Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan tentang kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa apa sering muncul dalam pelajaran agama di sekolah. Jawaban yang paling umum diajarkan adalah bahasa Suryani, yang dikenal pula sebagai bahasa Aramea.
Sebagaimana disampaikan Kementerian Agama dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2019), Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS menggunakan bahasa Suryani. Kitab ini berisi petunjuk dan penerangan bagi Bani Israil pada masa itu.
Namun, menurut kajian sejarah dan para sarjana Alkitab, kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa Yunani Koine. Dua sudut pandang inilah yang akan dibahas secara menyeluruh dalam ulasan berikut.
Advertisement
Kitab Injil pada Awalnya Ditulis dengan Bahasa Suryani Menurut Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4177088/original/049757200_1664591897-pexels-tima-miroshnichenko-6860404.jpg)
Secara istilah, kata Injil sendiri berakar dari bahasa Yunani euangelion yang berarti "kabar baik". Mengutip Encyclopaedia Britannica, istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani euangelion yang berarti "kabar baik". Dalam bahasa Latin berkembang menjadi evangelium, sementara dalam bahasa Arab dikenal sebagai Injīl, yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Injil".
Dalam ajaran Islam, Injil termasuk salah satu dari empat kitab suci yang wajib diimani. Mengacu pada laman Sumber Belajar Kemdikbud, kitab merupakan kumpulan wahyu Allah yang diturunkan kepada para rasul melalui perantaraan Malaikat Jibril untuk menjadi pedoman hidup umat manusia.
Dalam literatur Pendidikan Agama Islam di Indonesia, kitab Injil umumnya dijelaskan diturunkan kepada Nabi Isa AS dalam bahasa Suryani atau Aram. Injil diwahyukan kepada Nabi Isa AS pada awal abad pertama Masehi sebagai petunjuk bagi Bani Israil. Keberadaannya ditegaskan dalam QS Maryam ayat 30 dan QS Al-Maidah ayat 46 yang menyebut Injil sebagai sumber petunjuk serta cahaya.
Bahasa Suryani yang dimaksud masih satu rumpun dengan bahasa Aram, yakni bahasa yang lazim dipakai sehari-hari di wilayah Timur Tengah kuno. Pemilihan bahasa ini selaras dengan konteks umat yang menjadi sasaran dakwah Nabi Isa AS. Untuk memahami latar tersebut, simak kisah Nabi Isa AS lengkap mulai dari kelahiran hingga perjalanan dakwahnya.
Advertisement
Suryani atau Yunani Koine? Dua Sudut Pandang tentang Bahasa Injil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4745777/original/064389400_1708231960-Ilustrasi_Kristen__kristiani__Alkitab.jpg)
Dalam kacamata Islam, jawaban atas pertanyaan kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa apa adalah bahasa Suryani atau Aramea, sebagai wahyu langsung kepada Nabi Isa AS. Pandangan ini berfokus pada kitab Injil sebagai wahyu ilahi yang orisinal, bukan pada empat Injil dalam Perjanjian Baru.
Sementara itu, dari perspektif akademik, empat Injil kanonik, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Injil-injil ini diperkirakan ditulis antara tahun 66 hingga 110 Masehi.
Alasan pemilihan bahasa Yunani cukup jelas. Berdasarkan penjelasan gotquestions.org, Yunani Koine merupakan bahasa sehari-hari kaum pekerja, pedagang, dan rakyat biasa, sehingga menjadi sarana paling efektif untuk menyebarkan pesan ke seluruh penjuru Kekaisaran Romawi, mirip posisi bahasa Inggris saat ini.
Kedua pandangan ini sebenarnya dapat dijembatani. Para ahli sepakat bahwa Nabi Isa atau Yesus dalam kesehariannya berbicara dengan bahasa Aram, sehingga pandangan Islam soal bahasa Suryani sejalan dengan bahasa lisan yang beliau gunakan. Adapun pandangan akademik menyoroti naskah tertulis Injil kanonik yang disusun belakangan dalam bahasa Yunani. Untuk mendalami sosoknya, baca juga ulasan tentang mukjizat Nabi Isa sejak bayi hingga menghidupkan orang mati.
Kesaksian Para Ahli dan Bapa Gereja soal Bahasa Injil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4263955/original/005443000_1671243881-spirituality-religion-hands-folded-prayer-holy-bible-church-concept-faith__2_.jpg)
Perdebatan mengenai bahasa asli Injil bukan hal baru. Merujuk laman logos.com, teks Yunani Injil memang memuat sejumlah pengaruh Semit, seperti permainan kata yang mengisyaratkan bahwa ucapan tertentu semula disampaikan dalam bahasa Ibrani atau Aram.
Sementara itu, Catholic.com menghimpun kesaksian sejumlah Bapa Gereja awal, termasuk Papias, yang menyebut bahwa Injil Matius mula-mula disusun dalam bahasa Ibrani, yang oleh sebagian penafsir dipahami sebagai bahasa Aram. Meski demikian, pandangan tersebut masih menjadi bahan perdebatan di kalangan sarjana modern. Berikut beberapa kesaksian penting terkait bahasa Injil:
- Papias, Uskup Hierapolis, dikutip dari catholic.com, menyatakan, "Matius menyusun sabda-sabda Tuhan dalam bahasa dialek Ibrani (yang oleh banyak sarjana dipahami sebagai bahasa Aram), dan setiap orang menerjemahkannya sebaik yang ia mampu."
- Irenaeus dari Lyons (sekitar 180 M), dikutip dari catholic.com, menuturkan, "Matius menerbitkan sebuah Injil tertulis bagi orang-orang Ibrani dalam dialek mereka sendiri."
- Origenes, ahli Kitab Suci abad ke-3, dikutip dari catholic.com, menerangkan, "Injil yang pertama ditulis oleh Matius, disiapkan bagi orang yang berpindah dari Yudaisme, dan diterbitkan dalam bahasa Ibrani."
- Eusebius, sejarawan gereja, dikutip dari catholic.com, menuliskan, "Matius menuliskan Injilnya dalam bahasa ibunya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkannya saat ia pergi."
Ragam kesaksian di atas memperlihatkan bahwa persoalan bahasa Injil merupakan kajian panjang yang melibatkan bukti naskah, sejarah, dan linguistik. Bagi umat Islam, keyakinan pada kitab suci ini tetap berpijak pada penjelasan Al-Qur'an. Baca juga: nama 25 nabi dan mukjizatnya beserta dalil-dalilnya.
Advertisement
Bahasa Kitab-Kitab Suci Sebelum Al-Qur'an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834664/original/095678800_1715924784-Ilustrasi_Alkitab__berdoa__kristiani.jpg)
Memahami bahasa Injil akan lebih utuh jika disandingkan dengan kitab-kitab samawi lainnya. Setiap kitab diturunkan pada zaman, umat, dan bahasa yang berbeda sesuai konteks dakwah para nabi. Berikut rinciannya berdasarkan sumber pendidikan agama Islam:
- Kitab Taurat - bahasa Ibrani. Dalam ajaran Islam, Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS sebagai pedoman bagi Bani Israil. Kitab ini memuat hukum-hukum, perintah, larangan, serta ajaran yang membimbing kehidupan umatnya. Selengkapnya, baca kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani.
- Kitab Zabur - bahasa Qibti. Dalam sejumlah buku Pendidikan Agama Islam di Indonesia, Zabur dijelaskan menggunakan bahasa Qibti. Namun menurut kajian sejarah, kitab Mazmur yang ada saat ini ditulis dalam bahasa Ibrani Kuno. Simak pula ulasan Nabi Daud menerima Kitab Zabur.
- Kitab Injil - bahasa Suryani atau Aramea. Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS pada awal abad pertama Masehi sebagai petunjuk dan cahaya bagi Bani Israil, serta membawa kabar gembira tentang datangnya nabi terakhir.
- Kitab Al-Qur'an - bahasa Arab. Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 Masehi sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu dan pedoman bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Meski bahasanya berbeda, keempat kitab tersebut mengandung satu benang merah yang sama, yakni ajaran tauhid atau mengesakan Allah SWT. Untuk gambaran menyeluruh, baca 4 kitab Allah dan penerimanya serta nama-nama kitab Allah dan nabi yang menerimanya. Memahami hal ini adalah bagian dari tujuan Allah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya.
Alasan Bahasa Menjadi Kunci Tersebarnya Ajaran Injil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3330866/original/031861700_1608629824-ben-white-LJQEDQAmAnI-unsplash.jpg)
Faktor bahasa memegang peran besar dalam penyebaran sebuah ajaran. Ketika Injil kanonik ditulis dalam bahasa Yunani Koine, sehingga pesannya lebih mudah menjangkau beragam masyarakat di banyak wilayah Kekaisaran Romawi. Bahasa yang dipahami banyak orang membuat sebuah teks jauh lebih mudah tersiar luas.
Dari sini pula lahir tradisi penerjemahan yang panjang. Dari teks Yunani kemudian lahir berbagai tradisi penerjemahan, termasuk ke dalam bahasa Latin. Pada akhir abad ke-4, Jerome menyusun Vulgata yang kemudian menjadi terjemahan resmi Gereja Barat selama berabad-abad.
Pelajaran serupa berlaku pada kitab-kitab lain. Al-Qur'an yang berbahasa Arab, misalnya, tetap terjaga keasliannya dalam bahasa aslinya sekaligus diterjemahkan maknanya ke berbagai bahasa agar dipahami umat di seluruh dunia. Hal ini menegaskan bahwa bahasa adalah jembatan, bukan penghalang, bagi tersampaikannya wahyu.
Bagi seorang muslim, mengimani kitab-kitab Allah termasuk Injil merupakan rukun iman ketiga yang wajib diyakini. Keimanan ini bukan sekadar hafalan, melainkan pijakan dalam menjalani hidup. Baca juga: mengapa manusia memerlukan kitab Allah SWT dan manfaat beriman kepada kitab-kitab Allah. Anda juga dapat menelaah rukun iman ada 6, rukun iman ada berapa, makna iman artinya meyakini sesuatu, hingga penjelasan iman kepada Allah, serta daftar rasul ulul azmi dan pengertian kitab sebagai buku wahyu Tuhan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kitab Injil
Kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa apa?
Menurut pandangan Islam yang diajarkan dalam pelajaran agama, kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa Suryani atau Aramea. Sementara itu, dari kacamata sejarah dan sarjana Alkitab, empat Injil kanonik dalam Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine.
Injil diturunkan kepada nabi siapa?
Injil diturunkan Allah SWT kepada Nabi Isa AS sebagai petunjuk bagi Bani Israil pada awal abad pertama Masehi. Dalam ajaran Islam, kitab ini berfungsi membenarkan Taurat yang telah diturunkan sebelumnya serta menjadi petunjuk dan cahaya bagi umat pada masanya.
Apa perbedaan bahasa Suryani dan bahasa Aram?
Bahasa Suryani merupakan salah satu dialek atau turunan dari bahasa Aram, dan keduanya berasal dari rumpun bahasa Semit yang juga menurunkan bahasa Ibrani serta Arab. Bahasa Aram inilah yang diyakini para ahli sebagai bahasa sehari-hari yang digunakan Nabi Isa atau Yesus.
Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa apa memang bergantung pada sudut pandang yang digunakan, apakah dari sisi wahyu dalam ajaran Islam yang menyebut bahasa Suryani, atau dari sisi naskah Injil kanonik yang ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Memahami keduanya membantu kita menempatkan informasi secara proporsional sekaligus memperkuat keimanan kepada kitab-kitab Allah sebagai bagian dari rukun iman.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508771/original/005712200_1626144727-rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289269/original/089484000_1783396770-000_B9C94LX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289662/original/002196700_1783411861-Portugal_s_Bruno_Fernandes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289279/original/026350400_1783397376-063_2282982710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289611/original/039931600_1783410397-Belgium_s_Hans_Vanaken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289749/original/046808600_1783414653-julien-tromeur-_zkb2-BXoTk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472843/original/054838400_1782378172-15080172360213501685.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289883/original/050588200_1783417324-05543d80-2bf3-4ab6-a519-5bf7fb0b5446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4867201/original/051974500_1718724183-IMG-20240618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289649/original/084103100_1783411408-bale-bale_cor_2a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289584/original/081354100_1783409283-Gemini_Generated_Image_fqlg2vfqlg2vfqlg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688983/original/042410400_1702788477-zodiak_zok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313254/original/062393900_1754989273-female-meditating-indoor-portrait.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288250/original/060009600_1783308135-l2GKvpGn1BtswZLywyxBYQ3Ysxv4uI0Ze7pO0vRH.jpg)