Jam Berapa Waktu Sholat Tahajud yang Paling Utama? Simak Rincian dan Panduannya

Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam

Diterbitkan 15 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam. Pertanyaan yang kerap muncul adalah, jam berapa waktu sholat tahajud yang paling utama?

Sebagaimana diketahui, Ibadah ini dikerjakan pada malam hari, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Isra' ayat 79: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah tambahan bagimu), mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji".

H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Tahajud menjelaskan bahwa sholat tahajud adalah sholat yang dikerjakan pada waktu malam dan sesudah tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Jika dilakukan tanpa tidur sebelumnya, maka tidak dinamakan sholat tahajud, melainkan sholat sunnah biasa.

Kembali ke pembahasan semula, para ulama telah membagi malam menjadi tiga bagian untuk menunaikan sholat tahajud. Semuanya diperbolehkan dan sama-sama utama.

Lantas, kapan waktu yang paling utama dan istimewa? Mari simak ulasan berikut ini.

Waktu Sholat Tahajud Terbaik dan yang Paling Utama

Waktu pelaksanaan sholat tahajud adalah setelah sholat Isya hingga terbit fajar (waktu Subuh). Namun, para ulama membagi malam menjadi tiga bagian, dan masing-masing memiliki tingkatan keutamaan yang berbeda.

1. Sepertiga Malam Pertama (sekitar pukul 19.00–22.00). Ini adalah waktu yang utama untuk melaksanakan sholat tahajud. Waktu ini dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sekitar pukul 22.00.

2. Sepertiga Malam Kedua (sekitar pukul 22.00–01.00). Ini adalah waktu yang lebih utama dibandingkan sepertiga pertama. Pada waktu ini, suasana semakin tenang dan kekhusyukan lebih mudah diraih.

3. Sepertiga Malam Terakhir (sekitar pukul 01.00 hingga masuk waktu Subuh). Inilah waktu yang paling utama.

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menegaskan bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk sholat tahajud. Ia berkata: "Dan yang paling utama dalam sholat tahajud adalah di sepertiga malam terakhir. Sebagaimana diriwayatkan dari Amr bin 'Absa, ia berkata: 'Aku bertanya, "Ya Rasulullah, malam yang mana yang paling utama?" Beliau menjawab: "Sepertiga malam terakhir, sholatlah sebanyak yang engkau mampu."'" (HR Abu Dawud).

Rasulullah SAW juga bersabda: "Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya" (HR Ahmad).

Drs. Moh. Rifai dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir dan berfirman: "Barangsiapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaannya. Dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia."

Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan "jam berapa waktu sholat tahajud yang paling utama" adalah sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 hingga menjelang Subuh. Namun, jam pastinya berbeda di setiap daerah.

Contohnya, jika Maghrib pukul 18.00 dan Subuh pukul 04.30, maka sepertiga malam terakhir dimulai sekitar pukul 01.00 hingga 04.30. Yang terpenting adalah menghitung pembagian malam dari waktu Maghrib hingga Subuh setempat, bukan berpatokan pada satu jam tertentu.

Panduan Tata Cara Sholat Tahajud

Niat Sholat Tahajud

Niat merupakan rukun yang harus ada dalam setiap sholat, termasuk sholat tahajud. Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Lafazh niat sholat tahajud adalah:

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala".

Tata Cara Sholat Tahajud

Tata cara sholat tahajud pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya menurut Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti dan Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai:

1. Bangun dari tidur dan berwudhu. Setelah bangun tidur pada malam hari setelah sholat Isya, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat.

2. Membaca niat dan takbiratul ihram. Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan mengangkat kedua tangan dan membaca "Allahu Akbar".

3. Membaca doa Iftitah. Dianjurkan membaca doa iftitah sebagaimana bacaan sholat pada umumnya.

4. Membaca Surat Al-Fatihah dan surat pendek. Pada setiap rakaat, membaca Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca surat atau ayat Al-Qur'an.

5. Rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk antara dua sujud. Dilaksanakan sebagaimana sholat biasa, dengan membaca bacaan yang telah diajarkan.

6. Duduk tasyahud akhir dan salam. Sholat tahajud dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, dan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Jumlah rakaatnya minimal dua dan maksimal tidak terbatas.

7. Membaca dzikir dan doa setelah sholat tahajud. Setelah salam, dianjurkan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan sholawat, kemudian dilanjutkan dengan doa-doa mustajab.

Doa-Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah menunaikan sholat tahajud, dianjurkan untuk membaca dzikir terlebih dahulu, seperti istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan sholawat Nabi, kemudian dilanjutkan dengan memanjatkan doa-doa mustajab.

1. Doa Panjang dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW setiap kali bangun malam untuk sholat tahajud. Doa ini berisi pujian kepada Allah, pengakuan iman, dan permohonan ampunan. H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Tahajud dan Drs. Moh. Rifai dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap sama-sama mencantumkan doa ini sebagai doa utama setelah sholat tahajud. Imam an-Nawawi juga mencantumkan doa ini dalam kitab al-Adzkar halaman 25.

Arab: اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Latin: Allāhumma rabbanā lakal hamdu. Anta qayyimus samāwāti wal ardhi wa man fī hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samāwāti wal ardhi wa man fī hinna. Wa lakal hamdu anta nūrus samāwāti wal ardhi wa man fī hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqā'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nāru haq. Wan nabiyyūna haq. Wa Muhammadun shallallāhu 'alaihi wa sallama haq. Was sā'atu haq. Allāhumma laka aslamtu wa bika āmantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khāshamtu wa ilaika hākamtu faghfirlī mā qaddamtu wa mā akhkhartu wa mā asrartu wa mā a'lantu wa mā anta a'lamu bihī minnī. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru lā ilāha illā anta. Wa lā haula wa lā quwwata illā billāh.

Artinya: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau penguasa langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan hari Kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan-Mu aku berhukum, dan kepada-Mu aku meminta keputusan. Maka ampunilah dosa-dosaku, baik yang terdahulu maupun yang akhir, yang tersembunyi maupun yang tampak, dan apa yang Engkau lebih mengetahui tentangnya daripada aku. Engkau Dzat yang terdahulu dan yang terakhir, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah" (HR Bukhari no. 1120 dan Muslim).

2. Doa Singkat Kebaikan Dunia dan Akhirat

H. Sayuti dan Drs. Moh. Rifai juga menganjurkan doa singkat yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat, sebagaimana yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW.

Arab: رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanā ātinā fid dunyā hasanatan wa fil ākhirati hasanatan wa qinā 'adzāban nār.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka" (QS Al-Baqarah: 201).

Keutamaan Sepertiga Malam Terakhir sebagai Waktu Sholat Tahajud

Sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan yang sangat istimewa dibandingkan waktu-waktu lainnya. Berikut keutamaan-keutamaannya:

1. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Sepertiga malam terakhir adalah waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah. Pada saat itu, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman: "Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni" (HR Bukhari dan Muslim). Doa yang dipanjatkan pada waktu ini lebih mudah diijabah.

2. Mendapat Kedekatan dengan Allah SWT

Orang yang bangun di sepertiga malam terakhir untuk sholat tahajud berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam, yaitu pada sepertiga malam yang terakhir" (HR Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan betapa istimewanya waktu tersebut.

3. Terbebas dari Ikatan Setan

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa setan mengikat tengkuk seseorang dengan tiga ikatan ketika tidur. Jika seseorang bangun dan berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, lepaslah ikatan kedua. Dan jika ia sholat malam, lepaslah ikatan terakhir. Sehingga keesokan harinya ia menjadi bersemangat dalam beribadah, terlepas dari segala ikatan kesempitan jiwa, dan terlindungi dari rasa malas (HR Bukhari dan Muslim).

4. Dijanjikan Surga dan Ruangan yang Istimewa

Sholat tahajud pada sepertiga malam terakhir menjadi sebab turunnya rahmat Allah dan dijanjikannya surga serta ruangan yang istimewa bagi orang yang mengerjakannya.

5. Meninggikan Derajat dan Membuka Pintu Rezeki

Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang mengerjakan sholat malam dan membuka pintu rezeki bagi mereka.

6. Menjadi Kebiasaan Orang-Orang Saleh

Sholat tahajud adalah amalan yang diwarisi dari para nabi dan orang-orang saleh sebelum kita. Rasulullah SAW bersabda: "Kerjakanlah sholat malam, sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah penyakit dari badan" (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim).

 

Pertanyaan Seputar Waktu Sholat Tahajud

1. Jam berapa waktu sholat tahajud yang paling utama?

Waktu paling utama sholat tahajud adalah sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 hingga menjelang Subuh. Namun, jam pastinya berbeda di setiap daerah karena mengikuti waktu Maghrib dan Subuh setempat. Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menegaskan bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu paling utama untuk sholat tahajud.

2. Apakah boleh sholat tahajud jam 12 malam?

Boleh. Waktu sholat tahajud dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh. Jam 12 malam atau pukul 00.00 termasuk dalam sepertiga malam kedua (sekitar pukul 22.00–01.00), yang merupakan waktu yang lebih utama dibandingkan sepertiga pertama. Meskipun bukan waktu paling utama, sholat tahajud pada jam tersebut tetap sah dan berpahala.

3. Apakah sholat tahajud harus tidur dulu?

Ya, menurut pendapat yang kuat (mu'tamad) dalam mazhab Syafi'i, sholat tahajud harus dikerjakan setelah tidur, meskipun hanya sebentar. Jika tidak tidur sama sekali, sholat malam yang dikerjakan tidak disebut tahajud, melainkan qiyamul lail atau sholat sunnah malam biasa. Namun, sholat tersebut tetap sah dan berpahala.

4. Bagaimana cara menghitung sepertiga malam terakhir?

Cara menghitung sepertiga malam terakhir adalah dengan membagi waktu dari Maghrib hingga Subuh menjadi tiga bagian. Misalnya, jika Maghrib pukul 18.00 dan Subuh pukul 04.30, maka durasi malam adalah 10,5 jam. Sepertiga malam terakhir dimulai setelah 7 jam dari Maghrib, yaitu sekitar pukul 01.00, hingga pukul 04.30. Yang terpenting adalah menghitung berdasarkan jadwal sholat di daerah masing-masing.

5. Apakah sholat tahajud bisa dilakukan setelah sholat Witir?

Boleh. Sholat tahajud dapat dilakukan setelah sholat Witir, karena sholat tahajud adalah sholat sunnah yang tidak terikat dengan sholat Witir. Namun, yang lebih utama adalah menjadikan sholat Witir sebagai penutup sholat malam, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW. Jika seseorang sudah sholat Witir lalu ingin sholat tahajud, maka sholat Witirnya tidak perlu diulang.