Emiten BATA Raup Penjualan Rp 90,55 Miliar

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) merilis kinerja keuangan. Penjualan perseroan turun 4,6% dan rugi naik 1,5% hingga Maret 2026.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mencatat penurunan penjualan, dan masih mengalami rugi hingga kuartal pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (6/7/2026), PT Sepatu Bata Tbk meraup penjualan Rp 90,55 miliar hingga kuartal pertama 2026. Penjualan turun 4,6% dari periode sama tahun sebelumnya RP 94,92 miliar.

Beban pokok penjualan turun menjadi Rp 51,28 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 60,39 miliar. Namun, perseroan mencatat kenaikan laba bruto sekitar 13,7% menjadi Rp 39,27 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 34,53 miliar.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 42,68 miliar dari kuartal pertama 2025 sebesar Rp 37,02 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 15,93 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 14,2 miliar. Perseroan mencatat kerugian pelepasan aset tetap Rp 1,51 miliar pada kuartal pertama 2026. Beban usaha lainnya naik menjadi Rp 539,13 juta hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 138,98 juta.

Perseroan catat kenaikan rugi usaha 7,9% menjadi Rp 18,36 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,01 miliar.

Rugi tahun berjalan naik 1,6% menjadi Rp 20,02 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,70 miliar. Perseroan mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 19,94 miliar, naik 1,5% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,64 miliar.

Perseroan membukukan rugi per saham dasar menjadi Rp 15,34 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,11 miliar.

Selain itu, perseroan catat defisiensi modal Rp 151,64 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 131,65 miliar. Total liabilitas perseroan tercatat Rp 407,38 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 414,21 miliar. Liabilitas itu terdiri dari liabilitas jangka panjang sebesar Rp 31,87 miliar dan liabilitas jangka pendek Rp 375,50 miliar hingga Maret 2026.

Aset perseroan turun menjadi Rp 255,73 miliar hingga 31 Maret  2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 282,55 miliar. Kas perseroan Rp 33,19 miliar hingga 31 Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 29,87 miliar.

Sepatu Bata Setop Produksi Alas Kaki

Sebelumnya, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 25 September 2025 di Gedung Ventura, Jakarta Selatan.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/10/2025), dalam rapat yang dipimpin oleh Komisaris Independen Agus Nurudin, seluruh pemegang saham yang hadir mewakili 82,02% dari total saham dengan hak suara sah menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, yang mencakup penghapusan kegiatan usaha industri alat kaki dari daftar bidang usaha perseroan.

“Rapat dengan suara bulat sejumlah 1.066.244.300 saham atau 100% dari seluruh suara yang dikeluarkan memutuskan untuk menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan guna menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,” demikian tertulis dalam risalah resmi RUPSLB yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, rapat juga memberikan kuasa kepada Direksi untuk melakukan tindakan administratif yang diperlukan, termasuk menyesuaikan dan menyatakan kembali seluruh ketentuan Anggaran Dasar dalam akta notaris serta melaporkan perubahan tersebut kepada otoritas terkait.