Surat Al-Hasyr Ayat 10, Doa Mohon Ampunan dan Dijauhkan dari Rasa Dengki

Surat Al-Hasyr ayat 10 memuat doa agung yang mengajarkan umat Islam untuk memohon ampunan bagi diri sendiri dan saudara-saudara seiman.

Diterbitkan 16 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Hasyr ayat 10 memuat doa agung yang mengajarkan umat Islam untuk memohon ampunan bagi diri sendiri dan saudara-saudara seiman, serta memohon perlindungan dari rasa dengki. Dalam konteks ukhuwah, doa ini adalah sebuah doa kolektif sesama muslim.

Doa ini merupakan bagian dari rangkaian ayat yang menjelaskan tentang kaum Muhajirin, Ansar, dan generasi beriman setelah mereka. Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan golongan ketiga dari kaum fakir yang berhak menerima bagian harta fai, yaitu orang-orang yang datang setelah generasi Muhajirin dan Ansar, yang mendoakan pendahulu mereka dengan penuh kebaikan dan memohon agar hati mereka dibersihkan dari kebencian.

Ayat ini memetakan kaum Muslimin ke dalam tiga klaster dan mengandung perintah untuk mendoakan orang-orang mukmin terdahulu, serta menjadi dasar kewajiban mencintai para sahabat Nabi SAW, yang dalam konteks lebih luasa mencintai sesama mukmin.

Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr memuat doa-doa agung yang mencakup permohonan ampunan dan perlindungan dari sifat tercela, yang sejalan dengan semangat ayat ini.

Teks Arab, Latin, dan Arti Surat Al-Hasyr Ayat 10

Arab: وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Latin: Wal-lażīna jā'ū mim ba'dihim yaqūlūna rabbanagfir lanā wa li'ikhwāninal-lażīna sabaqūnā bil-īmāni wa lā taj'al fī qulūbinā gillal lil-lażīna āmanū rabbanā innaka ra'ūfur raḥīm

Arti: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.'" (QS. Al-Hasyr: 10)

Bacaan Doa Kebaikan Sesama Mukmin dan Dijauhkan dari Dengki

Doa yang terkandung dalam ayat ini dapat dibaca sebagai berikut:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Latin: Rabbanagfir lanā wa li'ikhwāninal-lażīna sabaqūnā bil-īmāni wa lā taj'al fī qulūbinā gillal lil-lażīna āmanū rabbanā innaka ra'ūfur raḥīm

Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 10

Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini berbicara tentang golongan ketiga dari kaum fakir yang berhak menerima harta fai, yaitu orang-orang yang datang setelah generasi Muhajirin dan Ansar.

Mereka mendoakan ampunan bagi diri mereka sendiri dan saudara-saudara seiman yang telah beriman lebih dahulu, serta memohon agar Allah tidak menanamkan rasa dengki (ghill) dalam hati mereka terhadap orang-orang beriman. Ibnu Katsir menyebut ayat ini sebagai dalil bahwa keselamatan hati terhadap sesama kaum beriman adalah bagian dari akidah Ahlus Sunnah.

Al-Qurthubi dalam al-Jami' li-Ahkam al-Qur'an mengungkapkan bahwa ketiga ayat (ayat 8, 9, dan 10) mengandung empat bahasan. Pertama, ayat ini memetakan kaum Muslimin secara umum ke dalam tiga klaster: Muhajirin, Ansar, dan generasi setelah mereka.

Kedua, ayat ini menjadi dasar kewajiban mencintai para sahabat Nabi saw. Ketiga, ayat ini berisikan ketentuan pembagian harta fai. Keempat, ayat ini mengandung perintah untuk mendoakan orang-orang mukmin terdahulu.

Ayat ini menjadi dalil bahwa hendaknya seorang Muslim menyebut pendahulunya dengan penuh kebaikan dan mendoakan mereka. Hendaknya mencintai para sahabat Rasulullah saw. dan menyebut mereka dengan penuh kebaikan serta ridha terhadap mereka.

Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menekankan bahwa ayat ini mengajarkan pentingnya memohon ampunan untuk diri sendiri dan orang lain, serta menjaga hati dari hasad. Kedua hal ini menjadi fondasi persatuan dan solidaritas dalam Islam.

Makna Mendalam dan Kandungan Surat Al-Hasyr Ayat 10

1. Kesatuan Umat dalam Doa

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh egois dalam berdoa. Doa dimulai untuk diri sendiri, kemudian dilanjutkan untuk orang lain, khususnya saudara-saudara seiman yang telah beriman lebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa kaum Muslimin satu dengan yang lain memiliki hubungan persaudaraan yang erat, seperti hubungan saudara seibu-sebapak.

2. Kewajiban Mencintai Para Sahabat Nabi

Ayat ini menjadi dasar kewajiban mencintai para sahabat Rasulullah saw., karena mereka telah memberikan contoh dalam berhubungan yang baik dengan sesama manusia. Al-Qurthubi menegaskan bahwa mencintai para sahabat adalah bagian dari akidah yang harus dipegang oleh setiap Muslim.

3. Kebersihan Hati dari Rasa Dengki

Permohonan "janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami" menunjukkan bahwa rasa dengki (ghill) adalah penyakit hati yang harus dijauhi. Kedengkian dapat menghapuskan amal saleh dan merusak hubungan antar sesama mukmin.

4. Pengakuan atas Keutamaan Generasi Terdahulu

Ayat ini mengajarkan umat Islam untuk mengakui keutamaan generasi Muhajirin dan Ansar, serta para sahabat Nabi saw. Mereka telah berkorban dengan harta dan jiwa untuk membela agama Allah. Generasi setelah mereka harus menghormati dan mendoakan mereka.

5. Teladan dalam Berdoa

Doa dalam ayat ini mencakup tiga hal penting: permohonan ampunan untuk diri sendiri, permohonan ampunan untuk orang lain, dan permohonan perlindungan dari sifat tercela. Ini menjadi teladan bagi umat Islam dalam berdoa secara komprehensif dan tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.

Asbabun Nuzul Surat Al-Hasyr Ayat 10

Surat Al-Hasyr diturunkan di Madinah, bertepatan dengan peristiwa pengusiran Bani Nadhir dari kota Madinah. Bani Nadhir adalah salah satu kabilah Yahudi yang mendiami Madinah dan telah menandatangani Piagam Madinah, berjanji tidak akan bersekutu dengan kaum yang hendak melawan Nabi. Namun, setelah Perang Uhud, mereka melanggar perjanjian tersebut.

Seorang utusan Bani Nadhir bernama Ka'ab bin Al-Asyraf pergi ke Mekkah dan bersekutu dengan kaum kafir Quraisy untuk melawan Nabi. Kejadian ini diketahui oleh malaikat Jibril, kemudian sampai kepada Nabi Muhammad saw. Akibat pengkhianatan ini, Bani Nadhir diusir dari Madinah.

Ayat 10 dalam surat ini turun sebagai respons terhadap peristiwa tersebut, yang menjelaskan tentang golongan ketiga dari kaum Muslimin, yaitu generasi yang datang setelah Muhajirin dan Ansar, yang berhak menerima bagian harta fai.

Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang berdoa untuk ampunan diri sendiri dan saudara-saudara seiman, serta memohon agar hati mereka dibersihkan dari rasa dengki terhadap orang-orang beriman.

Hikmah Memahami Surat Al-Hasyr Ayat 10

1. Hikmah Persaudaraan dalam Islam

Ayat ini mengajarkan bahwa kaum Muslimin adalah satu tubuh. Ketika seorang Muslim berdoa, ia tidak boleh melupakan saudara-saudaranya seiman. Doa untuk orang lain, terutama yang telah beriman lebih dahulu, adalah wujud cinta dan persaudaraan yang sejati. Ini memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah dan menghilangkan egoisme dalam beribadah.

2. Hikmah Menjaga Kebersihan Hati

Permohonan agar hati dibersihkan dari rasa dengki mengajarkan bahwa kebersihan hati adalah hal yang sangat penting dalam Islam. Rasa dengki dapat merusak amal saleh dan menghancurkan hubungan antar sesama. Dengan berdoa memohon perlindungan dari sifat ini, seorang Muslim berusaha untuk selalu menjaga hatinya dari penyakit-penyakit hati yang tercela.

3. Hikmah Meneladani Generasi Terbaik

Ayat ini mengajarkan pentingnya menghormati dan mendoakan generasi terdahulu, terutama para sahabat Nabi saw. Mereka adalah generasi terbaik yang telah berkorban untuk agama Allah. Dengan mengenang dan mendoakan mereka, seorang Muslim dapat mengambil pelajaran dari perjuangan dan keteladanan mereka.

4. Hikmah Doa yang Komprehensif

Doa dalam ayat ini mencakup tiga aspek penting: ampunan untuk diri sendiri, ampunan untuk orang lain, dan perlindungan dari sifat tercela. Ini mengajarkan bahwa doa seorang Muslim haruslah menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kebutuhan pribadi, tetapi juga mencakup kebutuhan spiritual dan sosial.

5. Hikmah Kesadaran akan Keterkaitan Antar Generasi

Ayat ini menumbuhkan kesadaran bahwa umat Islam adalah satu kesatuan yang melintasi generasi. Generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk mendoakan dan menghormati generasi sebelumnya, serta menjaga warisan iman yang telah mereka tinggalkan. Kesadaran ini mendorong terciptanya solidaritas dan kesinambungan dalam perjuangan menegakkan agama Allah.

 

Pertanyaan Seputar Surat Al-Hasyr

1. Apa isi doa dalam surat Al-Hasyr ayat 10?

Doa ini berisi permohonan ampunan untuk diri sendiri dan saudara-saudara seiman yang telah beriman lebih dahulu, serta permohonan agar Allah tidak menanamkan rasa dengki dalam hati terhadap orang-orang yang beriman.

2. Mengapa surat Al-Hasyr ayat 10 disebut doa untuk dijauhkan dari rasa dengki?

Karena di dalamnya terdapat permohonan secara eksplisit kepada Allah agar tidak menanamkan "ghill" (kedengkian) dalam hati orang-orang beriman terhadap sesama mukmin.

3. Siapa yang dimaksud "orang-orang yang datang sesudah mereka" dalam surat Al-Hasyr ayat 10?

Mereka adalah generasi kaum Muslimin yang datang setelah generasi Muhajirin dan Ansar, yang beriman dan beramal saleh hingga hari Kiamat.

4. Apa hikmah membaca surat Al-Hasyr ayat 10?

Hikmahnya antara lain memperkuat persaudaraan Islam, menjaga kebersihan hati dari dengki, meneladani generasi terbaik, dan memperluas cakupan doa.

5. Kapan sebaiknya membaca doa dalam surat Al-Hasyr ayat 10?

Doa ini dapat dibaca kapan saja, namun sangat dianjurkan untuk membacanya setelah shalat, dalam doa sehari-hari, dan ketika merasa ada benih rasa dengki dalam hati.