Sukses

Pahlawan Asal Papua di Uang Kertas Rp 10 Ribu Baru

Liputan6.com, Jayapura - Frans Kaisiepo, pahlawan asal Biak Numfor, Papua, menjadi salah satu pahlawan yang fotonya bakal dipasang pada uang lembar baru pecahan Rp 10 ribu yang dirilis oleh Bank Indonesia pada pertengahan Desember mendatang. Nama Frans Kaisiepo sebelumnya disematkan pada Bandara Internasional di Biak Numfor.

Sosok Frans Kaisiepo diajukan bersama dengan empat pahlawan Papua lainnya ke Bank Indonesia. Keempat pahlawan Papua itu adalah Marthen Indey, Frans Kaisiepo, Silas Papare dan Johanes Abraham Dimara.  

Di Jakarta, sosok Frans Kaisiepo terpilih dari 147 pahlawan seluruh Indonesia yang diajukan oleh masing-masing kantor perwakilan Bank Indonesia.   

"Bank Indonesia akhirnya memilih 11 sosok pahlawan nasional, termasuk Frans Kaisiepo. Pemilihan sosok tersebut telah dikaji bersama antara Kementrian Sosial, Keuangan, Sejarahwan dan juga ahli waris para pahlawan nasional itu selama 6 bulan lamanya," ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Joko Supratikto, Kamis (10/11/2016).

Sosok Frans Kaisiepo dianggap berjasa untuk Indonesia. Salah satunya pernah menjabat sebagai gubernur asli Papua untuk pertama kalinya pada periode 1964-1973. Frans juga berperan dalam Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang menentukan Papua masuk dalam NKRI.

Gambar Frans Kaisiepo akan digunakan dalam pecahan Rp 10 ribu, sebab menurut survei Bank Indonesia, pecahan tersebut adalah pecahan yang banyak digunakan dalam bertransaksi oleh masyarakat Indonesia.

"Kami berharap pahlawan Papua ini dapat lebih dikenal kalangan luas. Tak hanya itu saja, desain baru uang yang akan dirilis Bank Indonesia, tak lagi hanya menggunakan logo Bank Indonesia, tetapi bertuliskan NKRI," ucap dia.

Uang pecahan yang akan diluncurkan baru adalah tujuh lembar pecahan kertas dan empat uang logam. Dalam desain barunya, uang baru tersebut selain ditandatangani Gubernur Bank Indonesia juga akan ditandatangani Menteri Keuangan.

"Saat ini, pecahan uang baru itu dalam proses pencetakan," kata dia.