Sukses

IHSG Koreksi 30,04 Poin Jelang Libur Natal 2018

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lanjutkan pelemahan menjelang akhir pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (21/12/2018), IHSG merosot 30,04 poin atau 0,49 persen ke posisi 6.117,83. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tergelincir 29,48 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.118,39. Indeks saham LQ45 susut 0,80 persen ke posisi 977,17. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan kecuali indeks saham Pefindo naik 0,05 persen.

Sebanyak 91 saham melemah sehingga menekan IHSG. 74 saham menguat dan 112 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.123,12 dan terendah 6.110,61.

Total frekuensi perdagangan saham 14.451 kali dengan volume perdagangan 2,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 286,1 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 40,58 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.455.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham tambang naik tipis. Sektor saham aneka industri tergelincir 0,82 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham keuangan melemah 0,69 persen dan sektor saham manufaktur merosot 0,59 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham TIRA melonjak 25 persen ke posisi Rp 300 per saham, saham GLOB menanjak 17,27 persen ke posisi Rp 645 per saham, dan saham PTSN mendaki 8,43 persen ke posisi Rp 1.405 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MERK merosot 19,86 persen ke posisi Rp 5.850 per saham, saham JMAS tergelincir 7,14 persen ke posisi Rp 845 per saham, dan saham ENRG susut 3,77 persen ke posisi Rp 51 per saham.

Bursa saham Asia kompak merosot. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,08 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,26 persen, indeks saham Jepang Nikkei merosot 1,59 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai terpangkas 0,88 persen, indeks saham Singapura turun 0,63 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,78 persen.

 

2 dari 2 halaman

Prediksi Analis

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Jumat 21 Desember 2018. Laju IHSG berpeluang naik dengan kisaran support dan resistance di level 6.002-6.355.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada berpendapat, kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis point (bpt) itu memang sudahdiprediksi pasar (price in).

Kenaikan suku bunga acuan bank sentral itu tentu berimbas negatif terhadap pasar Asia, tak terkecuali pasar saham Indonesia.

"Namun berkat adanya aksi beli membuat IHSG mampu bertahan tidak melemah lebih dalam. Diharapkan laju IHSG masih dapat didukung aksi beli serta sentimen berita positif lainnya," ucapnya di Jakarta pada hari ini.

Oleh karena itu, Reza optimistis IHSG berpotensi menguat dengan diperdagangkan pada level 6.128-6.146.

Sementara itu, kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk tetap pruden menahan suku bunga acuannya di level 6 persen menjadi katalis positif bagi laju IHSG pada hari ini. Keputusan BI menjadi stimulus IHSG tak tersungkur lebih dalam.

"Sikap BI menahan suku bunga 7 days Repo dilevel 6 persen mampu menjadi dorongan positif pada pergerakan IHSG. Ini jadi memangkas kerugian IHSG hingga mampu ditutup hanya melemah setengah persen atau 0,46 persen pada perdagangan Kamis," sambung Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi Taulat.

Meski demikian, pergerakan mata uang rupiah masih terkena efek dari kenaikan suku bunga The Fed. Rupiah ditutup melemah 0.23 persen kelevel Rp14.473 per dolar Amerika Serikat (USD).

"Serta investor asing yang masih tercatat net sell sekitar Rp 450,66 miliar," ungkapnya.

Adapun dengan situasi ini, Lanjar menilai IHSG berpeluang menguat terbatas di rentang 6.133-6.210.

Beralih ke saham rekomendasi, Reza menyarankan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).

Sedangkan Lanjar menganjurkan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), serta PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: