Liputan6.com, Jakarta - Asem-asem ikan bandeng merupakan salah satu hidangan berkuah khas Jawa Timur yang menawarkan perpaduan rasa asam, gurih, segar, dan sedikit pedas. Hidangan ini biasanya disajikan hangat bersama nasi putih sehingga cocok menjadi menu makan siang maupun makan malam. Kuahnya yang ringan dengan aroma rempah membuat asem-asem bandeng memiliki cita rasa yang khas dan menggugah selera.
Salah satu ciri yang membuat hidangan ini berbeda adalah penggunaan bahan pemberi rasa asam, seperti belimbing wuluh atau tomat. Beberapa variasi resep juga menggunakan air asam jawa atau perasan jeruk nipis untuk menghasilkan rasa kecut yang lebih kuat.
Penggunaan ikan bandeng membuat hidangan ini memiliki tekstur daging yang lembut dan rasa gurih alami. Dengan bumbu yang sederhana, ikan bandeng dapat diolah menjadi sajian berkuah yang terasa segar sekaligus kaya aroma. Berikut bahan, cara membuat dan tips memasaknya agar lezat, Liputan6.com, Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Cita Rasa Khas Asem-Asem Ikan Bandeng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314031/original/004298000_1785730830-262ef034-6532-49a1-a0bd-d64957b88a00.jpg)
Daya tarik utama asem-asem ikan bandeng terletak pada keseimbangan rasa dalam satu mangkuk. Rasa asam memberikan sensasi segar, sedangkan ikan bandeng menyumbangkan rasa gurih. Cabai kemudian memberikan rasa pedas yang dapat disesuaikan dengan selera.
Bahan yang umum digunakan untuk memberikan rasa asam adalah belimbing wuluh. Buah ini menghasilkan rasa kecut yang khas dan cocok dipadukan dengan ikan. Tomat juga dapat digunakan sebagai alternatif atau tambahan untuk memberikan rasa asam sekaligus sedikit rasa manis alami.
Untuk memperkuat rasa, beberapa resep menggunakan air asam jawa atau perasan jeruk nipis. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan tingkat keasaman yang diinginkan. Jika menggunakan jeruk nipis, sebaiknya perasan ditambahkan menjelang hidangan selesai dimasak agar aroma segarnya tetap terasa.
Advertisement
Bahan Utama yang Dibutuhkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314032/original/010591400_1785730830-2385561d-d452-4f03-b0c9-0622100b5d14.jpg)
Bahan utama:
- 1 ekor ikan bandeng, sekitar 500–700 gram
- 1 buah jeruk nipis, untuk mengurangi aroma amis
- 750 ml air
- 2 sdm minyak untuk menumis
Bumbu halus:
- 6 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 2 cm jahe
- 2 cm kunyit
- 1 sdt garam
Bumbu dan bahan pelengkap:
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 1 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 8–10 buah belimbing wuluh, belah atau potong sesuai selera
- 2 buah tomat, potong kasar
- 8–10 buah cabai rawit utuh
- 2 buah cabai merah besar, iris kasar
- 2 buah cabai hijau besar, iris kasar
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt kaldu ayam atau kaldu jamur
- 1 genggam daun kemangi, petik daunnya
Bahan marinasi ikan (opsional):
- ½ sdt kunyit bubuk
- ½ sdt ketumbar bubuk
- ½ sdt garam
- 2 sdm air
Cara Membuat Asem-Asem Ikan Bandeng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314033/original/017713800_1785730830-ab400be0-ee50-4979-be76-47785fa75d3a.jpg)
- Langkah pertama adalah membersihkan ikan bandeng. Buang sisik dan isi perutnya, kemudian cuci ikan menggunakan air mengalir hingga bersih. Potong ikan menjadi beberapa bagian sesuai ukuran yang diinginkan.
- Untuk membantu mengurangi aroma amis, ikan dapat dilumuri dengan sedikit garam dan air jeruk nipis. Diamkan beberapa saat, kemudian bilas kembali dan tiriskan. Tahap ini juga membantu mempersiapkan ikan sebelum dimasukkan ke dalam kuah.
- Selanjutnya, haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan garam. Panaskan sedikit minyak di dalam wajan, kemudian tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan lengkuas, serai, daun salam, serta daun jeruk jika digunakan.
- Setelah bumbu aromatik mengeluarkan aroma, pindahkan tumisan ke dalam panci atau gunakan wajan yang cukup besar. Tambahkan air secukupnya, kemudian masukkan belimbing wuluh, cabai, dan tomat. Tambahkan sedikit gula serta kaldu bubuk sesuai selera.
- Masak kuah hingga mendidih dan bumbu mulai menyatu. Setelah itu, masukkan potongan ikan bandeng secara perlahan. Gunakan api kecil hingga sedang agar ikan matang tanpa mudah hancur.
- Masak ikan hingga matang dan bumbu meresap. Hindari terlalu sering mengaduk kuah setelah ikan dimasukkan karena daging bandeng dapat mudah terlepas dari tulangnya. Koreksi rasa sebelum api dimatikan. Jika rasa asam masih kurang, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis.
- Daun kemangi dapat dimasukkan menjelang masakan selesai. Setelah matang, sajikan asem-asem ikan bandeng selagi hangat bersama nasi putih.
Advertisement
Tips Membuat Asem-Asem Bandeng agar Lebih Lezat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314034/original/024305700_1785730830-8381dcfd-8f8b-46ff-bf2d-aa7d87d32d00.jpg)
Kunci pertama adalah memilih ikan bandeng yang segar. Ikan yang masih segar biasanya memiliki aroma yang lebih ringan dan tekstur daging yang baik. Bersihkan ikan dengan benar sebelum dimasak agar hasil akhirnya lebih nikmat.
Jika ingin rasa bumbu lebih meresap, ikan dapat dimarinasi terlebih dahulu menggunakan campuran sederhana seperti garam, kunyit, ketumbar, dan sedikit air. Setelah didiamkan beberapa saat, ikan dapat dibilas atau langsung diolah sesuai metode yang digunakan.
Perhatikan juga penggunaan bahan asam. Belimbing wuluh memiliki rasa kecut yang cukup kuat sehingga jumlahnya dapat disesuaikan dengan selera. Jika ingin rasa asam yang lebih ringan, gunakan dalam jumlah secukupnya dan tambahkan secara bertahap.
Saat ikan sudah masuk ke dalam kuah, hindari mengaduknya terlalu sering. Biarkan ikan matang perlahan agar bentuk potongannya tetap utuh. Penggunaan api kecil juga membantu bumbu meresap tanpa membuat kuah terlalu cepat menyusut.
Bagi penyuka makanan pedas, jumlah cabai rawit bisa ditambah. Sebaliknya, untuk hidangan keluarga dengan tingkat kepedasan lebih ringan, cabai dapat dikurangi atau sebagian bijinya dibuang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Asem-Asem Ikan Bandeng
Apa yang membuat asem-asem ikan bandeng memiliki cita rasa khas?
Asem-asem ikan bandeng memiliki perpaduan rasa asam, gurih, segar, dan pedas. Rasa asam umumnya berasal dari belimbing wuluh atau tomat, kemudian dipadukan dengan rempah dan ikan bandeng.
Apa saja bahan utama untuk membuat asem-asem ikan bandeng?
Bahan utamanya meliputi ikan bandeng, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, cabai, belimbing wuluh atau tomat, serta garam, gula, dan kaldu bubuk.
Bagaimana agar ikan bandeng tidak mudah hancur saat dimasak?
Setelah ikan dimasukkan ke dalam kuah, masak menggunakan api kecil dan hindari terlalu sering mengaduk. Biarkan ikan matang perlahan agar potongannya tetap utuh dan bumbu meresap.
Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi aroma amis ikan bandeng?
Ikan bandeng dapat dilumuri dengan garam dan air jeruk nipis sebelum dimasak. Diamkan beberapa saat, kemudian bilas dan tiriskan. Memilih ikan yang segar juga membantu mengurangi aroma amis.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356940/original/051953100_1790227062-HOAX__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356905/original/038448600_1790225235-19b2dc1c-988f-4add-932f-d56536f8fe51.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356478/original/070693800_1790172871-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_9.11.16_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357105/original/084476200_1790233980-tempe_krispi1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357037/original/056479300_1790231168-HL.jpg)