Ripple Siap Perluas Layanan Kripto Usai Kantongi Lisensi Uni Eropa

Ripple dapat bekerja sama dengan lembaga di Eropa yang melayani aset digital setelah mendapatkan lisensi dari Komisi Pengawasan Sektor Keuangan Luksemburg.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ripple telah menerima otorisasi penuh sebagai Penyedia Layanan Aset Kripto (Crypto Asset Service Provider/CASP) dari Komisi Pengawasan Sektor Keuangan Luksemburg. Seiring otorisasi itu, Ripple dapat menawarkan kripto teregulasi di Eropa.

Mengutip crypto.news, ditulis Selasa (7/7/2026), persetujuan ini melengkapi persyaratan pasar aset kripto atau Markets in Crypto-Assets/MCA. Seiring hal tersebut perusahaan mungkin menawarkan layanan kripto teregulasi di seluruh wilayah Ekonomi Eropa atau European Economic Area/EEA.

Otorisasi ini menyusul persetujuan awal MiCA Ripple di Luksemburg. Langkah tersebut memberi Ripple jalan menuju kepatuhan penuh sebelum berakhirnya masa transisi Uni Eropa.

Ripple menuturkan, persetujuan penuh ini membuat produk pembayaran kripto yang teregulasi tersedia untuk lembaga keuangan, perusahaan, dan bisnis di seluruh 30 negara EEA. Perseroan mengatakan, lisensi menambah portofolio global yang terdiri lebih dari 75 lisensi regulasi.

"Otorisasi CASP ini berarti Ripple memasuki era pasca-transisi MiCA dengan sepenuhnya patuh dan siap untuk berkembang,” ujar Direktur Pelaksana Ripple untuk Inggris dan Eropa, Cassie Craddock.

Persetujuan baru ini memberi Ripple dasar hukum yang lebih jelas untuk Ripple Payments di Eropa. Produk ini mendukung alur pembayaran aset kripto dan stablecoin untuk bank, perusahaan fintech, dan klien korporat.

Seperti yang dilaporkan crypto.news sebelumnya, persetujuan CASP dan EMI Ripple akan mendukung infrastruktur pembayaran aset kripto dan stablecoin di seluruh Eropa. Pengaturan ini memungkinkan klien untuk menangani layanan pengumpulan, pertukaran, dan pembayaran melalui jalur yang diatur.

 

Perluas Peran Ripple

Lisensi tersebut sendiri tidak mengubah hak pemegang XRP. Ini terutama merupakan otorisasi bisnis untuk layanan teregulasi Ripple di Eropa. Meskipun demikian, persetujuan ini mungkin penting bagi pengamat pasar karena memperluas peran Ripple dalam infrastruktur pembayaran kripto yang sesuai.

“Lembaga-lembaga yang bekerja sama dengan kami di seluruh Eropa ingin membangun layanan aset digital mereka bersama mitra yang teregulasi, dan Ripple memiliki lisensi dan siap untuk memenuhi permintaan tersebut,” kata Craddock.

Persetujuan Ripple datang tepat setelah berakhirnya masa transisi MiCA. Transisi MiCA berakhir pada 1 Juli, yang mengharuskan perusahaan kripto untuk memegang lisensi CASP agar tetap dapat melayani pengguna di bawah aturan Uni Eropa yang baru.

MiCA memberikan jalur "passporting" bagi perusahaan berlisensi di seluruh blok. Perusahaan yang disetujui di satu negara anggota dapat menawarkan layanan kripto yang tercakup di pasar Uni Eropa dan EEA lainnya tanpa persetujuan nasional terpisah.

 

Total Perusahaan Kripto

Perubahan aturan ini telah memisahkan perusahaan yang telah disetujui dari perusahaan yang masih menunggu otorisasi. Seperti yang dilaporkan crypto.news, ESMA menambahkan 57 perusahaan MiCA baru ke dalam daftarnya setelah batas waktu, sehingga jumlah total perusahaan kripto yang diotorisasi menjadi 300.

Standard Chartered dan FalconX termasuk di antara perusahaan yang ditambahkan ke dalam daftar. Standard Chartered juga menerima otorisasi melalui Luksemburg, menunjukkan peran negara tersebut yang semakin berkembang sebagai basis untuk layanan kripto institusional.

Luksemburg telah menjadi salah satu jalur utama di Eropa bagi perusahaan kripto yang mencari akses pasar di bawah MiCA. Crypto.news melaporkan, Coinbase membuka pusat MiCA Luksemburg sebelum batas waktu, memberikannya jalur tunggal untuk melayani pengguna Eropa.

Perusahaan lain juga telah menggunakan Luksemburg untuk ekspansi kripto yang diatur. B2C2 memenangkan persetujuan MiCA di negara tersebut untuk menawarkan layanan perdagangan kripto di seluruh Eropa.

Ripple kini bergabung dengan kelompok kecil perusahaan aset digital yang memiliki otorisasi MiCA penuh. Persetujuan ini memperkuat basis perizinan Eropa pada saat platform tanpa izin menghadapi batasan layanan.

Keputusan ini memberi Ripple posisi yang lebih kuat saat bank dan perusahaan Eropa meninjau penyedia pembayaran kripto. Di bawah MiCA, perusahaan berlisensi dapat beroperasi dengan aturan yang lebih jelas, sementara perusahaan tanpa persetujuan harus membatasi atau menghentikan layanan yang tercakup di wilayah tersebut.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.