Tak Lagi Belajar di Sekolah Rusak, Murid SMP Ini Makin Semangat

Bangunan SMP Pangkalpinang akhirnya menjadi tempat belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan setelah direvitalisasi.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 19:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siswi SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Naswa Amanda tak bisa menyembunyikan senyum bahagia dari wajahnya, saat melihat bangunan sekolahnya jauh lebih baik setelah mengalami renovasi besar.

Baginya, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah mengubah sekolah yang selama puluhan tahun belum pernah mengalami renovasi besar menjadi tempat belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

"Sebagai perwakilan dari murid, saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas program revitalisasi sekolah kami. Sekarang sekolah kami menjadi jauh lebih baik, aman, nyaman, bersih, dan proses belajar jauh lebih menyenangkan," ujar Naswa, dari keterangan resmi tertulis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat (3/7/2026).

Dia mengaku masih mengingat kondisi sekolahnya sebelum direvitalisasi. Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1990 itu memiliki sejumlah ruang kelas yang rusak, bahkan pernah mengalami plafon roboh hingga membahayakan kegiatan belajar.

Menurut Naswa, fasilitas pendukung, seperti toilet, juga mengalami berbagai kerusakan, mulai dari lantai yang retak, kloset yang pecah, hingga pintu yang rusak. Kini, kondisi tersebut telah berubah.

"Sekarang semuanya berubah berkat bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Aku dan teman-temanku sekarang bisa belajar di kelas yang nyaman dan bagus," kata dia.

 

Bantuan Program Indonesia Pintar

Tak hanya merasakan manfaat dari revitalisasi sekolah, Naswa juga menjadi salah satu penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Naswa mengatakan, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sehingga ia dapat belajar dengan lebih tenang.

"Dulu kalau butuh perlengkapan sekolah, kami sering memikirkan biayanya. Sekarang sudah ada PIP yang membantu. Aku jadi bisa belajar lebih fokus dan semangat. Aku berjanji akan rajin belajar supaya nanti bisa meraih cita-citaku menjadi Polwan," tutur dia.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

"Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ucap Mu'ti.

Lalu pada tahun 2026, lanjut dia, proses revitalisasi masih terus berjalan dengan alokasi sementara sebesar Rp 44 miliar untuk 49 satuan pendidikan. Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan masih berlangsung.

Mu'ti menegaskan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

"Ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan," terang dia.

Selain revitalisasi sarana dan prasarana, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

"Perangkat tersebut didukung dengan pelatihan bagi guru agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah juga menyediakan dukungan jaringan Starlink agar perangkat dapat digunakan secara maksimal," kata dia.

"Monitoring kami di banyak sekolah menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar murid karena proses belajar menjadi lebih interaktif dan hidup. Dengan pembelajaran yang semakin baik, kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat," pungkas Abdul Mu'ti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6