Strategy Kembali Jual Bitcoin, Begini Respons Grayscale

Grayscale memberikan tanggapan mengenai langkah Strategy yang menjual bitcoin (BTC).

Diterbitkan 07 Juli 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Grayscale menilai, penjualan bitcoin oleh Strategy baru-baru ini seharusnya memulihkan kepercayaan pasar terhadap struktur pembiayaan perusahaan. Grayscale menilai, hal itu membantu bitcoin (BTC) menemukan titik terendah harga yang lebih stabil.

"Secara kasat mata, tidak ada yang salah dengan neraca Strategy. Perusahaan memiliki bitcoin senilai sekitar US$ 52 miliar, dan hanya memiliki utang sekitar US$ 7 miliar,” ujar Grayscale’s Head of Research, Zach Pandl dalam catatannya pada Senin, 6 Juli 2026 dikutip dari the block, Selasa, (7/7/2026).

Ia menambahkan, kewajiban dividen tahunan atas saham preferen kurang dari US$ 2 miliar atau Rp 35,97 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990). “Strategy jelas memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk melayani utang dan kewajiban dividen-nya,” kata dia.

Zach Pandl menuturkan, kenaikan harga STRC, saham preferen Strategy menunjukkan investor sekarang lebih percaya diri terhadap instrumen itu.Adapun saham preferen merupakan kepemilikan saham yang memberikan hak Istimewa kepada pemegangnya dibandingkan pemegang saham biasa.

Komentar Pandl itu muncul ketika Strategy mengumumkan pada Senin, 6 Juli 2026 kalau menjual sekitar 3.588 bitcoin sekitar US$ 216 juta atau Rp 3,88 triliun pekan lalu. Penjualan ini menyusul program monetisasi bitcoin yang baru-baru ini diperkenalkan perusahaan, yang memungkinkan Strategy untuk menjual bitcoin bila diperlukan untuk membangun cadangan kas, mendanai dividen saham preferen dan biaya bunga, serta mendukung optimalisasi.

Strategy juga menetapkan target cadangan kas minimum yang mencakup kewajiban dividen dan bunga saham preferen selama 12 bulan.

Pandl menuturkan, setelah penjualan terbaru, cadangan kas perusahaan berada di sekitar US$ 2,55 miliar atau Rp 45,8 triliun, cukup untuk menutupi sekitar 17 bulan pembayaran dividen. Pandangan Pandl berbeda dari penilaian JPMorgan baru-baru ini terhadap kebijakan yang sama.

 

Berbeda Pandangan dengan JPMorgan

Minggu lalu, analis JPMorgan mengatakan kemungkinan, Strategy sekarang dapat menjadi pembeli dan penjual bitcoin memperkenalkan "risiko dua arah yang dapat dihindari" ke pasar kripto dengan meningkatkan ketidakpastian dan volatilitas.

Analis mengatakan, Strategy harus meningkatkan ekuitas tambahan dan meningkatkan cadangan kasnya cukup untuk menutupi kewajiban dividen selama 24 hingga 36 bulan, bukan sekitar 17 bulan saat ini, sehingga mengurangi kemungkinan penjualan bitcoin di masa mendatang.

Namun, Pandl mengatakan, penjualan baru-baru ini justru mengurangi, bukan meningkatkan, risiko jangka panjang dengan memperkuat neraca Strategy dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap model pembiayaannya.

"Strategy menjual lebih banyak bitcoin. Tetapi ini akan memulihkan kepercayaan pada struktur pembiayaannya dan membantu bitcoin menemukan titik terendah yang lebih stabil, menurut pandangan kami," kata Pandl.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.