Geger Penumpang Angkot di Cicurug Meninggal Mendadak

Saat angkot melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Cicurug, kondisi korban terus menurun.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 18:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berusia 57 tahun meninggal dunia di dalam angkutan kota alias angkot saat melintas di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 27 Juni 2026. Korban diduga mengalami serangan jantung setelah sempat mengeluhkan sesak napas dan nyeri dada di tengah perjalanan.

Kapolsek Cicurug Kompol Aah Hermawan mengonfirmasi korban bernama Suparna, warga Kampung Bojonglarang, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat korban menumpang angkot yang melintasi kawasan Pasar Cicurug.

“Korban mengeluhkan sesak napas sambil mengelus bagian dadanya ketika angkot berada di kawasan Pasar Cicurug,” kata Aah, dikutip Minggu (28/6/2026).

Saat angkot melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Cicurug, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya terbaring di kursi belakang karena kesulitan bernapas.

Ketika kendaraan tiba di sekitar perlintasan rel kereta api, korban diketahui sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Mengetahui hal tersebut, sopir angkot langsung memutar balik kendaraan menuju Puskesmas Cicurug agar korban segera mendapatkan pertolongan medis.

“Begitu mengetahui korban tidak sadarkan diri, sopir langsung membawa korban ke Puskesmas Cicurug. Kejadian itu juga segera dilaporkan kepada anggota Polsek Cicurug,” ujar Aah.

 

 

Apresiasi Sopir Angkot

Namun, setelah diperiksa oleh tenaga medis di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Tim dokter yang menangani menyebut gejala nyeri dada yang menjalar hingga ke punggung merupakan indikasi kuat serangan jantung.

Pihak kepolisian memastikan visum luar telah dilakukan terhadap jenazah korban. Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Puskesmas telah melakukan visum luar terhadap jenazah. Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” ungkapnya.

Aah mengapresiasi tindakan sopir angkot yang berinisiatif membawa korban ke fasilitas kesehatan. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala sesak napas atau nyeri dada untuk menghindari kondisi darurat yang dapat berakibat fatal.

Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.