Liputan6.com, Bangkok - Suasana di sebuah sekolah di pinggiran Bangkok, Thailand, berubah menjadi kepanikan setelah seorang siswa berusia 14 tahun melepaskan tembakan di lingkungan sekolah. Sedikitnya 7 orang tewas dan 23 lainnya terluka dalam penembakan yang juga terjadi di rumah pelaku.
Dikutip dari BBC, Sabtu (8/8/2026), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pelaku, yang merupakan siswa Debsirin School di Nonthaburi, menembak dan menewaskan kakek-neneknya serta lima guru sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
Saat mengakhiri hidupnya, pelaku disebut masih memiliki lebih dari 30 peluru. Sembilan korban luka kini berada dalam kondisi kritis, menurut pihak berwenang.
Advertisement
Penembakan dimulai sesaat setelah pukul 10.00 waktu setempat atau 03.00 GMT. Polisi dikerahkan ke lokasi ketika aksi penembakan masih berlangsung.
Di tengah kepanikan tersebut, para siswa berusaha menyelamatkan diri. Seorang siswi kelas tujuh menceritakan detik-detik ketika penembakan terjadi di hadapannya.
Siswi tersebut mengatakan dirinya masih mengenakan seragam sekolah ketika berdiri di depan gurunya. Saat itu, sang guru sedang berbicara dengannya sebelum pelaku muncul dan menembaknya.
"Dia sedang berbicara kepada saya ketika (penembak) muncul dan menembaknya," kata siswi tersebut kepada BBC.
"Saya tidak bisa melihat apa pun selain (kepulan) debu."
Siswi itu kemudian menceritakan bagaimana pelaku bergerak dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Dalam upaya menyelamatkan diri, ia harus memanjat pagar sekolah bersama teman-temannya.
"Saya harus memanjat pagar sekolah untuk melarikan diri bersama teman-teman lainnya," ujarnya.
Ibunya mengatakan putrinya sempat merasa dirinya mungkin tidak akan selamat dari kejadian tersebut.
"(Dia berkata) 'Saya pikir saya tidak akan pernah bertemu denganmu lagi'," tutur sang ibu.
Kesaksian lainnya datang dari seorang siswa yang mengatakan dirinya sempat mengira suara tembakan sebagai suara petasan.
"Ada banyak tembakan: bang, bang, bang. Kemudian hening. Lalu mulai lagi," kata siswa tersebut kepada Reuters.
Kepanikan terlihat ketika siswa dan staf sekolah berhamburan meninggalkan lokasi. Orang-orang yang menunggu di luar Debsirin School juga tampak sangat terpukul.
Â
Masyarakat Diminta Menjauh dari Lokasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317931/original/076428800_1786079844-Untitled.jpg)
Pihak berwenang meminta masyarakat menjauh dari lokasi penembakan. Mereka juga meminta orang-orang yang masih terjebak di dalam gedung untuk bersembunyi dan menunggu hingga petugas penyelamat datang.
Sekolah kemudian mengunggah seruan melalui media sosial untuk meminta donor darah bagi para korban. Sejumlah sekolah lain di sekitar lokasi juga menghentikan kegiatan belajar dan memulangkan siswa lebih awal.
Pelaku Disebut Menembak dengan AkuratKepala Kepolisian Nasional Thailand Jenderal Kittiratt Phanphet mengatakan petugas forensik menemukan bahwa tembakan pelaku cukup akurat. Sejumlah tembakan disebut mengenai bagian vital tubuh korban.
Anutin mengatakan serangan tersebut telah "dipersiapkan dengan baik" dengan "langkah-langkah dan tujuan yang jelas".
Penembakan ini merupakan kasus kedua yang terjadi di sebuah sekolah Thailand sepanjang tahun ini. Peristiwa tersebut kembali meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk mengambil langkah lebih besar dalam pengendalian senjata api.
Hingga kini, identitas pelaku belum dipublikasikan. Polisi juga belum mengungkap motif di balik penembakan.
Penyelidikan masih berlangsung. Petugas terlihat membawa peralatan komputer dan sejumlah kotak dari rumah yang ditempati pelaku bersama kakek-neneknya.
Keduanya ditembak dan tewas sebelum pelaku melancarkan aksinya di sekolah.
Pelaku diketahui tinggal bersama kakek-neneknya setelah kedua orang tuanya bercerai. Ayah dan ibunya kemudian dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di kantor polisi setempat pada Jumat.
Debsirin School merupakan salah satu sekolah menengah ternama di Thailand. Sekolah tersebut didirikan di Bangkok pada 1885 dan kini memiliki sejumlah cabang di berbagai wilayah Thailand.
Sejumlah tokoh terkenal Thailand pernah menjadi alumninya, termasuk diplomat, atlet, dan beberapa mantan perdana menteri.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318294/original/019471900_1786091124-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412040/original/046833700_1479720100-thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317938/original/095751800_1786080463-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318294/original/019471900_1786091124-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317931/original/076428800_1786079844-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317483/original/091334000_1786015463-Fan_Meeting_Win_Metawin__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3073545/original/015260600_1583901805-20200311-Corona-Menyebar_-Bandara-di-Thailand-Jadi-Lengang-AFP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3231441/original/051235700_1599531219-emilio-garcia-AWdCgDDedH0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307209/original/092813000_1784967799-aff.jpg)