Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Mulk ayat 15 adalah salah satu ayat Al-Qur'an yang secara eksplisit memotivasi manusia untuk mencari rezeki halal dengan bekerja dan menjelajahi bumi. Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT telah menundukkan bumi untuk kemudahan manusia, sehingga aktivitas ekonomi produktif menjadi bagian dari perintah agama.
Dalam perspektif ekonomi syariah, ayat ini menjadi landasan normatif bagi kewirausahaan dan produksi. Kajian akademik menunjukkan bahwa agama memiliki hubungan signifikan terhadap keputusan berwirausaha, dan Islam sangat kondusif memerintahkan umatnya untuk berwirausaha.
Terlebih, dalam ayat tersebut Allah menegaskan telah menciptakan bumi untuk mudah dijelajahi atau dikelola.
Advertisement
Penelitian Abdullah Azzam dkk, dalam JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar (2026) menegaskan bahwa produksi bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah yang harus memenuhi ketentuan halal, menjunjung keadilan, dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah ulasan mengenai Surat Al-Mulk ayat 15, tafsir, kandungan dan hikmahnya untuk umat Islam.
Surat Al-Mulk ayat 15 berbunyi
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Huwalladzī ja‘ala lakumul-ardla dzalūlan famsyū fī manākibihā wa kulū mir rizqih, wa ilaihin-nusyūr.
Artinya: "Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS. Al-Mulk [67]: 15)
Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 15
Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-Azhim menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan manusia untuk berjalan ke berbagai kawasan, melakukan perjalanan mengelilingi semua daerah untuk mencari mata pencaharian dan perniagaan.
Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menafsirkan bahwa Allah telah menundukkan bumi sehingga memudahkan manusia untuk beraktivitas, dan manusia diperintahkan menjelajahi seluruh pelosoknya serta memakan rezeki yang dikeluarkan dari bumi.
Tafsir Jalalayn karya Jalal al-Din al-Mahalli dan Jalal al-Din as-Suyuti menjelaskan bahwa bumi dijadikan mudah untuk dipakai berjalan di atas permukaannya, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya yang sengaja diciptakan untuk manusia.
Kementerian Agama RI dalam Al-Qur'an dan Terjemahnya menjelaskan ayat ini menerangkan nikmat Allah yang tiada terhingga, di mana Allah menciptakan bumi dan memudahkannya untuk manusia sehingga mereka dapat mengambil manfaat untuk kepentingan hidup mereka.
Kandungan Surat Al-Mulk Ayat 15
1. Perintah untuk menjelajahi bumi (famsyū fī manākibihā)
Ayat ini mengandung perintah aktif untuk bergerak, bekerja, dan berusaha di seluruh penjuru bumi. Bumi diciptakan dalam keadaan dzalūlan (mudah dimanfaatkan), sehingga manusia didorong untuk tidak pasif dan statis.
2. Anugerah rezeki dari Allah
Frasa wa kulū mir rizqih menegaskan bahwa rezeki yang diperoleh manusia pada hakikatnya berasal dari Allah. Manusia berusaha, tetapi yang memberikan hasil adalah Allah SWT.
3. Kewajiban bekerja dan berproduksi
Ayat ini menjadi dasar normatif bahwa produksi dan kewirausahaan adalah bagian dari ibadah. Dalam perspektif ekonomi Islam, produksi tidak hanya untuk keuntungan materi, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral sebagai khalifah.
4. Keseimbangan dunia dan akhirat
Penutup ayat wa ilaihin-nusyūr mengingatkan bahwa segala aktivitas ekonomi tetap dalam kerangka pertanggungjawaban kepada Allah. Keuntungan finansial diakui sebagai hasil usaha, tetapi bukan tujuan utama.
5. Larangan berlebih-lebihan
Ayat ini secara tersirat melarang sikap boros dan berfoya-foya. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-A'raf: 31, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
6. Etika halal dalam mencari rezeki
Rezeki yang diperoleh harus halal, baik zatnya maupun cara memperolehnya. Islam melarang transaksi riba, spekulatif, menimbun harta, dan persaingan tidak fair.
Hikmah Memahami Surat Al-Mulk Ayat 15
1. Motivasi untuk bekerja dan berwirausaha
Ayat ini mendorong umat Islam untuk aktif bekerja dan berwirausaha. Realitas menunjukkan sebagian besar masyarakat Muslim masih berada dalam kategori miskin, sehingga pilihan menjadi wirausaha menjadi penting.
2. Kesadaran bahwa rezeki berasal dari Allah
Manusia berusaha, tetapi hasil akhirnya adalah ketetapan Allah. Hikmah ini menumbuhkan sikap tawakal setelah berusaha maksimal. Ibnu Katsir menegaskan bahwa berupaya dengan menempuh sarananya tidak bertentangan dengan tawakal kepada Allah.
3. Kewajiban mengelola bumi secara bertanggung jawab
Bumi ditundukkan untuk manusia, tetapi pengelolaannya harus dilakukan secara etis dan berkelanjutan. Produksi tidak boleh merusak keseimbangan alam atau menimbulkan ketimpangan sosial.
4. Keseimbangan antara usaha duniawi dan tanggung jawab akhirat
Pencarian rezeki tidak boleh melupakan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Ayat ini diakhiri dengan wa ilaihin-nusyūr sebagai pengingat akan hari kebangkitan.
5. Sikap syukur dan tawadhu'
Ayat ini mengajarkan manusia untuk bersyukur atas nikmat kemudahan dalam mencari rezeki, sekaligus rendah hati karena semua berasal dari Allah.
Pertanyaan Seputar Surat Al Mulk
1. Apa arti dzalūlan dalam Surat Al-Mulk ayat 15?
Dzalūlan berarti "yang mudah dimanfaatkan" atau "yang ditundukkan." Ibnu Katsir menjelaskan bahwa bumi diciptakan dalam keadaan mudah untuk dijelajahi dan dimanfaatkan oleh manusia.
2. Apakah Surat Al-Mulk ayat 15 menganjurkan berwirausaha?
Ya, ayat ini secara eksplisit memerintahkan manusia untuk berjalan di penjuru bumi dan mencari rezeki, yang mencakup aktivitas wirausaha. Kajian menunjukkan Islam sangat kondusif memerintahkan umatnya untuk berwirausaha.
3. Siapa saja ulama yang menafsirkan Surat Al-Mulk ayat 15?
Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-Azhim, Jalal al-Din al-Mahalli dan Jalal al-Din as-Suyuti dalam Tafsir al-Jalalayn, Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah, serta Al-Ghazali dalam Ihya' 'Ulum al-Din yang memandang produksi sebagai fard kifayah.
4. Apa hubungan Surat Al-Mulk ayat 15 dengan rezeki halal?
Ayat ini memerintahkan manusia mencari rezeki dari apa yang Allah sediakan di bumi. Namun, Islam juga mengajarkan agar aktivitas bisnis dilakukan sesuai syariah: menghindari riba, transaksi spekulatif, menimbun harta, dan persaingan tidak fair.
5. Mengapa Surat Al-Mulk ayat 15 penting dalam ekonomi syariah?
Ayat ini menjadi landasan normatif bahwa produksi dan kewirausahaan adalah bagian dari ibadah. Produksi harus memenuhi ketentuan halal, menjunjung keadilan, menjaga kejujuran, dan memperhatikan keseimbangan lingkungan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357442/original/090884500_1790248073-cek_fakta_pupr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357195/original/038011000_1790236151-HOAX__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372348/original/034637900_1759740027-meteor_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261105/original/086134600_1781680485-BSU_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306536/original/089876600_1784882294-1000591593.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357632/original/057544500_1790265457-1182374.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357623/original/067763200_1790263741-468295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357521/original/091888900_1790253250-1000442837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8987637/original/034103100_1782988884-1000574151.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342673/original/088397300_1788785187-richardlee1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357519/original/094787800_1790253243-IMG-20260924-WA0075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357509/original/090880300_1790251850-1001121476.jpg)