Liputan6.com, Jakarta - Tempe goreng selalu punya tempat tersendiri di meja makan. Namun, cara membuat tempe goreng kremes garing membutuhkan sedikit trik agar lapisan kremesan tidak hanya renyah ketika baru diangkat, tetapi juga tetap terasa gurih dan garing setelah beberapa waktu.
Irisan tempe yang gurih berpadu dengan kremesan tipis berbentuk keriting membuat lauk sederhana ini terasa lebih istimewa. Tekstur renyahnya juga memberikan sensasi berbeda dibandingkan tempe goreng biasa.
Kunci utamanya berada pada komposisi adonan, jumlah minyak, serta teknik menuangkan adonan kremesan. Tepung beras dan tapioka dapat digunakan untuk membantu menghasilkan kremesan yang ringan, berongga, dan renyah. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Cara Membuat Tempe Goreng Kremes Garing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357106/original/098733700_1790233980-tempe_krispi_3.jpeg)
Resep berikut mengadaptasi teknik dari beberapa resep tempe goreng kremes dan tempe goreng keriting. Penggunaan tepung tapioka dan tepung beras menjadi bagian penting untuk mendapatkan tekstur kremesan yang renyah, sedangkan bumbu dasar kuning memberikan rasa gurih sekaligus warna yang menarik.
Bahan tempe
-
2 papan tempe
-
1,5 sdm bumbu dasar kuning
-
Sedikit garam
-
Air secukupnya untuk melarutkan bumbu
-
500 ml minyak untuk menggoreng
Bahan adonan kremesan
-
250 gram tepung tapioka
-
4 sdm tepung beras
-
2 butir telur
-
1 sdt garam
-
1 sdt kaldu bubuk
-
1 sdt bawang putih bubuk
-
½ sdt kunyit bubuk
-
1 sdt baking soda
-
500 ml air
Langkah membuat
1. Iris tempe dengan tipis dan seragam.Potong tempe menjadi lembaran dengan ketebalan kurang lebih 0,5 sentimeter. Usahakan ketebalan setiap irisan hampir sama supaya seluruh bagian tempe matang secara merata ketika digoreng.
Irisan yang terlalu tebal cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan dapat membuat bagian luar cepat kecokelatan sebelum bagian dalam cukup kering. Setelah diiris, sisihkan tempe.
2. Beri bumbu pada tempe.Larutkan bumbu dasar kuning dengan sedikit air, kemudian tambahkan sedikit garam. Masukkan irisan tempe dan baluri permukaannya dengan larutan bumbu secara merata.
Tidak perlu merendam tempe terlalu lama. Cukup pastikan permukaannya terkena bumbu sebelum digoreng agar rasa gurih tetap terasa sampai bagian dalam.
3. Buat adonan kremesan.Siapkan wadah, kemudian masukkan tepung tapioka, tepung beras, garam, kaldu, bawang putih bubuk, kunyit, dan baking soda. Tambahkan telur serta air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
Aduk sampai semua bahan larut dan tidak ada tepung yang menggumpal. Adonan kremesan memang dibuat cukup cair sehingga dapat menghasilkan serpihan tipis ketika dituangkan ke dalam minyak panas.
Penggunaan tepung tapioka membantu memberikan karakter renyah pada kremesan, sementara tepung beras dapat membantu menghasilkan lapisan yang ringan dan garing.
4. Masukkan adonan ke dalam botol berlubang.Tuangkan adonan kremesan ke dalam botol yang tutupnya sudah dilubangi. Lubang tersebut berfungsi untuk mengeluarkan adonan dalam bentuk aliran tipis.
Jika tidak memiliki botol yang sesuai, adonan juga dapat dituangkan menggunakan saringan berlubang atau alat lain yang memungkinkan adonan keluar dalam aliran kecil. Tujuannya sama, yaitu membuat adonan menyebar menjadi serpihan tipis ketika terkena minyak.
5. Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak.Gunakan wajan yang cukup lebar dan isi dengan minyak yang memadai agar tempe serta kremesan dapat terendam dengan baik. Panaskan minyak sampai benar-benar siap digunakan.
Untuk mendapatkan kremesan yang menyebar, posisikan botol agak tinggi dari permukaan minyak. Tuangkan adonan sedikit demi sedikit dengan gerakan memutar sehingga terbentuk jaring-jaring tipis.
Jangan langsung memasukkan terlalu banyak adonan dalam satu waktu. Kremesan membutuhkan ruang untuk mengembang dan membentuk serpihan. Jika terlalu banyak, adonan dapat menggumpal dan menghasilkan kremesan yang tebal.
6. Biarkan kremesan membentuk lapisan keriting.Setelah adonan masuk ke dalam minyak panas, tunggu sampai serpihan mulai mengeras. Jangan langsung mengaduknya karena kremesan yang masih lunak mudah hancur.
Ketika bagian bawahnya mulai kokoh dan warnanya berubah menjadi kuning keemasan, kremesan dapat dirapikan menggunakan spatula atau disisihkan ke bagian tepi wajan.
7. Masukkan tempe dan goreng sampai matang.Letakkan irisan tempe ke dalam minyak bersama kremesan. Goreng sampai tempe berubah menjadi kuning kecokelatan dan permukaannya terasa kering.
Balik tempe secara perlahan agar lapisan kremesan tetap menempel dan tidak hancur. Pastikan minyak tidak terlalu penuh oleh tempe supaya suhu tetap stabil dan hasil gorengan tidak mudah berminyak.
8. Angkat dan tiriskan dengan baik.Setelah tempe matang dan kremesannya berwarna kuning kecokelatan, angkat menggunakan penjepit atau sutil. Tiriskan sampai minyak berlebih turun.
Sebaiknya jangan langsung menumpuk tempe ketika masih sangat panas. Letakkan pada saringan atau rak peniris agar uap panas tidak terperangkap di antara potongan tempe. Uap yang terperangkap dapat membuat lapisan kremesan lebih cepat kehilangan kerenyahannya.
Tempe goreng kremes kemudian dapat disajikan dengan kremesan yang dihancurkan kasar atau dibiarkan dalam bentuk serpihan keriting di permukaannya.
Advertisement
Tips agar Kremesan Tetap Garing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357107/original/010883000_1790233981-tempe_krispi2.jpeg)
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mendapatkan hasil cara membuat tempe goreng kremes garing yang renyah dan tidak cepat melempem.
Pertama, gunakan minyak dalam jumlah cukup banyak. Minyak yang terlalu sedikit membuat tempe bersentuhan langsung dengan dasar wajan dan menyebabkan tingkat kematangannya kurang merata. Kremesan juga membutuhkan ruang untuk menyebar ketika masuk ke minyak.
Kedua, pastikan minyak sudah panas sebelum adonan kremesan dituangkan. Minyak yang belum cukup panas membuat adonan menyerap minyak dan sulit membentuk serpihan yang ringan. Sebaliknya, minyak yang terlalu panas dapat membuat kremesan cepat gosong sebelum teksturnya benar-benar kering.
Ketiga, jangan membuat adonan terlalu kental. Adonan kremesan yang terlalu pekat cenderung jatuh dalam gumpalan, bukan menjadi serabut tipis. Konsistensi cair membantu adonan menyebar dan membentuk pola keriting.
Keempat, tiriskan tempe sampai minyak berlebih berkurang. Setelah itu, biarkan tempe sedikit mendingin sebelum dimasukkan ke wadah. Hindari menutup tempe ketika masih panas karena embun dari uap panas dapat membuat kremesan menjadi lembek.
Jika ingin rasa yang lebih gurih, sebagian air dalam adonan dapat diganti dengan santan. Namun, adonan tetap perlu dibuat cukup cair agar kremesan dapat menyebar dengan baik.
Mengapa Tempe Goreng Bisa Cepat Lembek?
Tempe goreng yang awalnya garing kemudian menjadi lembek biasanya berkaitan dengan kandungan air, minyak, dan uap yang terperangkap setelah proses menggoreng. Kremesan yang belum benar-benar kering juga lebih mudah kehilangan teksturnya.
Karena itu, proses penggorengan sebaiknya dilakukan sampai lapisan tepung benar-benar kering dan berwarna keemasan. Setelah diangkat, jangan langsung menutup wadah atau memasukkan tempe ke tempat yang rapat.
Tempe juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu banyak ketika masih panas. Beri ruang agar panas dan uap dapat keluar. Setelah suhu turun, barulah tempe dapat disimpan dalam wadah tertutup.
Teknik sederhana tersebut membuat hasil gorengan lebih tahan renyah tanpa membutuhkan bahan tambahan yang berlebihan. Tempe yang gurih, tipis, dan dibalut kremesan keriting pun bisa menjadi lauk sehari-hari yang terasa lebih spesial.
Tanya Jawab Cara Membuat Tempe Goreng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357108/original/024013900_1790233981-tempe_krispi.jpg)
1. Apa rahasia tempe goreng kremes agar garing?
Gunakan kombinasi tepung tapioka dan tepung beras, buat adonan kremesan cukup cair, serta goreng menggunakan minyak yang sudah panas. Kremesan juga perlu digoreng sampai benar-benar kering sebelum diangkat.
2. Mengapa kremesan tidak menjadi keriting?
Salah satu penyebabnya adalah adonan terlalu kental atau minyak belum cukup panas. Tuangkan adonan dari posisi agak tinggi dengan aliran tipis agar adonan menyebar dan membentuk serpihan.
3. Apakah air bisa diganti santan?
Bisa. Santan dapat memberikan rasa yang lebih gurih pada adonan. Namun, konsistensi adonan tetap perlu diperhatikan agar tidak terlalu kental.
4. Apakah tempe harus diiris tipis?
Sebaiknya iya. Irisan tipis dengan ketebalan yang relatif seragam membantu tempe matang lebih merata dan membuat perbandingan antara tempe yang gurih dengan kremesan yang renyah menjadi lebih pas.
5. Bagaimana agar tempe kremes tidak cepat lembek?
Goreng hingga benar-benar kering, tiriskan minyak dengan baik, dan jangan langsung menutup tempe ketika masih panas. Biarkan uap keluar terlebih dahulu sebelum menyimpannya dalam wadah tertutup.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261105/original/086134600_1781680485-BSU_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356940/original/051953100_1790227062-HOAX__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357105/original/084476200_1790233980-tempe_krispi1.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293900/original/007896700_1783759764-ChatGPT_Image_Jul_11__2026__03_45_39_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339738/original/015456800_1788426802-tumis_tempe_tanpa_kecap_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328370/original/016249800_1787191868-4b1a5fed-43c7-42c9-85d8-f5e4f9e6660b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323124/original/008208500_1786602029-cover_tem.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323105/original/038502300_1786601242-365aad51-d631-4792-8bf8-24ece092b5e5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319343/original/055081500_1786243536-tempe_bacem_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319326/original/060924800_1786242124-kroket_tempe_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319083/original/000781800_1786180839-watermarked_img_1053714619828272146.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318457/original/062127900_1786097369-9627d790-795a-4087-9df8-0c19c12fbea4.jpg)