Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan, saat ini tindak pidana pencucian uang di seluruh dunia sudah mencapai USD 2 triliun atau setara dengan 5% GDP atau total nilai pasar dari seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi di seluruh dunia.
"Angkanya, secara total 2 triliun sekarang. Semua bicara angkanya itu sekitar 2 triliun US Dollar yang dicuci di seluruh dunia. Ini 2 sampai 5 persen GDP dunia, gitu ya dan PPATK sendiri menerima laporannya pun kalau Februari 2026 saja itu 3,2 juta USD (transaksi dugaan pencucian uang)," kata dia saat Kuliah Kebangsaan Optimalisasi NonConviction Based Asset Forfeiture Penanganan Kejahatan Cyber melalui penguatan kolaborasi Komite TPPU di Kantor PPATK, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ivan mencatat, kalau dilihat Januari sampai Februari 2026 terdapat angka 7,389,016 laporan dugaan pencucian uang yang diterima oleh PPATK.
Advertisement
"Artinya PPATK menerima hampir 150.000 laporan per hari. Jadi 18.000 per jam ya kurang lebih 18.000 per jam laporan yang masuk kepada PPATK," ungkap dia.
Meski demikian, Ivan menjelaskan, bahwa banyaknya laporan yang diterima PPATK menjadi indikator bahwa lembaganya telah mencapai titik optiminal, di mana tekanan terhadap para pelaku tindak pidana sudah seimbang dengan tekanan balik yang diberikan pihaknya.
Â
"Kita sudah kencang gini (menelusuri aliran uang yang dicuci), lahir pelaku baru. Kita sudah kencang gini, pelaku lama menambah jejaring. Kita sudah kencang banget, kita kencang dengan judi online, Pak Kapolri sikat terus judi online. Tapi nanti jaringannya di bawah sana tanpa kita ketahui itu menyebar atau ada jaringan baru," ungkap dia.
Singgung Peran Aparat
Ivan menambahkan, hal itu kadang diperparah dengan membesarnya jaringan pelaku yang justru mendapat perlindungan dari aparat. Sehingga aparat yang justru memberantas malah ikut terlibat.
"Pelaku lama bertambah besar. Aparat yang membina pelaku. Aparat yang menjadi pelaku kejahatan. Siapa pun juga. Ini sesuai dengan apa yang Pak Presiden sampaikan di Kejaksaan kemarin," tegas dia.
Maka dari itu, Ivan berkeyakinan, seberapa kuat perlawanan balik diberikan kepada para pelaku kejahatan berada satu garis lurus dengan semakin bagus kinerja pemerintah, maka semakin buruk bagi pelaku melancarkan aksi jahatnya.
"Sebaliknya, semakin buruk kinerja pemerintah, semakin bagus bagi para pelaku kejahatan. Ini kita mencoba menekan, tapi pelaku kejahatan mencoba untuk menaikkan nilai, apa, nilai kejahatannya," bebernya.
Merangkum pidatonya, Ivan pun mengajak kepada semua pihak untuk dapat bergerak untuk menekan tindakan jahat pencucian uang. Jika para pelaku sering mendapatkan tekanan maka pemberantasan TPPU akan semakin baik. Namun jika tidak, maka hal sebaliknya akan terjadi.
"Kalau tidak ada, semakin gelap. Semakin gelap wilayah yang bisa kita (tangani), semakin banyak kerusakan yang dinikmati oleh generasi berikutnya gitu," kata Ivan.
Advertisement
Praktik Cuci Uang Sudah Berubah
Ivan menilai, kecepatan praktik pencucian uang juga sudah berubah. Jika dulu dikakukan tradisional dalam hitungan bulan sampai tahun, maka sekarang hal itu dilakukan milisecond atau per detik.
Karenanya, hal itu berdampak terhadap skala pendeteksian yang semakin sulit. Apalagi dilakukan bukan dengan manusia, melainkan kecerdasan buatan (AI).
"Skalanya jutaan sekarang udah triliunan. Kapasitas deteksinya sekarang sudah critically challenged, sudah hampir sulit diikuti gitu. Cakupan wilayahnya sudah global. Keterlibatan manusia sudah hampir tidak ada karena semua AI. Kemampuan kita, PPATK mendeteksi sudah hampir susah kalau langsung ke situ, langsung ke dan segala macam. Ini yang terjadi saat ini," kata Ivan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560434/original/087091500_1776668670-IMG_8312.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304564/original/090938000_1784720907-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.37.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552547/original/013956500_1775812564-Menteri_Pekerjaan_Umum__PU___Dody_Hanggodo-10_April_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297063/original/025090300_1784069344-392908.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4606772/original/054761200_1697007710-WhatsApp_Image_2023-10-11_at_1.54.13_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4863865/original/075480000_1718363158-telework-6795505_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4007063/original/023821000_1650961513-20220426-PPATK-Ivan-Yustiavandana-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256765/original/055591300_1781168662-Andaru.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662086/original/089405600_1778309491-Hayam_Wuruk.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572499/original/023284100_1777818551-Screenshot_20260503_211100_Instagram.jpg)