Liputan6.com, Jakarta Exhuma meraup lebih dari 10 juta penonton di Korea Selatan hanya dalam 32 hari tayang, lalu melesat menjadi film Korea terlaris sepanjang masa yang tayang di Indonesia. Satu fakta yang sering terlewat bahwa film dengan genre serupa itu bukan fenomena baru. Genre film dukun Korea sudah eksis sejak tahun 1970-an dan terus melahirkan karya-karya yang diakui dunia.
Bagi kamu yang baru pertama kali penasaran setelah menonton Exhuma di bioskop, atau sudah lama mengoleksi daftar tontonan horor Asia, kami merancang ini untuk membantumu menyelami genre horor unik dari negeri ginseng ini, mulai dari pemula hingga siap menjadikannya hobi yang menghasilkan.Â
Kenapa Genre Film Dukun Korea Layak Dieksplorasi Sekarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176965/original/083613000_1743144548-_1_Korean_Box_-_Exhuma_-_Alt_C_-_Premium_Headline_Mobile.jpg)
Mudang telah menjadi subjek film Korea lintas genre, mulai dari horor, thriller, hingga komedi, dan industri film Korea pernah menyaksikan lahirnya sub-genre baru bernama "musok film" (film perdukunan). Tren ini bukan sekadar mode sesaat.
Exhuma meraih pendapatan kotor sebesar US$84.095.030 dari 11.902.097 penonton secara global, sehingga menjadikannya film Korea terlaris tahun 2024 dan ketujuh terlaris sepanjang masa. Di Indonesia sendiri, Exhuma tercatat sebagai film Korea yang cukup sukses dengan meraih banyak penonton.
Momentum ini membuat film dukun Korea relevan untuk dijadikan hobi eksplorasi sinematik. Platform streaming lokal kini berlomba menayangkan judul-judul bertema perdukunan Korea. Akses semakin mudah, subtitle Indonesia tersedia di hampir semua platform legal, dan komunitas penggemar di Indonesia terus tumbuh. Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk memulai.
Hobi Eksplorasi Film Dukun Korea
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Tingkat Kesulitan | Sangat Mudah - hanya perlu akses internet dan kemauan menonton |
| Waktu per Sesi | 2-2,5 jam per film; 1 jam per episode drama |
| Modal Awal Estimasi | Hemat: Rp 0 (konten gratis di Viu/WeTV) | Standar: Rp 54.000/bulan (Netflix) | Premium: Rp 150.000/bulan (multi-platform) |
| Cocok Untuk | Indoor, sendiri atau kelompok, dewasa (15+) |
| Kompatibilitas Iklim | Sempurna untuk musim hujan Indonesia - suasana mendung memperkuat atmosfer horor |
Genre ini paling cocok ditonton saat malam hari dan semakin terasa nuansa horornya ketika hujan. Suasana gelap dan bunyi gerimis di luar jendela seolah memperpanjang pengalaman sinematik dari layar ke kehidupan nyata.
Advertisement
Manfaat Mendalami Genre Film Dukun Korea
Manfaat Kesehatan Mental dan Kognitif
Menonton film horor yang berkualitas ternyata bukan sekadar hiburan. Penelitian di bidang psikologi menunjukkan bahwa pengalaman menonton horor dalam lingkungan yang aman membantu melatih respons emosional terhadap ketakutan. Film dukun Korea seperti The Wailing khususnya menuntut konsentrasi tinggi karena alur cerita yang berlapis dan simbolisme budaya yang kompleks - ini melatih kemampuan analisis dan berpikir kritis.
Manfaat Wawasan Budaya
Shamanisme Korea, yang sering disebut Muism, adalah salah satu tradisi spiritual tertua di Korea. Tradisi ini berpusat pada ritual yang dilakukan oleh dukun, dikenal sebagai mudang, yang berkomunikasi dengan roh untuk menyembuhkan, membimbing, atau mengatasi kemalangan. Memahami latar budaya ini memperkaya pengalaman menonton jauh melampaui sekadar menikmati adegan seram.
Potensi Finansial
Hobi ini bisa dimonetisasi menjadi konten review film di YouTube, TikTok, atau blog. Kreator konten film horor Asia di Indonesia mengalami pertumbuhan penonton yang signifikan seiring maraknya antusiasme terhadap sinema Korea.
Manfaat Sosial
Komunitas penggemar film Korea di Indonesia sangat aktif. Dari grup diskusi di Telegram hingga nonton bareng (nobar) di kafe tematik, hobi ini membuka jalur sosialisasi yang luas - terutama untuk mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
Panduan Lengkap Memulai: 7 Langkah Mendalami Film Dukun Korea
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2955203/original/017272300_1572521470-the_wailing.jpg)
Langkah 1: Pahami Sejarah Budaya Mudang dalam Sinema Korea
Sebelum menekan tombol play, luangkan waktu sejenak memahami konteks budayanya. Pada tahun 1970-an, mudang menjadi subjek utama film Korea, diawali oleh A Shaman's Story (1972) yang memelopori tren ini. Berdasarkan novel karya Kim Dong-ree, salah satu novelis terbesar dalam sastra modern Korea, film ini menampilkan konflik yang dialami Mohwa, seorang mudang lokal, ketika agama Kristen mulai menyebar di masyarakat Korea modern.
Perlu dicatat pula bahwa perempuan membentuk mayoritas mudang, menjadikannya salah satu cara mereka bisa mempraktikkan otonomi ekonomi dan kreatif dalam masyarakat patriarkal. Detail semacam ini membuat film dukun Korea memiliki dimensi naratif yang jauh lebih kaya dibandingkan horor Barat konvensional.
Langkah 2: Mulai dari Film Fondasi - Tiga Karya Wajib Tonton
Film 1: The Wailing (Gokseong, 2016)
Dilansir dari Rotten Tomatoes, "The Wailing menghadirkan misteri atmosferik yang dibangun dengan cerdas, di mana ketegangan supranaturalnya lebih dari cukup untuk menjustifikasi durasinya yang panjang." Film ini meraih skor 99% di platform tersebut.
The Wailing adalah film horor Korea Selatan tahun 2016 yang ditulis dan disutradarai Na Hong-jin, dibintangi Kwak Do-won, Hwang Jung-min, dan Chun Woo-hee. Film ini berpusat pada seorang polisi yang menyelidiki serangkaian pembunuhan misterius dan penyakit aneh di sebuah desa terpencil Korea demi menyelamatkan putrinya.
Film 2: Exhuma (Pamyo, 2024)
Exhuma adalah film horor Korea Selatan tahun 2024 yang ditulis dan disutradarai Jang Jae-hyun, dibintangi Choi Min-sik, Kim Go-eun, Yoo Hae-jin, dan Lee Do-hyun. Film ini mengandung elemen misteri dan okultisme, mengikuti proses penggalian kuburan yang mengerikan dan melepaskan konsekuensi menakutkan yang terpendam.
Baca juga: Bintang Film Exhuma Choi Min Sik Kenang Memori Masa Kecil Nonton Ritual Perdukunan Korea
Film 3: The Priests (Geomeun Sajedeul, 2015)
Film pertama Jang Jae-hyun, The Priests, adalah horor eksorsisme klasik. Film ini menggabungkan ritual pengusiran setan ala Katolik dengan elemen perdukunan Korea, menghadirkan bentrokan dua tradisi spiritual yang memukau secara visual. Film ini juga meraih pujian kritis atas penampilannya, terutama Park So-dam yang kemudian tampil dalam film peraih Oscar, Parasite (2019).
Langkah 3: Perluas Daftar Tontonan Secara Bertahap
Setelah menguasai tiga film fondasi, perluas daftar tontonan dengan panduan berikut:
Minggu 1-2: Film horor perdukunan klasik
- Svaha: The Sixth Finger (2019) - menjelajahi isu kultus dan shamanisme dalam bungkus investigasi detektif
- The Cursed: Dead Man's Prey (2021) - unik karena juga memotret praktik ilmu hitam dari dukun Indonesia
- The 8th Night (2021) - biksu dan detektif melawan kebangkitan iblis yang telah disegel berabad-abad
Bulan 1: Drama Korea (serial) bertema dukun
- The Guest (2023) - rating MyDramaList 8.7/10, mengisahkan trio pemburu roh jahat bernama "Son"
- Revenant (2023) - rating 8.6/10, mahasiswi yang mewarisi barang peninggalan dari ayahnya yang seorang dukun
- The Haunted Palace (2025) - drakor terbaru tentang cucu dukun terkenal yang menolak takdir spiritualnya
Baca juga: 9 Streaming Drama Korea Legal yang Bisa Diakses di Indonesia
Bulan 3: Dokumenter dan konteks budaya
Dokumenter Mudang yang disutradarai Park Ki-bok dan dinarasikan aktor Sol Gyung-gu merupakan tayangan informatif yang mengikuti beberapa dukun perempuan (mudang) saat mereka menghadiri upacara kematian dan menjadi perantara antara dunia hidup dan dunia mati. Film ini menawarkan jalan masuk yang mudah untuk memahami pentingnya shamanisme di Korea.
Bulan 6: Filmografi lanjutan
- Along With the Gods (2017-2018) - fantasi blockbuster berdasarkan webtoon tentang alam baka Korea
- KPop Demon Hunters - film animasi yang berakar kuat pada folklor Korea
- Sutradara Jang Jae-hyun menghindari CGI dan berfokus pada lokasi nyata serta efek praktis dalam Exhuma, membuat filmnya lebih kasar dan efektif. Pelajari teknik ini sebagai bahan analisis sinematik.
Bagi yang punya akses ke platform gratis dan legal, hobi ini bisa dimulai nyaris tanpa modal. Tips: gunakan headphone berkualitas untuk menangkap detail suara ritual yang jadi kekuatan utama genre ini.
Langkah 4: Bangun Kebiasaan Menonton yang Berkualitas
Hindari lima kesalahan pemula ini:
- Menonton dengan ekspektasi jump scare ala Hollywood. Film dukun Korea membangun ketakutan lewat atmosfer dan psikologi, bukan sekadar kejutan visual.
- Melewatkan subtitle. Mantera dan dialog spiritual dalam bahasa Korea mengandung nuansa yang krusial untuk memahami plot.
- Berhenti di tengah film. Berdurasi 156 menit, The Wailing adalah slow burn yang awalnya mirip prosedural ala Memories of Murder karya Bong Joon-ho dengan tempo santai dan palet warna cokelat basah. Bersabarlah - hasilnya sepadan.
- Menonton sendirian tanpa persiapan. Untuk pemula, pertimbangkan nonton bareng teman agar bisa langsung diskusi setelah film selesai.
- Mengabaikan konteks budaya. Sisihkan 15-20 menit sebelum menonton untuk membaca latar budaya mudang - pengalamanmu akan jauh lebih kaya.
Baca juga: 7 Rekomendasi Film Horor Korea Terbaik di Netflix
Langkah 5: Dokumentasikan dan Bagikan Pengalamanmu
Setelah menonton 10-15 judul, kamu sudah memiliki cukup referensi untuk mulai membuat konten. Catat setiap film yang ditonton, beri rating personal, dan identifikasi pola-pola naratif yang menarik perhatianmu.
Format konten yang bisa dibuat:
- Thread Twitter/X tentang timeline film dukun Korea dari era 70-an hingga sekarang
- Video TikTok berdurasi 60 detik berisi perbandingan ritual di berbagai film
- Review blog mendalam tentang simbolisme budaya dalam satu film spesifik
- Podcast diskusi pasca-nonton dengan teman sesama penggemar
Langkah 6: Selami Film dengan Pendekatan Analitis
Genre ini menawarkan jalan masuk yang mudah untuk memahami pentingnya shamanisme di Korea dan hubungannya dengan berbagai aspek masyarakat, sejarah, dan budaya Korea.
Coba identifikasi elemen-elemen berikut setiap kali menonton:
- Ritual gut - upacara shamanistik yang menjadi motif berulang paling dramatis
- Konflik tradisi vs modernitas - dukun sering diposisikan sebagai lawan budaya Barat
- Peran perempuan - mayoritas mudang dalam sinema Korea adalah perempuan, mencerminkan realitas budaya
- Konsep Han - kepahitan atau kesedihan lintas generasi yang menjadi tugas dukun untuk mendamaikan
Advertisement
Kalkulasi Biaya dan Potensi Output
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189804/original/049113500_1744801608-The_Haunted_Palace_-_KV.jpg)
Menekuni hobi ini dengan serius selama 6 bulan pertama membutuhkan investasi yang tergolong ringan dibandingkan hobi lain.
| Komponen | Biaya 6 Bulan |
|---|---|
| Langganan Netflix (6 bulan) | Rp 324.000 |
| Langganan Vidio Premier (6 bulan) | Rp 300.000 |
| Buku referensi budaya Korea (1-2 judul) | Rp 150.000 |
| Biaya internet tambahan | Rp 0 (asumsi sudah berlangganan) |
| Total Investasi 6 Bulan | Rp 774.000 |
Dalam 6 bulan, kamu bisa menonton setidaknya 15-20 film dan 3-4 serial (masing-masing 16 episode). Output ini sudah cukup untuk membangun portofolio konten atau sekadar memiliki wawasan mendalam tentang genre unik ini.
Baca juga: 18 Rekomendasi Situs Nonton Legal Indonesia dan Luar Negeri
Scaling dan Monetisasi: Dari Penonton Jadi Kreator
Setelah menguasai setidaknya 20 judul dan memahami konteks budayanya, kamu bisa mulai menghasilkan dari hobi ini melalui beberapa jalur:
Konten kreator review film - Platform TikTok dan YouTube Shorts sangat ramah terhadap konten review film berdurasi pendek. Fokuskan niche pada "film horor Asia" atau lebih spesifik "film okultisme Korea" untuk membangun audiens yang loyal.
Penulis blog atau portal film - Banyak media daring Indonesia membutuhkan penulis konten bertema sinema Korea. Pengalaman menonton yang mendalam menjadi modal utama.
Penerjemah atau subtitle enthusiast - Komunitas fansub Indonesia selalu membutuhkan kontributor yang memahami konteks budaya Korea. Dari sini, peluang kerja profesional di bidang penerjemahan konten terbuka lebar.
Kurator nonton bareng (nobar) - Gelar event nobar tematik di kafe atau co-working space, lengkap dengan sesi diskusi pasca-nonton. Tiket masuk Rp 35.000-75.000 per orang sudah mencakup snack dan minuman.
Estimasi waktu untuk mulai menghasilkan: 3-6 bulan setelah konsisten membuat konten.
Advertisement
Komunitas dan Sumber Belajar di Indonesia
Grup dan komunitas daring:
- Grup Facebook "Korean Movie Lovers Indonesia" dan "Drakor Addict Indonesia"
- Subreddit r/koreanfilm untuk diskusi mendalam berbahasa Inggris
- Akun TikTok dan Instagram kreator film horor Korea lokal
Sumber belajar:
- Korean Film Council (koreanfilm.or.kr) - database film dan artikel analisis gratis berbahasa Inggris
- Channel YouTube "Korean Film Council" untuk trailer resmi dan wawancara sutradara
- Platform MyDramaList untuk rating dan review komunitas
Platform streaming resmi dengan subtitle Indonesia:
- Netflix, Vidio, Viu, WeTV, Disney+ Hotstar
- Shudder (untuk koleksi horor spesialis, tersedia di beberapa wilayah)
Baca juga: 13 Rekomendasi Drakor Seru untuk Maraton Akhir Pekan
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Film Dukun Korea
Apa film dukun Korea yang paling cocok untuk pemula?
The Priests (2015) adalah pilihan terbaik untuk memulai karena menggabungkan eksorsisme ala Katolik yang sudah familiar bagi penonton Indonesia dengan elemen perdukunan Korea. Durasinya lebih pendek dibandingkan The Wailing, dan ada momen humor yang membuat tontonan tidak terlalu berat. Setelah itu, lanjutkan ke Exhuma yang lebih aksesibel secara naratif sebelum menantang diri dengan The Wailing.
Di mana bisa menonton film dukun Korea dengan subtitle Indonesia?
Mayoritas judul tersedia di platform streaming legal seperti Netflix (The Wailing, Exhuma), Vidio (Exhuma), dan Disney+ Hotstar (Revenant). Untuk drama serial, Viki dan WeTV juga menyediakan banyak pilihan dengan subtitle Indonesia yang rapi. Pastikan selalu menonton di platform resmi untuk mendukung industri film.
Apakah genre film dukun Korea terlalu menyeramkan untuk ditonton?
Tingkat kengerian sangat bervariasi. Film seperti Cafe Minamdang (2022) dan Destined With You (2023) membalut tema perdukunan dengan komedi dan romansa yang ringan. Bahkan The Wailing pun memiliki pacing yang tidak terlalu cepat, memberi penonton waktu untuk mencerna situasi. Yang penting, ketahui preferensimu sendiri dan mulai dari judul yang sesuai tingkat kenyamananmu.
Baca juga: 10 Film Horor Korea Selatan yang Justru Bikin Ngakak
Genre film dukun Korea menawarkan perpaduan unik antara hiburan, wawasan budaya, dan peluang kreatif yang jarang ditemukan di genre lain. Mudang sering diposisikan sebagai lawan budaya Barat dalam film Korea, melambangkan tradisi Korea. Memahami hal ini bukan hanya memperkaya pengalaman menontonmu, tetapi juga membuka jendela untuk melihat bagaimana sebuah bangsa memaknai hubungan antara dunia yang terlihat dan yang tidak terlihat. Mulailah dari satu film malam ini - dan biarkan perjalanan sinematikmu dimulai dari sana.
Baca juga: Review Film Dark Nuns yang Dibintangi Song Hye Kyo
Baca juga: 10 Rekomendasi Drakor Fantasi Dunia Paralel yang Bikin Lupa Waktu
Baca juga: Exhuma Jadi Film Horor Okultisme Korea Pertama yang Berhasil Raih 7 Juta Penonton
Baca juga: 7 Drakor Terbaru dengan Rating Tinggi di Awal 2026
Baca juga: 8 Film Hantu Lucu Korea Paling Hits yang Wajib Ditonton
Baca juga: Do Wa Ju Se Yo - Film Horor Indonesia dengan Hantu Korea
Baca juga: Exhuma Film Korea Terlaris di Indonesia Tayang di Vidio
Baca juga: Panduan Lengkap 12+ Genre Drama Korea dan Ciri Khasnya
Baca juga: 13 Film Korea Terbaru dan Terpopuler yang Wajib Ditonton
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712665/original/010969000_1782794447-xA4n532HGzYCHuXScAasmTrCJ0AeoQleS1XY4Dzo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288916/original/039645400_1783343653-AP26187200791478.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245840/original/052909900_1749414785-cristiano_ronaldo_gol_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_matthias_schrader.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288052/original/043334700_1783289642-000_B9BW8VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288949/original/018079300_1783350028-Red-Velvet-2-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288926/original/065560600_1783346527-SaveClip.App_731727157_18614712355022454_3833768078334179374_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288924/original/019678100_1783346161-YOTNC16_A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501615/original/024555300_1770950388-MV5BMTY4ZjRiYWQtNmQyZC00ZGExLWFjOTItMTJlMzJjMjdlNjgxXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287355/original/066631500_1783220304-WAJAH_cinta.jpeg)