Liputan6.com, Jakarta Sufi adalah sebutan bagi orang-orang yang mendalami sufisme atau ilmu tasawuf dalam Islam. Mereka menempuh jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui penyucian hati dan jiwa.
Dalam khazanah keislaman, sufi adalah pribadi yang menekankan dimensi batin agama sekaligus menjauhi gemerlap duniawi. Tujuan utamanya meraih cinta dan pengetahuan hakiki tentang Tuhan lewat pengalaman langsung.
Melansir Britannica, tasawuf atau sufisme merupakan mistisisme Islam yang membantu Muslim menemukan kebenaran cinta ilahi dan pengetahuan melalui pengalaman personal langsung dengan Tuhan, serta terdiri atas jalan-jalan mistik untuk menyingkap hakikat manusia dan Tuhan. Gerakan ini tumbuh dari asketisme Islam awal sebagai penyeimbang atas keduniawian umat yang kian meluas.
Advertisement
Sufi Adalah Ahli Tasawuf: Pengertian dan Definisinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288754/original/059059400_1783332023-pexels-syd-trgt-335495720-35193115.jpg)
Secara sederhana, sufi adalah penyebutan untuk orang yang mendalami sufisme atau ilmu tasawuf. Mereka merupakan penempuh jalan batin yang berupaya menyucikan jiwa demi kedekatan dengan Allah, sebagaimana banyak dibahas dalam ulasan mengenai sufi sebagai ahli ilmu tasawuf.
Kata tasawuf yang umumnya diterjemahkan sebagai "Sufisme" lazim didefinisikan penulis Barat sebagai mistisisme Islam, dan istilah Sufi telah dipakai dalam literatur Islam dengan makna yang beragam. Teks-teks sufi klasik menekankan ajaran dan praktik Al-Qur'an serta sunnah, dan memberi definisi tasawuf yang menggambarkan tujuan etika dan spiritual sekaligus menjadi alat pengajaran untuk mencapainya.
Para ulama memberikan beragam batasan tentang tasawuf. Imam Al-Ghazali mendefinisikannya sebagai usaha membersihkan hati dan menjernihkan akhlak untuk memperoleh kebahagiaan abadi, sementara Junaid Al-Baghdadi menyatakan tasawuf adalah keberadaan bersama Allah tanpa perantara, dan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memaknainya sebagai upaya menyucikan hati serta melepaskan nafsu melalui khalwat, taubat, dan ikhlas.
Mengacu pada laporan Tony Blair Institute for Global Change, keyakinan menempuh jalan menuju kedekatan dengan Tuhan adalah komponen mendasar iman Islam, namun dalam pemikiran sufi kedekatan ini dapat diraih pada kehidupan ini juga. Inti sufi adalah upaya mendekatkan diri pada Tuhan hingga mencapai makrifat atau pengetahuan hakiki, sebuah dimensi yang bisa dipelajari lebih jauh melalui pembahasan tasawuf sebagai ilmu penting dalam Islam.
Advertisement
Asal-Usul Kata Sufi dan Ragam Maknanya
Para ahli bahasa berbeda pendapat mengenai akar kata "sufi". Mengutip Encyclopedia.com, makna utama istilah ini berasal dari kata suf yang berarti "wol", yakni busana asketis para nabi dan orang saleh di Timur Dekat; istilah ini juga dikaitkan dengan safa (kemurnian) atau safwa (orang-orang terpilih), serta dengan suffa (bangku) yang merujuk pada komunitas Muslim miskin sezaman Nabi Muhammad SAW. Berikut ragam versi asal-usulnya yang sering dikemukakan para ulama.
- Suf (bulu domba/wol) - Versi paling kuat menyebut sufi adalah orang yang mengenakan pakaian sederhana dari wol sebagai tanda zuhud. Al-Qushayri dan Ibn Khaldun bahkan menolak kemungkinan lain selain suf berdasarkan pertimbangan linguistik dan dokumentasi.
- Shafa (kemurnian) - Sufi dianggap sebagai orang yang jernih hati dan batinnya, karena mereka berupaya membersihkan jiwa untuk mendekat kepada Allah.
- Shaf (barisan) - Ahli tasawuf diharapkan berada pada barisan terdepan di sisi Allah karena kesungguhan mereka membersihkan hati.
- Suffah (emperan masjid) - Merujuk pada Ahl al-Suffah, sahabat miskin yang tinggal di serambi Masjid Nabawi dan hidup dalam kesederhanaan serta ibadah.
- Shufanah - Nama sejenis kayu yang tahan tumbuh di padang pasir, melambangkan ajaran tasawuf yang bertahan di tengah gejolak zaman.
- Sophos/Teoshofi (Yunani) - Sebagian ilmuwan abad pertengahan seperti Al-Biruni meyakini istilah Sufi berkembang dari kata Yunani sophos yang berarti kebijaksanaan atau pengetahuan, meski pandangan ini dinilai lemah oleh banyak peneliti.
Perbedaan penafsiran ini justru memperkaya makna, sebab semuanya bermuara pada satu inti: penyucian diri dan kedekatan dengan Tuhan. Penjelasan lain menautkan akar katanya pada safa yang berarti kemurnian, sejalan dengan praktik tazkiyah atau penyucian diri yang menjadi inti tasawuf. Konsep kemurnian ini erat kaitannya dengan tingkatan spiritual seperti hakikat dalam perjalanan seorang salik.
Sejarah dan Tahap Perkembangan Kaum Sufi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288755/original/077247800_1783332023-2151064103__1_.jpg)
Sejarah kaum sufi berjalan bertahap sejak masa awal Islam. Sebagaimana disampaikan Dar Al-Ifta Mesir, tasawuf adalah fenomena spiritual yang mewujud dalam pengabdian ibadah, muhasabah diri, zuhud, dan kecintaan mutlak kepada Allah, yang bermula sejak awal Islam lalu terus berkembang hingga mencapai abad ketiga dan keempat Hijriah. Praktik ini dapat dilacak dari kebiasaan hidup sederhana yang dianjurkan Nabi dan para sahabat, sebagaimana diulas dalam pembahasan tasawuf sebagai ajaran untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Menurut mistikus abad pertengahan, Jami, Abd-Allah ibn Muhammad ibn al-Hanafiyyah yang wafat sekitar 716 M disebut sebagai orang pertama yang dijuluki "Sufi". Perkembangan berikutnya menandai lahirnya babak baru, ketika unsur cinta yang mengubah asketisme menjadi mistisisme diperkenalkan oleh Rabiah al-Adawiyah (wafat 801), seorang perempuan dari Basrah yang pertama merumuskan cinta kepada Allah yang tanpa pamrih.
Peran Persia sangat besar dalam mensistematiskan mistisisme Islam. Salah satu tokoh pertama yang memformalkan prinsip-prinsip sufi adalah Junaid dari Baghdad, seorang Persia, diikuti para penyair sufi Persia lain seperti Rumi, Attar, Hafez, dan Jami. Sebagaimana diungkapkan kajian Ohio State University, tasawuf adalah istilah payung yang merujuk pada dimensi mistik-batin Islam, dan seorang sufi adalah orang yang mengenakan busana wol atau suf.Â
Seiring waktu, tasawuf melembaga menjadi tarekat. Semua tarekat sufi mengklaim mata rantai kepemimpinan langsung kepada Nabi Muhammad SAW melalui Ali, kecuali Naqsyabandiyah yang menautkan sanadnya kepada Nabi melalui Abu Bakar. Pengaruhnya pun melampaui dunia Islam; tasawuf turut memengaruhi sejumlah tokoh Barat, di antaranya novelis Doris Lessing serta psikolog Erich Fromm dan Robert Ornstein. Salah satu ordo yang berkembang luas dijelaskan dalam ulasan mengenai Tarekat Naqsyabandiyah dan pokok ajarannya, dan makna spiritualnya bisa ditelusuri lewat pembahasan apa itu tasawuf secara menyeluruh.
Advertisement
Ajaran, Prinsip, dan Praktik Kaum Sufi
Ajaran sufi berpusat pada penyucian jiwa dan cinta kepada Tuhan. Berikut sejumlah ajaran, prinsip, dan praktik utama kaum sufi.
- Dzikir - Mengingat Allah lewat pengulangan nama-nama-Nya menjadi inti laku sufi untuk menumbuhkan kesadaran akan kehadiran Ilahi dan melampaui ego. Anda bisa menyimak contoh dzikir ringan bernilai besar untuk muslim sibuk.
- Muraqabah (Meditasi) - Praktik konsentrasi penuh dengan memusatkan hati kepada Allah agar seorang salik merasakan pengawasan-Nya di setiap keadaan.
- Zuhud - Sikap tidak terikat berlebihan pada dunia, tanpa harus meninggalkannya sama sekali, demi menjaga keseimbangan dunia dan akhirat.
- Tawakal - Menyerahkan seluruh urusan kepada Allah setelah berikhtiar dengan sungguh-sungguh.
- Sabar dan Ridha - Menerima ketetapan Allah dengan lapang, menjadikan sabar sebagai kunci kedekatan dengan-Nya.
- Tawadhu dan Ikhlas - Rendah hati serta memurnikan niat semata karena Allah dalam setiap amal, sebagaimana diuraikan dalam pembahasan akhlak mahmudah atau akhlak terpuji.
- Tazkiyatun Nafs - Proses menyucikan diri dari sifat tercela agar hati menjadi bening dan layak mendekat kepada Allah.
- Sama dan Tarian Sufi - Bentuk meditasi aktif seperti tarian berputar para darwis Mevlevi untuk melampaui ego dan memusatkan diri pada Tuhan, yang juga dikenal melalui musik devosional qawwali.
Kaum sufi menekankan keseimbangan antara laku batin dan syariat lahir. Karya-karya besar Al-Ghazali, seperti Ihya Ulumuddin, bahkan menggambarkan tasawuf sebagai penyempurnaan penuh atas hukum Islam, sehingga jalan sufi tidak boleh melepaskan diri dari aturan agama. Puncak perjalanannya adalah mencapai ilmu makrifat atau pengenalan mendalam kepada Allah, dan ketenangan batin yang dituju banyak dicari lewat doa agar hati tenang dan ikhlas.
Tokoh-Tokoh Sufi Terkenal dalam Sejarah Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288756/original/087773500_1783332023-a0c04d93-a633-4355-bb4a-702237a69abd.jpg)
Sepanjang sejarah, lahir banyak tokoh sufi yang pemikirannya masih hidup hingga kini. Selain Jalaluddin Rumi, Rabiah al-Adawiyah adalah sufi yang mengusung mazhab cinta, dengan cinta kepada Allah yang begitu dalam dan kuat sehingga ia tak mampu mencintai selain-Nya. Berikut sejumlah tokoh sufi paling berpengaruh.
- Hasan al-Basri - Tokoh generasi awal yang meletakkan dasar zuhud dan asketisme, menjadi fondasi bagi perkembangan tasawuf berikutnya.
- Rabiah al-Adawiyah - Dijuluki "Ibu Para Sufi Besar", ia mengembangkan tasawuf berlandaskan cinta kepada Ilahi tanpa pamrih, bukan karena mengharap surga atau takut neraka. Rabiah pernah berujar, "Bagiku tidak ada bagian surga dan neraka; aku tidak menginginkan atas cintaku imbalan pengganti." Kisah dan syairnya dapat disimak dalam ulasan tokoh sufi Rabiah al-Adawiyah serta syair-syair cintanya yang menggetarkan hati.
- Imam Al-Ghazali - Ulama besar yang menyelaraskan tasawuf dengan syariat sehingga tasawuf diterima luas dalam Islam ortodoks.
- Jalaluddin Rumi - Penyair sufi Persia abad ke-13 yang karyanya terus diterjemahkan dan dibaca luas di dalam maupun di luar dunia Muslim, sekaligus pendiri tradisi tarian sufi Mevlevi. Rumi menuturkan, "Aku mencari Tuhan dan hanya menemukan diriku; aku mencari diriku dan hanya menemukan Tuhan." Kumpulan hikmahnya bisa dibaca dalam 150 quotes Jalaludin Rumi, 120 quotes Rumi yang menggetarkan hati, dan 50 kata-kata bijak Rumi.
- Abdul Qadir al-Jailani - Ulama besar sekaligus pendiri Tarekat Qadiriyah yang ajarannya menyebar hingga ke Nusantara.
- Junaid al-Baghdadi - Dikenal sebagai penata prinsip-prinsip tasawuf yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunnah.
- Ibn Arabi - Pemikir sufi yang memperkenalkan konsep insan kamil (manusia sempurna), gagasan yang banyak memengaruhi filsafat tasawuf.
Warisan para tokoh ini menegaskan bahwa gerakan sufi bukan sekadar teori, melainkan laku hidup nyata. Tarian berputar peninggalan Rumi, misalnya, dilakukan untuk menghapus ego dan meraih kesempurnaan iman. Kekayaan spiritual mereka juga tampak dalam ibadah lahir seperti tawaf mengelilingi Ka'bah, dan perjalanan batin yang bermuara pada pengenalan sejati kepada Allah, sebagaimana dibahas dalam artikel sufi sebagai orang yang mendalami tasawuf.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sufi
Apa itu sufi dalam Islam?
Sufi adalah sebutan untuk orang yang mendalami sufisme atau ilmu tasawuf, yaitu dimensi batin dan mistik dalam Islam. Mereka berfokus menyucikan jiwa, menjauhi keterikatan duniawi, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir, meditasi, serta cinta ilahi.
Apa perbedaan antara sufi dan tasawuf?
Tasawuf adalah ilmu atau ajarannya, sedangkan sufi adalah orang yang mengamalkan dan mendalami ilmu tersebut. Dengan kata lain, kata "sufi" merupakan akar dari istilah "tasawuf", dan seseorang disebut sufi ketika ia menempuh jalan spiritual tasawuf dalam kehidupannya.
Siapa tokoh sufi paling terkenal?
Beberapa tokoh sufi paling terkenal antara lain Rabiah al-Adawiyah yang mengusung mazhab cinta, Imam Al-Ghazali yang menyelaraskan tasawuf dengan syariat, serta Jalaluddin Rumi, penyair sufi Persia pendiri tradisi tarian Mevlevi yang karyanya mendunia hingga saat ini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288201/original/015765300_1783308053-SykVWhVDMvlCyeRPZhOs5MqU0wxb55p2TpSMeGKd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288916/original/039645400_1783343653-AP26187200791478.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245840/original/052909900_1749414785-cristiano_ronaldo_gol_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_matthias_schrader.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288052/original/043334700_1783289642-000_B9BW8VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288188/original/020593500_1783308037-JwZAYNNVLLuvsMFiNEIE4ENvV5t3IAKHD2BbqeHe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444715/original/086146900_1765786885-pexels-ketut-subiyanto-5037355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288199/original/083702300_1783308050-V6yk1WGmPxiHfgzUTgs2A8fAHcathyUYR7iKdY4H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958548/original/033329000_1782975175-pyNGWWX04QqyoE9cLTkR0a6ORfxfIrP608II9gHl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288780/original/040612200_1783332908-bangku_permanen_6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288485/original/055027800_1783322927-ChatGPT_Image_Jul_6__2026__01_39_34_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288203/original/063647000_1783308055-4zG90mJG9jzb3PYXCkjDsKmX7hpQCtcra7ZJKMQx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288435/original/045012500_1783320576-2a853231-bd7a-45de-af35-c4ab5bbd5021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288362/original/099638000_1783314813-hl.jpg)