Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud yang Dianjurkan, Doa dan Keutamaannya

Doa dan dzikir setelah sholat tahajud menjadi amalan penyempurna ibadah malam istimewa tersebut

Diterbitkan 15 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa dan dzikir setelah sholat tahajud menjadi amalan penyempurna ibadah malam istimewa tersebut. Saat pintu langit terbuka, inilah waktunya memanjatkan doa dan bacaan dzikir setelah sholat tahajud yang dianjurkan.

Keistimewaan sholat Tahajud disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Isra' ayat 79: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Tahajud menjelaskan bahwa sholat tahajud dikerjakan setelah tidur, meskipun hanya sebentar, dan setelah sholat Isya. Dzikir dan doa setelah sholat tahajud berfungsi sebagai penyempurna ibadah tersebut.

Drs. Moh. Rifai dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap menegaskan bahwa setelah salam, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan memanjatkan doa, terutama di sepertiga malam terakhir yang merupakan waktu mustajab.

Merujuk literatur kontemporer dan klasik, artikel ini membahas lengkap bacaan dzikir dan doa setelah sholat tahajud serta keutamaannya.

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud yang Dianjurkan

Setelah menunaikan sholat tahajud, dianjurkan untuk membaca dzikir secara berurutan. Berikut bacaan dzikir yang dianjurkan lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya sesuai urutan.

1. Membaca Istighfar

Istighfar adalah cara untuk memohon ampunan atas dosa-dosa. Dianjurkan membaca istighfar pendek 100 kali, kemudian dilanjutkan dengan istighfar panjang.

Istighfar Pendek (100 kali)

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ

Latin: Astaghfirullah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

Istighfar Panjang

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaahal 'adziim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

2. Membaca Shalawat Ibrahimiyah (100 kali) Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allahumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiima wa 'alaa aali ibroohiima innaka hamiidun majiid. Allahumma baarik 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad kamaa baarakta 'alaa ibroohiima wa 'alaa aali ibroohiima innaka hamiidun majiid

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

3. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir (masing-masing 33 kali)

Tasbih

Arab: سُبْحَانَ اللهِ

Latin: Subhanallah

Artinya: "Maha Suci Allah."

Tahmid

Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Takbir

Arab: اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar."

Dzikir-dzikir ini dianjurkan untuk dibaca masing-masing sebanyak 33 kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil dan doa penutup.

4. Membaca Tahlil

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

5. Membaca Ayat Kursi (1 kali)

Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa'. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya'uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal 'aliyyul 'azhiim.

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

6. Memperbanyak Doa Hajat

Setelah membaca dzikir-dzikir di atas, dianjurkan untuk memanjatkan doa hajat sesuai kebutuhan masing-masing. Pada waktu ini, pintu-pintu langit terbuka dan doa lebih mudah dikabulkan.

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah membaca dzikir, dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini terdapat dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dan juga dicantumkan oleh H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Tahajud serta Drs. Moh. Rifai dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. Imam an-Nawawi juga mencantumkan doa ini dalam kitab al-Adzkar.

Arab: اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Latin: Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu 'alaihi wa sallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu wa bika âmantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khâshamtu wa ilaika hâkamtu faghfirlî mâ qaddamtu wa mâ akhkhartu wa mâ asrartu wa mâ a'lantu wa mâ anta a'lamu bihî minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau penguasa langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan hari Kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan-Mu aku berhukum, dan kepada-Mu aku meminta keputusan. Maka ampunilah dosa-dosaku, baik yang terdahulu maupun yang akhir, yang tersembunyi maupun yang tampak, dan apa yang Engkau lebih mengetahui tentangnya daripada aku. Engkau Dzat yang terdahulu dan yang terakhir, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud

Dzikir setelah sholat tahajud memiliki keutamaan yang sangat besar, terutama jika dilakukan di sepertiga malam terakhir. Berikut keutamaan-keutamaannya:

1. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Sepertiga malam terakhir adalah waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah. Pada saat itu, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman: "Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni" (HR Bukhari dan Muslim). Dzikir dan doa yang dipanjatkan pada waktu ini lebih mudah diijabah.

2. Mendapat Ampunan dan Rahmat Allah

Istighfar yang dibaca setelah sholat tahajud menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Setiap orang yang pernah berbuat dosa, kemudian segera bergerak dan berwudhu, kemudian sholat lalu memohon ampunan dari Allah, pasti Allah akan memberikan ampunan baginya" (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Nasai).

3. Dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya

Dzikir dan sholawat yang dibaca setelah sholat tahajud menunjukkan kecintaan seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman: "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu" (QS Al-Baqarah: 152).

4. Mendapat Ketenangan Jiwa dan Kesehatan

Dzikir setelah sholat tahajud dapat menjadi metode untuk menghilangkan racun-racun di dalam tubuh dan memberikan ketenangan jiwa. Amalan berdzikir sangat penting karena bisa dijadikan sarana untuk menenangkan hati dan pikiran.

5. Meninggikan Derajat dan Membuka Pintu Rezeki

Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang mengerjakan sholat malam dan berdzikir kepada-Nya, serta membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

6. Terbebas dari Ikatan Setan

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa setan mengikat tengkuk seseorang dengan tiga ikatan ketika tidur. Jika seseorang bangun dan berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, lepaslah ikatan kedua. Dan jika ia sholat malam, lepaslah ikatan terakhir. Sehingga keesokan harinya ia menjadi bersemangat dalam beribadah (HR Bukhari dan Muslim).

 

Pertanyaan Seputar Dzikir Sholat Tahajud

1. Apa saja bacaan dzikir setelah sholat tahajud yang dianjurkan?

Bacaan dzikir setelah sholat tahajud yang dianjurkan meliputi istighfar (100 kali), shalawat Ibrahimiyah (100 kali), tasbih, tahmid, takbir (masing-masing 33 kali), tahlil, Ayat Kursi, dan dilanjutkan dengan doa setelah sholat tahajud. Urutan ini berdasarkan ajaran Rasulullah SAW dan dianjurkan oleh para ulama.

2. Berapa kali sebaiknya membaca istighfar setelah sholat tahajud?

H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Tahajud menganjurkan untuk membaca istighfar 100 kali: Astaghfirullahal 'Adhiim wa atuubu ilaihi. Namun, jika tidak mampu, membaca istighfar minimal 3 kali sudah cukup, dan yang terpenting adalah dilakukan dengan penuh kesadaran dan penyesalan atas dosa-dosa.

3. Apakah boleh membaca dzikir setelah sholat tahajud dengan bahasa Indonesia?

Dzikir dapat dibaca dengan bahasa Arab sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW, namun juga boleh dibaca dengan bahasa Indonesia atau bahasa apa pun yang dipahami, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala bahasa. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan kesungguhan hati dalam berdzikir.

4. Apakah ada doa khusus setelah sholat tahajud agar hajat cepat dikabulkan?

Ya, doa utama setelah sholat tahajud adalah doa yang diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim, yang berisi pujian kepada Allah dan permohonan ampunan. Setelah membaca doa tersebut, dianjurkan untuk memanjatkan doa hajat spesifik sesuai kebutuhan masing-masing, karena waktu setelah sholat tahajud adalah waktu mustajab.

5. Apakah dzikir setelah sholat tahajud harus dilakukan setiap malam?

Dzikir setelah sholat tahajud sangat dianjurkan, tetapi tidak wajib. Meskipun demikian, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya. H. Sayuti menganjurkan untuk melaksanakannya semampu mungkin, karena keutamaannya sangat besar. Yang terpenting adalah konsistensi, meskipun sedikit.