Sukses

Ada Aksi Beli, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Liputan6.com, Jakarta  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Jumat (21/12/2018). Laju IHSG berpeluang naik dengan kisaran support dan resistance di level 6.002-6.355.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada berpendapat, kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis point (bpt) itu memang sudahdiprediksi pasar (price in).

Kenaikan suku bunga acuan bank sentral itu tentu berimbas negatif terhadap pasar Asia, tak terkecuali pasar saham Indonesia.

"Namun berkat adanya aksi beli membuat IHSG mampu bertahan tidak melemah lebih dalam. Diharapkan laju IHSG masih dapat didukung aksi beli serta sentimen berita positif lainnya," ucapnya di Jakarta pada hari ini.

Oleh karena itu, Reza optimistis IHSG berpotensi menguat dengan diperdagangkan pada level 6.128-6.146.

Sementara itu, kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk tetap pruden menahan suku bunga acuannya di level 6 persen menjadi katalis positif bagi laju IHSG pada hari ini. Keputusan BI menjadi stimulus IHSG tak tersungkur lebih dalam.

"Sikap BI menahan suku bunga 7 days Repo dilevel 6 persen mampu menjadi dorongan positif pada pergerakan IHSG. Ini jadi memangkas kerugian IHSG hingga mampu ditutup hanya melemah setengah persen atau 0,46 persen pada perdagangan Kamis," sambung Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi Taulat.

 

2 dari 2 halaman

Rupiah

Meski demikian, pergerakan mata uang rupiah masih terkena efek dari kenaikan suku bunga The Fed. Rupiah ditutup melemah 0.23 persen kelevel Rp14.473 per dolar Amerika Serikat (USD).

"Serta investor asing yang masih tercatat net sell sekitar Rp 450,66 miliar," ungkapnya.

Adapun dengan situasi ini, Lanjar menilai IHSG berpeluang menguat terbatas di rentang 6.133-6.210.

Beralih ke saham rekomendasi, Reza menyarankan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).

Sedangkan Lanjar menganjurkan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), serta PT Adaro Energy Tbk (ADRO).