Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca dengan meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi tiga kali sehari. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi banjir di tengah cuaca ekstrem yang melanda Jakarta dan sekitarnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, peningkatan intensitas OMC dilakukan karena tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir serta kesiapan anggaran yang telah disediakan Pemprov DKI.
“Sekarang setiap hari sudah menerbangkan tiga, artinya memang modifikasi cuaca yang dilakukan karena budget-nya sudah tersedia, bahkan budget-nya kita sediakan sampai dengan 30 hari ke depan sehingga tidak ada hambatan atau handicap terhadap hal itu,” kata Pramono dalam konferensi pers penanganan banjir di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Advertisement
Pramono menjelaskan, berdasarkan catatan Pemprov DKI, puncak curah hujan tertinggi di Jakarta terjadi pada 18 Januari, mencapai 267 milimeter (mm) per hari. Menurutnya, angka tersebut tergolong sangat tinggi dan jarang terjadi di Jakarta.
“Puncak tertingginya ada di tanggal 18, yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali. Jakarta rasanya jarang sekali seperti itu,” ujarnya.
Modifikasi Cuaca Diperpanjang
Seiring kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan OMC yang semula direncanakan hingga 23 Januari 2026 menjadi 27 Januari 2026. Hal ini juga sesuai rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan,” ungkap Pramono.
Selain OMC, Pemprov DKI juga membakukan Standar Operasional Prosedur(SOP) penanganan banjir yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga Bina Marga, serta pemerintah kota dan kabupaten administrasi.
Advertisement
125 RT dan 14 Jalan Terendam Banjir
Hujan deras mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir. Hujan ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 125 RT dan 14 ruas jalan masih tergenang hingga Jumat (23/1/2026) pukul 07.00 WIB.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangannya.
Genangan terbanyak terjadi di Jakarta Selatan dengan 55 RT, disusul Jakarta Barat 38 RT, Jakarta Timur 30 RT, dan Jakarta Utara 2 RT.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 cm hingga 150 cm. Hal ini dipicu curah hujan tinggi serta luapan sejumlah sungai, antara lain Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Kali Ciliwung.
Selain permukiman, banjir juga merendam 14 ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Sejumlah ruas terdampak antara lain Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Strategi Raya dan Basoka Raya di Joglo, hingga Jalan Kebon Pala II di Jakarta Timur. Tinggi air juga bervariasi mencapai 10–65 cm.
Selain itu, banjir memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi-lokasi penampungan sementara. BPBD DKI mencatat 387 jiwa mengungsi, tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Pengungsian terbesar berada di Jakarta Pusat dengan 225 jiwa, disusul Jakarta Barat 93 jiwa, serta Jakarta Timur 69 jiwa.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3422244/original/091053300_1617783755-079120000_1577866352-20200101-Ciliwung-Meluap_-Banjir-Rendam-Kawasan-Rawajati-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275071/original/007659000_1672215517-022041600_1517486603-20180201-Cuaca-Ekstrem-IA1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157995/original/011737100_1781012420-881b2d34-1720-4f86-bb9c-162813251fc7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315052/original/041338200_1785825387-81e7716a-5d0a-474c-a05f-b4b702088781.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307332/original/087306600_1784987684-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4611273/original/050233000_1697359523-gempa_di_afghanistan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300977/original/013661400_1784430700-1001093267.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293778/original/003853400_1783749970-v2l_h-1500x844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294150/original/024991100_1783814743-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5301191/original/071929000_1753940745-7.jpg)