Prabowo Siap Renovasi Gedung Rusak dan Bangun Sekolah Unggulan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperbaiki fisik sekolah serta menghadirkan sekolah unggulan berkurikulum internasional.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berencana memperbaiki fasilitas fisik sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna memastikan penguatan fondasi bagi pengembangan riset dan inovasi di Tanah Air sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Prabowo di hadapan para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Menurutnya, pendidikan merupakan pijakan utama untuk melahirkan terobosan serta temuan-temuan sains baru.

"Inilah mengapa saya ingin berinvestasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita. Saya ingin merenovasi seluruh fisik sekolah, sekaligus membangun sekolah-sekolah unggulan agar anak-anak terpintar dapat kita seleksi untuk menembus universitas terbaik di dunia," ujar Prabowo.

Kepala Negara mendorong agar sekolah unggulan tersebut menerapkan standar kurikulum berkelas dunia sehingga lulusannya mampu bersaing secara global.

"Di sekolah unggulan ini kita gunakan kurikulum International Baccalaureate (IB). Standarnya harus sama dengan yang terpintar dan terhebat di dunia, sehingga kita harapkan mereka lolos di universitas terbaik dunia. Itu cara pertama," paparnya.

"Cara kedua, kita menjalin kerja sama dengan mengundang universitas-universitas terbaik dunia untuk bermitra dengan perguruan tinggi kita di sini, baik melalui skema joint venture maupun KSO (Kerja Sama Operasional)," tambah Prabowo.

 

Tambah Anggaran Riset dari Penghematan dan Pemberantasan Korupsi

Selain pembenahan sarana pendidikan, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menambah alokasi dana pada sektor riset dan teknologi. Sumber dananya bakal dialokasikan dari hasil efisiensi anggaran hingga penindakan praktik korupsi.

Ia mengakui bahwa alokasi anggaran Research and Development (R&D) Indonesia saat ini masih relatif kecil.

"Ini investasi jangka panjang. Kita harus mengoreksi diri sebagai bangsa, bahwa investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ke depan, kita akan berusaha memperbaikinya," tegas Prabowo.

Untuk memenuhi kebutuhan dana riset tersebut, pemerintah akan memanfaatkan pos penghematan anggaran serta menutup celah kebocoran negara dari tindakan ilegal.

"Dana itu kita cari dari mana? Dari penghematan, menghentikan kebocoran, mengikis praktik-praktik koruptif, penipuan, fraud, under-invoicing, serta mismanagement," jelasnya.

 

Sains dan Teknologi Jadi Kunci Pembangunan Bangsa

Prabowo menegaskan kembali bahwa kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kemampuan mastery di bidang sains dan teknologi, yang mana pendidikan berperan sebagai fondasi utamanya.

"Memang Saudara-saudara, kita semua mengerti bahwa pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6