Liputan6.com, Jakarta - Botok merupakan salah satu hidangan tradisional Jawa yang dikenal dengan perpaduan kelapa parut, bumbu rempah, dan aneka bahan sederhana. Resep botok tempe teri kemangi bisa menjadi pilihan lauk rumahan yang menggugah selera karena menghadirkan rasa gurih dari tempe dan ikan teri, aroma segar daun kemangi, serta bumbu yang meresap hingga ke dalam bahan. Semua bahan tersebut dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dikukus sampai matang.
Keistimewaan botok terletak pada cara memasaknya yang tidak membutuhkan banyak minyak. Proses pengukusan membantu mempertahankan kelembapan bahan sekaligus membuat aroma bumbu dan daun pisang menyatu. Kelapa parut memberikan tekstur khas, sementara ikan teri menambah cita rasa gurih dan sedikit asin yang membuat lauk ini terasa lebih kaya.
Botok tempe teri kemangi cocok disajikan sebagai menu makan siang maupun makan malam bersama nasi putih hangat, sayur bening, dan sambal. Bahan-bahannya juga relatif mudah ditemukan di pasar tradisional. Jika menyukai rasa yang lebih pedas, jumlah cabai bisa ditambah sesuai selera. Berikut resep dan cara membuatnya agar botok matang merata, tidak terlalu basah, dan tetap harum, dirangkum Liputan6.com, Minggu (11/10/2026).
Advertisement
Resep Botok Tempe Teri Kemangi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370890/original/030160100_1791705901-botok_tempe_teri_kemangi_2.jpeg)
Resep ini menggunakan tempe, ikan teri kering, kelapa parut setengah tua, dan daun kemangi sebagai bahan utama. Petai cina atau lamtoro dapat ditambahkan untuk menghadirkan tekstur renyah dan rasa khas. Agar adonan lebih menyatu, bumbu halus dicampurkan secara merata sebelum bahan dibungkus dengan daun pisang.
Bahan-bahan
Untuk sekitar 6–8 bungkus, siapkan bahan berikut.
-
200 gram tempe
-
50 gram ikan teri kering
-
250–300 gram kelapa parut setengah tua
-
100–150 gram petai cina atau lamtoro, jika suka
-
30 gram daun kemangi atau sekitar 1 ikat kecil
-
6 buah cabai hijau, iris serong
-
6–10 buah cabai rawit merah, iris atau potong kecil
-
100 ml santan kental, opsional
-
6–8 lembar daun salam, potong menjadi beberapa bagian
-
Daun pisang secukupnya untuk membungkus
-
Lidi atau tusuk gigi secukupnya
-
Air secukupnya untuk mengukus
Bumbu halus
-
10–12 butir bawang merah
-
6–8 siung bawang putih
-
3–4 cm lengkuas
-
3 butir kemiri
-
1 sendok makan ketumbar
-
1–2 sendok makan gula merah, sisir halus
-
1 sendok teh garam, sesuaikan dengan tingkat keasinan teri
-
1/2 sendok teh kaldu bubuk, opsional
Cara membuat botok tempe teri kemangi
1. Siapkan tempe dan ikan teri.
Potong tempe menjadi dadu kecil agar mudah tercampur dengan kelapa parut dan bumbu. Jika ingin tekstur yang lebih lembut, tempe dapat dikukus terlebih dahulu selama beberapa menit, kemudian didinginkan. Namun, langkah ini tidak wajib apabila tempe masih segar dan langsung digunakan.
Cuci ikan teri kering dengan air bersih, lalu rendam selama sekitar 10–15 menit jika rasanya terlalu asin. Tiriskan hingga airnya berkurang. Langkah ini membantu mengendalikan rasa asin agar tidak mendominasi keseluruhan hidangan.
2. Haluskan semua bumbu.
Kupas bawang merah dan bawang putih, lalu siapkan lengkuas, kemiri, ketumbar, gula merah, garam, serta cabai jika ingin rasa pedas menyatu dengan bumbu. Haluskan seluruh bahan menggunakan ulekan atau blender.
Bumbu yang dihaluskan sampai cukup lembut akan lebih mudah melapisi tempe, ikan teri, dan kelapa parut. Jika menggunakan blender, tambahkan sedikit air hanya jika diperlukan agar bumbu dapat berputar. Hindari terlalu banyak air supaya adonan botok tidak encer.
3. Campurkan bahan utama.
Masukkan kelapa parut ke dalam wadah besar, kemudian tambahkan tempe, ikan teri yang sudah ditiriskan, petai cina, cabai hijau, cabai rawit, dan bumbu halus. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
Tambahkan santan kental jika menginginkan hasil yang lebih lembap dan gurih. Santan tidak harus digunakan karena kelapa parut sendiri sudah memberikan rasa gurih. Setelah itu, masukkan daun kemangi yang telah dipetik dari tangkainya dan dicuci bersih.
Aduk perlahan agar daun kemangi tidak terlalu hancur. Cicipi sedikit adonan sebelum dibungkus, lalu sesuaikan garam dan gula. Ingat, ikan teri sudah memiliki rasa asin sehingga penambahan garam sebaiknya dilakukan secara bertahap.
4. Siapkan daun pisang untuk membungkus.
Cuci daun pisang, kemudian lap sampai bersih. Panaskan sebentar di atas api kecil atau layukan dengan uap panas agar daun menjadi lentur dan tidak mudah sobek ketika dilipat.
Ambil dua lembar daun pisang dan tumpuk untuk memperkuat bungkus. Letakkan sepotong daun salam di bagian tengah, lalu tambahkan beberapa sendok adonan botok. Lipat daun pisang hingga membentuk bungkusan tum atau bentuk persegi, kemudian sematkan lidi pada bagian penutupnya.
Jangan mengisi bungkus terlalu penuh karena adonan perlu memiliki sedikit ruang selama proses pengukusan. Pastikan lipatan tertutup rapat agar cairan dari adonan tidak mudah keluar.
5. Kukus hingga matang.
Panaskan air dalam dandang atau kukusan sampai mendidih. Susun bungkusan botok di dalam kukusan dengan posisi yang stabil dan tidak terlalu padat agar uap panas dapat bersirkulasi.
Tutup kukusan, kemudian masak menggunakan api sedang selama sekitar 40–60 menit. Waktu memasak bergantung pada ukuran bungkusan dan banyaknya adonan dalam kukusan. Jika menggunakan bungkusan kecil, botok mungkin matang lebih cepat.
Periksa kematangan dengan melihat perubahan aroma dan tekstur daun pisang. Botok yang sudah matang biasanya mengeluarkan aroma harum dari daun pisang, kemangi, dan rempah. Jika masih terlihat terlalu basah atau tempe belum cukup empuk, lanjutkan pengukusan beberapa menit.
6. Sajikan selagi hangat.
Angkat botok dari kukusan dan diamkan sebentar agar uap panasnya berkurang. Buka satu bungkus untuk memeriksa kematangan sebelum menyajikannya.
Botok tempe teri kemangi paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Lengkapi dengan sayur bening bayam, sayur asem, atau lalapan segar. Jika menyukai rasa pedas, sajikan pula sambal terasi atau sambal bawang sebagai pelengkap.
Advertisement
Tips agar Botok Tempe Teri Kemangi Gurih dan Tidak Mudah Hancur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370891/original/039716600_1791705901-botok_tempe_teri_kemangi_3.jpeg)
Meskipun bahan dan cara membuatnya sederhana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil botok terasa seimbang dan matang sempurna.
Pertama, pilih kelapa yang tidak terlalu tua maupun terlalu muda. Kelapa setengah tua biasanya memberikan perpaduan tekstur yang pas, tidak terlalu keras, tetapi juga tidak terlalu lembek. Gunakan kelapa parut segar agar aromanya lebih harum.
Kedua, perhatikan kadar air dalam adonan. Kelapa parut segar, santan, dan bahan lain dapat menghasilkan cairan selama pengukusan. Jika ingin botok dengan tekstur lebih padat, santan bisa dihilangkan dan kelapa parut tidak perlu dicampur dengan air. Apabila adonan tampak sangat basah, periksa kembali jumlah cairan yang digunakan.
Ketiga, jangan mengabaikan daun kemangi. Daun ini memberikan aroma segar yang menjadi salah satu ciri khas botok. Tambahkan kemangi menjelang tahap akhir pencampuran agar daunnya tidak terlalu layu sebelum dimasak.
Keempat, gunakan daun pisang yang cukup lebar dan tidak robek. Dua lapis daun membantu menjaga adonan tetap berada di dalam bungkus. Jika daun sulit dilipat, layukan sebentar agar lebih lentur.
Kelima, sesuaikan tingkat kepedasan dan rasa asin. Ikan teri memiliki kadar garam yang bervariasi, sedangkan cabai rawit dapat memberikan sensasi pedas yang cukup kuat. Mulailah dengan bumbu secukupnya, lalu sesuaikan sebelum adonan dibungkus.
Bila ingin variasi, tambahkan potongan tahu putih seperti pada botok tahu tempe teri kemangi. Tahu akan memberikan tekstur lebih lembut dan menambah variasi bahan. Petai cina juga dapat digunakan untuk menghadirkan sensasi renyah yang berbeda dari tempe.
Botok termasuk hidangan yang dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia di dapur. Meski demikian, ciri khasnya tetap terletak pada perpaduan kelapa parut, bumbu rempah, dan proses pengukusan dalam bungkus daun pisang.
Pertanyaan Seputar Botok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370892/original/049935000_1791705901-botok_tempe_teri_kemangi_4.jpeg)
1. Apa yang dimaksud dengan botok?
Botok adalah hidangan tradisional Jawa yang umumnya dibuat dari kelapa parut berbumbu dan bahan tambahan seperti tempe, tahu, ikan teri, atau petai cina. Adonan biasanya dibungkus dengan daun pisang, kemudian dikukus hingga matang. Secara tradisional, botok juga dikenal sebagai salah satu cara memanfaatkan ampas kelapa setelah santannya diambil.
2. Apakah botok tempe teri kemangi harus menggunakan santan?
Tidak harus. Kelapa parut sudah memberikan rasa gurih dan kelembapan pada adonan. Santan dapat ditambahkan jika ingin menghasilkan rasa yang lebih kaya, tetapi penggunaannya perlu dibatasi agar botok tidak terlalu basah. Untuk resep yang lebih sederhana, cukup gunakan kelapa parut segar dan bumbu halus.
3. Apakah ikan teri perlu direndam sebelum dibuat botok?
Ikan teri sebaiknya dicuci terlebih dahulu. Jika rasanya sangat asin, rendam selama sekitar 10–15 menit, kemudian tiriskan. Namun, apabila teri yang digunakan tidak terlalu asin, waktu perendaman dapat dipersingkat. Penyesuaian ini membantu menjaga rasa botok agar tidak terlalu asin.
4. Berapa lama botok harus dikukus?
Botok umumnya membutuhkan waktu sekitar 40–60 menit dengan api sedang. Durasi dapat berbeda tergantung ukuran bungkus dan banyaknya adonan. Pastikan air kukusan sudah mendidih sebelum botok dimasukkan dan jangan sampai air di dasar kukusan habis selama proses memasak.
5. Bagaimana cara menyimpan botok agar tahan lebih lama?
Biarkan botok yang sudah matang kehilangan uap panasnya sebelum disimpan dalam wadah bersih dan tertutup. Masukkan ke dalam lemari es dan konsumsi dalam sekitar 3–4 hari sebagai panduan penyimpanan yang konservatif. Untuk penyimpanan lebih lama, botok dapat dibekukan. Panaskan kembali sampai seluruh bagian benar-benar panas sebelum disantap. Hindari membiarkan botok terlalu lama pada suhu ruang, terutama dalam cuaca panas.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370889/original/020612900_1791705901-botok_tempe_teri_kemangi_1.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370829/original/065876800_1791698956-fbb85a4f-34b8-470c-8302-d18d06eefaad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370846/original/026583600_1791700531-7f545217-7875-4675-8de2-bdb2b29793e0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321873/original/095631800_1786507755-13257709602679644298.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352165/original/091177000_1789732474-Untitled9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368221/original/015015000_1791422530-2be015a6-53d4-4d33-9e05-1bd21454c3af.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366396/original/006127000_1791265211-Gemini_Generated_Image_trhfaftrhfaftrhf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366221/original/040498700_1791257457-piscok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370222/original/024068200_1791601143-7844655b-69e9-46b5-9992-b3acd94cf4c2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369385/original/003964400_1791521035-fbdfcfad-e665-4051-ae81-7953b4919104.jpg)