggu kecambah: Secara umum, biji membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 8 minggu untuk retak dan mengeluarkan akar. Gunakan air bersih atau air saringan agar proses tumbuh akar tidak terhambat.

Baca juga: cara menanam alpukat dari biji dan bibit okulasi agar cepat berbuah

Cara Menanam Biji Alpukat dengan Metode Tisu dan Media Tanah

Selain metode air, cara menanam biji alpukat juga bisa ditempuh lewat metode tisu basah atau langsung disemai di tanah. Kedua pilihan ini cocok bagi yang ingin proses lebih praktis tanpa perlu sering mengganti air.

Para penangkar menyebut metode tisu di dalam wadah tertutup menciptakan efek rumah kaca mini yang menjaga kehangatan dan kelembapan, sehingga kerap mempercepat munculnya akar dibanding membiarkan biji terbuka.

  1. Siapkan metode tisu basah: Rendam biji semalaman, bungkus longgar dengan tisu dapur atau kain lembap, lalu masukkan ke wadah tertutup dan simpan di tempat hangat yang gelap hingga akar muncul dalam 2 sampai 3 minggu.

  2. Manfaatkan kantong plastik: Jika memakai tisu, biji dapat dimasukkan ke kantong plastik tertutup untuk menahan kelembapan dan kehangatan, mirip rumah kaca kecil yang memicu perkecambahan.

  3. Pilih metode tanam langsung: Tanam biji dengan sisi rata menghadap ke bawah di media tanam, sisakan sekitar seperempat hingga separuh bagian biji tetap terlihat di atas permukaan tanah.

  4. Gunakan media yang poros: Pakai campuran gembur yang cepat meloloskan air, misalnya tanah dicampur kompos dan sekam atau pasir, agar akar leluasa berkembang dan tidak mudah busuk.

  5. Jaga kelembapan media: Siram secukupnya sehingga media lembap tetapi tidak becek, lalu tambahkan air hanya ketika permukaan tanah mulai mengering.

  6. Tempatkan di lingkungan hangat: Pada suhu hangat sekitar 75 hingga 80 derajat Fahrenheit, biji alpukat umumnya berkecambah dalam waktu sekitar satu bulan, sehingga musim yang hangat sangat ideal untuk memulai.

Baca juga: panduan lengkap menanam alpukat dari biji hingga siap panen

Memindahkan Bibit dan Merawat Pohon Alpukat

Setelah akar dan tunas tumbuh cukup kuat, langkah berikut dalam cara menanam alpukat dari biji adalah memindahkannya ke pot atau lahan dan merawatnya secara telaten. Perawatan yang konsisten membuat bibit tumbuh kokoh dan berpeluang lebih besar bertahan hingga dewasa.

Carrie Spoonemore, co-creator aplikasi From Seed to Spoon dari Park Seed, dikutip dari AOL, menegaskan, "Penting agar tanah tidak menahan kelebihan air dan memiliki aerasi yang baik."

Idealnya, pH media tanam untuk alpukat berada di kisaran 5 hingga 7.

  1. Pindahkan saat akar siap: Bibit bisa dipot ketika akarnya sudah cukup panjang dan tunas mencapai sekitar 15 sampai 30 cm, sebagai tanda tanaman siap mengambil nutrisi dari tanah.

  2. Pangkas untuk merangsang percabangan: Potong tunas di atas ruas daun hingga tersisa sekitar 15 cm agar tanaman tumbuh lebih rimbun dan batangnya kuat, bukan tinggi kurus.

  3. Pilih pot dan media yang tepat: Gunakan pot berdiameter minimal 25 hingga 30 cm dengan lubang drainase memadai, isi media gembur, dan biarkan separuh biji tetap tampak di atas permukaan.

  4. Siram secara bijak: Siram dalam-dalam lalu biarkan media agak mengering sebelum disiram lagi; hindari genangan karena kelebihan air membuat akar cepat membusuk.

  5. Berikan cahaya cukup: Tempatkan tanaman di lokasi yang menerima sinar matahari enam jam atau lebih, namun lindungi bibit muda dari terik tengah hari yang terlalu menyengat.

  6. Pupuk secara rutin: Beri pupuk ringan secara berkala, misalnya emulsi ikan pada tahun pertama, lalu pupuk kaya nitrogen di awal musim tumbuh untuk mendukung pertumbuhan daun.

  7. Ganti pot saat membesar: Begitu tanaman tumbuh pesat, pindahkan ke pot yang lebih besar agar akar tidak sesak dan pertumbuhannya tetap optimal.

Agar media di dalam pot tidak cepat kering saat cuaca panas, Anda bisa menerapkan trik membuat tanaman buah dalam pot tidak cepat kekurangan air. Bagi yang tinggal di lahan sempit, metode menanam alpukat dalam ruangan juga bisa dicoba, sementara yang punya pekarangan dapat mempelajari cara menanam alpukat di halaman rumah agar tumbuh subur.

Hal Penting agar Alpukat dari Biji Bisa Berbuah

Menanam alpukat dari biji memang menyenangkan, tetapi ada sejumlah fakta penting yang perlu dipahami supaya harapan sesuai kenyataan. Poin-poin berikut merangkum hal yang paling memengaruhi peluang pohon berbuah sekaligus pertimbangan sebelum Anda menanamnya dalam jangka panjang.

Wayne Brydon, grower manager di Del Rey Avocado Company, California, dikutip dari Homes & Gardens, menjelaskan, "Biji akan kembali ke leluhur aslinya dan tidak akan dikenali oleh penanamnya." Karena itu, ia menyarankan, "Pemilik rumah sebaiknya membeli pohon yang sudah disambung pada batang bawah."

  • Siapkan kesabaran untuk masa berbuah: Merujuk UC Riverside, biji alpukat adalah hasil penyerbukan silang, sehingga pohon yang tumbuh akan berbeda dari induknya dan baru berbuah setelah bertahun-tahun.

  • Pahami hasil tidak sama dengan induk: Sebagaimana dilaporkan Bob Vila, alpukat dari biji tidak tumbuh persis sama dengan kultivarnya dan jarang berbuah bila hanya dipelihara di dalam ruangan.

  • Pertimbangkan okulasi atau sambung: Mengacu pada Epic Gardening, pohon hasil sambungan umumnya berbuah dalam tiga hingga empat tahun, jauh lebih cepat dibanding yang ditanam dari biji.

  • Kenali bahwa menyambung butuh keahlian: Berdasarkan Gardening Know How, menyambung alpukat tergolong sulit sehingga sebaiknya diserahkan kepada yang berpengalaman, dan bibit dari biji bisa dimanfaatkan sebagai batang bawah.

  • Perhatikan penyerbukan: Sebagaimana disampaikan UC Agriculture and Natural Resources, sebagian alpukat tidak dapat menyerbuki diri sendiri, sehingga menanam lebih dari satu varietas dapat membantu pembentukan buah.

  • Cukupi nutrisi dan drainase: Pohon alpukat termasuk rakus nutrisi dan sangat membutuhkan drainase baik; tanah yang tergenang membuatnya gagal berbuah meski tumbuh besar.

  • Ketahui potensi produksinya: Sebagaimana dikutip dari Almanac, satu pohon alpukat dewasa dapat menghasilkan hingga 500 buah per tahun, meski produksinya cenderung berselang-seling tiap musim.

  • Nikmati sebagai tanaman hias: Meski belum tentu berbuah, tajuk dan daunnya yang hijau mengilap tetap mempercantik ruangan maupun pekarangan.

Lina Cowley, master botanist sekaligus senior editor di Trimmed Roots, dikutip dari Livingetc, mengatakan, "Mengembangkan keterampilan berkebun untuk membudidayakan pohon alpukat dapat memberi Anda bertahun-tahun dedaunan hijau yang indah, kanopi teduh, dan buah lembut segar untuk dinikmati."

Selain nilai estetika, alpukat juga dikenal kaya gizi sehingga menanamnya sendiri terasa makin bermanfaat. Anda bisa menelusuri beragam manfaat alpukat untuk kesehatan dan kecantikan, mulai dari cara mengonsumsi alpukat untuk menurunkan kolesterol, hingga manfaat buah alpukat untuk wanita. Kandungan serat dan vitaminnya membuat buah ini sering disebut sebagai salah satu buah tinggi serat dan vitamin yang baik untuk tubuh.

Jika berkebun alpukat memantik minat Anda pada tanaman buah lain, pengetahuan dasar ini mudah diterapkan ke komoditas serupa. Anda dapat menjajal tanaman buah yang bisa ditanam di pot dari biji sisa dapur, menyemai aneka tanaman dapur dari biji buah yang biasanya dibuang, memanfaatkan sudut sempit lewat cara menanam buah di teras kecil, memilih tanaman buah yang cepat panen di pot, atau menyiapkan pot bervolume besar seperti saat menanam pepaya dan merawat pohon buah dalam pot yang bisa berbuah sepanjang tahun.

Pada akhirnya, menanam alpukat dari biji adalah perjalanan yang menuntut ketelatenan, tetapi memberi kepuasan tersendiri di setiap tahapnya. Dengan pemilihan biji berkualitas, metode pengecambahan yang tepat, serta perawatan konsisten, Anda tidak hanya mendapat tanaman hijau yang menarik, tetapi juga peluang memanen buah segar dari halaman sendiri suatu hari nanti. Mulailah dari satu biji, dan biarkan prosesnya mengajarkan kesabaran sekaligus kecintaan pada berkebun.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Alpukat dari Biji

Q: Berapa lama biji alpukat mulai tumbuh?

A: Biji alpukat umumnya mulai retak dan mengeluarkan akar dalam waktu sekitar 2 hingga 8 minggu, tergantung metode dan kehangatan lingkungan. Metode air dengan tusuk gigi biasanya memperlihatkan akar lebih cepat, sementara penyemaian langsung di tanah bisa sedikit lebih lama. Suhu hangat dan kelembapan yang terjaga sangat membantu mempercepat perkecambahan.

Q: Apakah alpukat dari biji bisa berbuah?

A: Bisa, tetapi tidak dijamin dan prosesnya panjang, umumnya memakan waktu 5 hingga 13 tahun. Selain itu, buah yang dihasilkan belum tentu sama dengan induknya karena faktor penyerbukan silang. Jika ingin lebih cepat dan hasil buah seragam, banyak orang memilih bibit hasil okulasi atau menyambung bibit dari biji dengan varietas unggul.

Q: Lebih baik menanam biji alpukat di air atau langsung di tanah?

A: Keduanya sama-sama bisa berhasil dan tinggal disesuaikan dengan preferensi Anda. Metode air lebih disukai karena perkembangan akar dan tunas dapat diamati langsung, sehingga cocok untuk belajar. Sementara itu, menanam langsung di tanah lebih praktis karena akar tumbuh di media permanennya sejak awal dan tidak perlu sering mengganti air.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6