Resep Chiffon Ketan Hitam yang Lembut, Fluffy, dan Anti Bantat, Cocok untuk Pemula

0(0)

Resep chiffon ketan hitam populer berkat tekstur lembut, ringan, dan rasa legit khas. Membutuhkan teknik tepat untuk hasil sempurna.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Resep chiffon ketan hitam menjadi salah satu resep kue rumahan yang banyak dicari karena menghasilkan cake dengan tekstur lembut, ringan, namun tetap memiliki cita rasa khas dari tepung ketan hitam. Perpaduan aroma santan dan ketan hitam menciptakan kue yang harum sekaligus legit.

Berbeda dengan chiffon cake biasa, varian ketan hitam menawarkan warna ungu kehitaman yang alami dan tampilan yang lebih elegan. Kue ini cocok disajikan sebagai teman minum teh, hidangan arisan, hingga suguhan saat acara keluarga.

Meski terlihat sederhana, pembuatan chiffon ketan hitam membutuhkan teknik yang tepat, terutama saat membuat meringue, mencampurkan adonan, dan memanggangnya. Dengan mengikuti langkah yang benar, hasil cake akan mengembang tinggi, empuk, dan tidak mudah amblas. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (7/7/2026).

Resep Chiffon Ketan Hitam

Resep berikut menghasilkan satu loyang chiffon berdiameter sekitar 21 cm dengan tekstur lembut, ringan, dan harum.

Bahan A

  • 5 butir kuning telur
  • 40 gram gula pasir halus
  • 30 gram minyak sayur
  • 100 gram santan instan
  • 1/4 sendok teh garam
  • 60 gram tepung ketan hitam
  • 40 gram tepung terigu protein rendah
  • 1/4 sendok teh vanila (opsional)

Bahan B

  • 5 butir putih telur
  • 85 gram gula pasir
  • 1/3 sendok teh cuka masak atau 1 sendok teh air lemon/cream of tartar

Bahan Tambahan (Opsional)

  • 50 gram keju cheddar potong dadu kecil

Cara Membuat Chiffon Ketan Hitam

1. Membuat Adonan Kuning Telur

Campurkan kuning telur, gula, minyak sayur, santan, garam, vanila, tepung ketan hitam, dan tepung protein rendah ke dalam wadah.

Aduk menggunakan balloon whisk hingga seluruh bahan tercampur rata dan membentuk adonan yang halus seperti pasta tanpa gumpalan. Setelah itu sisihkan.

2. Membuat Meringue

Masukkan putih telur ke dalam mangkuk yang bersih dan bebas minyak.

Tambahkan cuka masak atau air lemon, lalu kocok hingga mulai berbusa. Masukkan gula secara bertahap sebanyak tiga kali sambil terus dikocok hingga mencapai firm peak atau stiff peak, yaitu ketika adonan putih telur membentuk puncak yang kokoh namun ujungnya masih sedikit melengkung.

3. Mencampurkan Adonan

Ambil sekitar sepertiga bagian meringue, kemudian masukkan ke dalam adonan kuning telur.

Aduk menggunakan teknik aduk balik (folding) hingga tercampur rata.

Selanjutnya tuangkan campuran tersebut ke dalam sisa meringue. Lakukan teknik aduk balik secara perlahan hingga seluruh adonan homogen tanpa mengempiskan udara yang sudah terbentuk.

Apabila ingin menambahkan keju cheddar, masukkan pada tahap ini dan aduk sebentar saja hingga tersebar merata.

Siapkan loyang chiffon tanpa dioles margarin maupun minyak.

Tuangkan adonan ke dalam loyang hingga sekitar dua pertiga tinggi loyang. Hentakkan loyang sebanyak dua kali agar gelembung udara besar keluar.

Rapikan permukaan adonan menggunakan tusuk sate atau lidi dengan gerakan memutar sehingga rongga udara di dalam adonan dapat berkurang.

5. Memanggang

Panaskan oven terlebih dahulu.

Panggang pada suhu sekitar 170°C selama 15–20 menit hingga permukaan mulai mengering.

Keluarkan sebentar, lalu buat satu garis tipis di bagian atas menggunakan pisau tajam (slit) agar permukaan mengembang lebih rapi.

Masukkan kembali ke oven dan lanjutkan memanggang pada suhu sekitar 160°C selama 45–50 menit menggunakan api atas bawah atau sesuaikan dengan karakter oven masing-masing.

Lakukan tes tusuk. Jika tidak ada adonan yang menempel pada tusuk sate, berarti chiffon cake telah matang.

6. Mendinginkan Cake

Setelah matang, segera keluarkan loyang dari oven.

Balikkan loyang menggunakan bantuan botol atau kaki loyang chiffon hingga benar-benar dingin. Langkah ini penting agar chiffon cake tidak menyusut atau amblas.

Setelah dingin, lepaskan cake dari loyang menggunakan pisau tipis, kemudian sajikan.

Tips agar Resep Chiffon Ketan Hitam Berhasil dan Tidak Bantat

Keberhasilan resep chiffon ketan hitam tidak hanya ditentukan oleh takaran bahan, tetapi juga teknik pengolahannya. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Gunakan Perbandingan Tepung yang Tepat

Tepung ketan hitam menghasilkan rasa yang khas sekaligus tekstur lebih padat dibanding tepung terigu.

Karena itu, banyak resep menggunakan campuran tepung ketan hitam dan tepung protein rendah agar tekstur cake tetap ringan sekaligus mempertahankan aroma ketan hitam yang kuat. Jika menggunakan tepung ketan hitam seluruhnya, hasil cake biasanya menjadi lebih padat.

Kocok Putih dan Kuning Telur Secara Terpisah

Teknik ini merupakan ciri khas chiffon cake.

Putih telur dikocok hingga membentuk meringue yang stabil, sedangkan kuning telur dicampur bersama bahan cair dan tepung. Cara tersebut membantu menghasilkan tekstur cake yang tinggi, ringan, dan berpori halus.

Pastikan pula menggunakan telur yang masih segar agar meringue mudah mengembang.

Gunakan Santan agar Lebih Harum

Santan memberikan aroma khas yang sangat cocok dipadukan dengan ketan hitam.

Selain memperkaya rasa, santan juga membuat tekstur cake menjadi lebih moist dan lembut dibanding hanya menggunakan susu atau air.

Santan instan maupun santan segar sama-sama dapat digunakan selama takarannya sesuai resep.

Terapkan Teknik Folding

Saat mencampurkan meringue ke adonan kuning telur, jangan mengaduk terlalu kuat.

Gunakan teknik folding, yaitu mengangkat adonan dari bawah ke atas sambil memutar wadah secara perlahan. Cara ini menjaga udara di dalam meringue sehingga cake tetap mengembang sempurna setelah dipanggang.

Jangan Mengolesi Loyang

Loyang chiffon memang dirancang tanpa lapisan minyak atau margarin.

Permukaan loyang yang kesat membantu adonan "memanjat" saat mengembang sehingga tinggi cake menjadi maksimal. Setelah matang, loyang juga harus langsung dibalik hingga dingin agar cake tidak turun.

Variasi Chiffon Ketan Hitam yang Bisa Dicoba

Selain resep dasar, chiffon ketan hitam juga dapat dikreasikan menjadi berbagai varian yang tidak kalah lezat.

Salah satu yang paling populer adalah menambahkan potongan keju cheddar ke dalam adonan. Keju memberikan sensasi gurih yang berpadu sempurna dengan rasa legit tepung ketan hitam.

Bagi pecinta aroma kelapa, santan segar dapat digunakan untuk menghasilkan rasa yang lebih kaya dibanding santan instan.

Anda juga dapat menambahkan taburan wijen hitam, meses cokelat, atau sedikit bubuk kayu manis untuk memberikan karakter rasa yang berbeda tanpa menghilangkan cita rasa utama chiffon ketan hitam.

Cara Menyimpan Chiffon Ketan Hitam agar Tetap Lembut

Setelah benar-benar dingin, simpan chiffon cake dalam wadah kedap udara agar kelembapannya tetap terjaga.

Pada suhu ruang, chiffon ketan hitam umumnya dapat bertahan selama dua hingga tiga hari.

Jika ingin disimpan lebih lama, masukkan ke dalam lemari es. Sebelum disajikan kembali, diamkan beberapa menit pada suhu ruang agar teksturnya kembali lembut.

Untuk penyimpanan hingga beberapa minggu, cake dapat dipotong-potong, dibungkus rapat menggunakan plastik makanan, kemudian disimpan di dalam freezer.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Chiffon Ketan Hitam

1. Mengapa chiffon ketan hitam bisa bantat?

Penyebab paling umum adalah meringue kurang kaku, teknik folding yang terlalu keras, atau suhu oven yang tidak stabil sehingga adonan kehilangan udara sebelum matang.

2. Apakah tepung ketan hitam bisa digunakan tanpa campuran tepung terigu?

Bisa, tetapi hasilnya akan lebih padat dan tidak seringan chiffon cake yang menggunakan campuran tepung protein rendah.

3. Mengapa loyang chiffon tidak boleh diolesi minyak?

Karena adonan membutuhkan permukaan loyang yang kesat agar dapat menempel dan mengembang maksimal selama proses pemanggangan.

4. Bisakah santan instan diganti santan segar?

Bisa. Santan segar justru memberikan aroma yang lebih harum, asalkan digunakan dengan takaran yang sama agar konsistensi adonan tetap terjaga.

5. Bagaimana cara mengetahui chiffon ketan hitam sudah matang?

Lakukan tes tusuk menggunakan lidi atau tusuk sate. Jika tidak ada adonan yang menempel, berarti cake sudah matang dan siap dikeluarkan dari oven.

 

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu