Kiai Wahab Foundation Gelar Bedah Buku, Dihadiri Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin: Teladani Tokoh Bangsa

Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin menghadiri bedah buku yang diselenggarakan Kiai Wahab Foundation (KWF).

Diterbitkan 14 Februari 2026, 20:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KWF, IKABU, ANRI gelar bedah buku dan sarasehan ulama KH Abdul Wahab Hasbullah.
  • Mbah Wahab menyelamatkan Makam Rasulullah SAW melalui misi diplomatik Komite Hijaz.
  • Visi kebangsaan Mbah Wahab kokohkan NKRI, dirikan NU, dan ciptakan Halal bihalal.

Liputan6.com, Jakarta - Kiai Wahab Foundation (KWF) bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Jabodetabek dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar acara Bedah Buku 'KH Abdul Wahab Hasbullah' dan Sarasehan Alim Ulama di Aula HM Rasyidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pelestarian sejarah intelektual ulama Nusantara yang memiliki dampak besar bagi peradaban Islam dunia.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin, Putri KH Abdul Wahab Hasbullah/Ketua Muslimat NU DKI Jakarta Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim Wahab, dan Cucu KH M Hasyim Asy'ari, KH Umar Wahid.

Dalam sambutan mewakili keluarga besar, Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim Wahab menekankan peran internasional Mbah Wahab yang sangat monumental.

"Berkat misi diplomatik Komite Hijaz yang dipimpin Mbah Wahab, Makam Rasulullah SAW terselamatkan dari pembongkaran. Hari ini, seluruh umat Islam dunia tetap bisa berziarah di Madinah berkat perjuangan luar biasa beliau," ujar Hizbiyah, mellaui keterangan tertulis Sabtu (14/2/2026).

Dalam kesempatan itu, KH Ma'ruf Amin, dalam orasinya menyoroti visi kebangsaan Mbah Wahab yang menjadi pilar kokohnya NKRI.

"Mbah Wahab telah merumuskan hubungan yang sangat harmonis antara agama dan negara, sehingga Indonesia tetap stabil dan bersatu," ucap Ma'ruf Amin.

 

Catatan Sejarah

Kemudian, KH Umar Wahid menambahkan catatan sejarah mengenai peran Mbah Wahab sebagai motor penggerak berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Dia menyoroti kecerdasan budaya Mbah Wahab yang menciptakan tradisi 'Halal bihalal' sebagai sarana rekonsiliasi sosial dan politik bangsa.

"Selain itu, Mbah Wahab adalah sosok sebagai pendidik yang sangat mengayomi di lingkungan keluarga, di mana Mbah Wahab mengajar siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang sosialnya," kata KH Umar Wahid.

Buku karya KH Abdul Mun'im, DZ ini didukung penuh oleh ANRI melalui Dr Kandar, MAP guna memastikan rekam jejak emas ini menjadi referensi ilmiah bagi generasi mendatang. H Romahurmuziy (cicit Mbah Wahab) sepakat bahwa spirit kreativitas dan keberanian Mbah Wahab harus terus diwariskan.

Ketua Penyelenggara dari KWF dan IKABU Jabodetabek, Robi Cahyadi berharap kegiatan ini mampu mendorong generasi muda untuk mendalami literasi sejarah ulama sebagai kompas dalam menjaga keutuhan bangsa di masa depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6