Oracle Red Bull Racing Angkat Pentingnya Fokus bagi Pria Aktif

Oracle Red Bull Racing melalui kampanye Clearly Controlled yang mengangkat fokus dan kenyamanan pria aktif. Mereka berkolaborasi dengan Clear Men Ultra.

Diterbitkan 08 November 2026, 21:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Clear Men Ultra menjalin kerja sama dengan Oracle Red Bull Racing untuk mengajak pria aktif lebih memperhatikan kenyamanan diri saat menjalani berbagai kegiatan. Kerja sama ini diperkenalkan melalui acara Clearly Controlled Experience yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Pemilihan Oracle Red Bull Racing bukan tanpa alasan. Dunia balap memiliki tuntutan yang tidak hanya berkaitan dengan kecepatan, tetapi juga fokus, presisi, dan kemampuan menjaga kendali ketika berada di bawah tekanan.

Nilai tersebut dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari pria aktif. Aktivitas di luar ruangan, cuaca panas, hingga penggunaan helm dalam waktu lama bisa membuat kulit kepala berkeringat dan terasa tidak nyaman.

Beauty & Wellbeing Indonesia Marketing Demand Creation Hair Care Unilever Indonesia, Ari Astuti, atau yang akrab disapa Tutut, mengatakan kesamaan nilai menjadi alasan kedua pihak bekerja sama.

"Kita kolaborasi soalnya kita punya nilai-nilai yang sama. Terutama kalau di Oracle Red Bull Racing ini kan jadi pembalap itu tidak butuh hanya kecepatan, tapi juga membutuhkan fokus yang tinggi, lalu presisi, dan juga kemampuan untuk bisa mengontrol diri sendiri," ujar Tutut.

Alasan CLEAR MEN ULTRA Gandeng Oracle Red Bull Racing

Bagi Tutut, fokus dan kenyamanan menjadi dua hal yang saling berkaitan ketika seseorang menjalani aktivitas. Hal itu juga menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan Clear Men Ultra melalui kerja sama tersebut.

"Jadi semangat Clearly Controlled itu sebenarnya semangat yang dibawa oleh Clear, gimana caranya supaya pria aktif tetap bisa menjaga fokus dan juga nyaman dalam menjalani berbagai aktivitas," kata Tutut.

Ia kemudian menyinggung kondisi cuaca Jakarta yang dapat memengaruhi kenyamanan kulit kepala, terutama ketika seseorang banyak beraktivitas di luar ruangan.

"Karena kalau seandainya aktivitasnya itu sangat-sangat tinggi, udara Jakarta kan kayak gini ya, sejuk banget," ujar Tutut sembari bercanda mengenai cuaca panas saat itu.

Tutut melanjutkan, "Itu bisa memicu banyaknya keringat dan juga minyak, nah itu bisa jadi lebih rentan ketika berkeringat. Jadi supaya tetap terkontrol, makanya ada Clear Men Ultra."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pengalaman menggunakan helm dalam waktu lama juga menjadi bagian dari cerita Brandon Salim dan Vincent Rompies. Keduanya punya pengalaman berbeda. Brandon merasakannya saat mengikuti Clearly Controlled Race di Jakarta, sementara Vincent terbiasa menggunakan helm ketika touring dengan sepeda motor. Dalam Clearly Controlled Race, Brandon harus menyelesaikan sejumlah tantangan dengan berpindah menggunakan berbagai moda transportasi. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah ketika pedal sepeda tandem yang digunakan bersama Ebel mengalami masalah. "Tadi tuh banyak rintangan. Kita harus naik sepeda, terus pedalnya rusak. Aku sama Ebel. Gimana kan supaya enggak panik, supaya tetap jalan," ujar Brandon. Sementara itu, Vincent punya pengalaman menggunakan helm selama berjam-jam saat touring. Ia mengaku pernah berkendara dari Yogyakarta selama hampir tujuh jam, bahkan melakukan perjalanan sekitar delapan jam dari Los Angeles ke Joshua Tree, Amerika Serikat. "Gue kalau touring lama. Touring bisa 6 jam sampai 8 jam. Kemarin di Yogyakarta sempat sekitar hampir 7 jam lah. Waktu beberapa tahun lalu di Amerika itu kita dari LA ke Joshua Tree sekitar 8 jam. Itu pakai helm tuh full," kata Vincent. Durasi perjalanan tersebut membuat kenyamanan kulit kepala menjadi hal yang ia perhatikan. Vincent mengaku rasa gatal saat berkendara bisa mengganggu konsentrasi dan ketenangannya di jalan. "Kalau di kulit kepala gatel itu mau nggak mau riding-nya tuh jadi keganggu. Fokusnya, terus ketenangannya itu terganggu," ujar Vincent.

Halaman
Show All
Naila Adzkhia, ThomasTim Redaksi
Copy Link
Batalkan