5 Fakta Film Exhuma yang Melesat di Box Office, Termasuk soal Pamyo yang Kental dengan Tradisi Korea

Sutradara Exhuma mendapat inspirasi film ini saat melihat ekshumasi, atau proses penggalian jenazah di makam.

Diterbitkan 05 Maret 2024, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Demam Exhuma kini tengah melanda Korea Selatan. Salah satu buktinya, adalah performa film Korea ini di box office Negeri Ginseng selama penayangannya. Dilansir dari Soompi, Senin (4/3/2024), film yang dibintangi Kim Go Eun, Choi Min Sik, Yoo Hae Jin, dan Lee Do Hyun ini meraih enam juta penonton dalam waktu 11 hari tayang.

Sementara di Indonesia, distributor film Feat Pictures mengumumkan bahwa per hari ini, film tersebut sudah mengumpulkan 300 ribu penonton.

Dalam cuitan Feat Pictures tertulis, “300 ribu orang sudah dibacain ayat oleh Pak Pengafan Presiden.”

Exhuma sendiri berkisah tentang dua dukun Korea, Hwa Rim (Kim Go Eun) dan Bong Gil (Lee Do Hyun) yang dipanggil untuk membantu sebuah keluarga Korea kaya di Los Angeles, Amerika Serikat. Dalam memecahkan kasus yang berakar dari pemakaman keluarga ini, kedua dukun ini dibantu oleh ahli feng shui Sang Deok (Choi Min Sik) dan petugas pemakaman Young Geun (Yoo Hae Jin).

Ada banyak fakta menarik tentang film yang disutradarai oleh Jang Jae Hyun ini. Apa saja?

  

1. Pamyo

Dilansir dari The Korea Times, judul asli film ini dalam bahasa Korea adalah Pamyo. Ini adalah tindakan penggalian makam untuk relokasi atau kremasi jenazah.

Praktik ini sangat kental dalam tradisi dan diyakini dapat memperbaiki kemalangan yang diduga disebabkan oleh letak kuburan leluhur yang tidak tepat menurut prinsip feng shui.

2. Inspirasi Film Exhuma

Sutradara film Exhuma, Jang Jae Hyun, mendapat inspirasi film ini saat melihat ekshumasi, atau proses penggalian jenazah di makam.

Untuk riset, sineas yang sebelumnya menggarap The Priests dan Svaha: The Sixth Finger, ini sampai menyaksikan lebih dari 15 kali ekshumasi, termasuk yang dilakukan pagi-pagi buta. Ia juga mewawancara sejumlah dukun, master feng shui, dan petugas pemakaman.

3. Sejarah Korea

Saat menyaksikan sebuah proses ekshumasi, sebuah pemahaman baru terbit di benak sutradara Jang Jae Hyun. Ia merasa bahwa dalam upacara ini ada upaya untuk mencabut dan menghapus luka masa lalu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Hal ini membuatnya merasa terpanggil untuk menghubungannya dengan sejarah negaranya. "Jika kita mengibaratkan negara kita sebagai manusia, maka ia adalah korban yang banyak menderita luka. Jadi, saya pikir kita harus melakukan 'pamyo' terhadapnya,” kata dia.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan