Liputan6.com, Jakarta - Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia ke pasar wisata global melalui program Familiarization Trip (Fam Trip). Peserta dari berbagai negara akan diajak melihat langsung lima tujuan wisata di luar Bali.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Made Ayu Marthini, mengatakan mereka akan mengikuti rangkaian WITF 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi di Indonesia.
"Ada 34 buyer yang mengikuti Fam Trip dalam rangkaian WITF 2026," sebutnya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 23 September 2026. Tanjung Kelayang jadi salah satu destinasi yang diperkenalkan melalui program tersebut.
Advertisement
Kawasan wisata di Belitung itu memiliki produk wisata bahari yang dapat dikembangkan untuk pasar mancanegara. Jawa Barat juga masuk dalam rute perjalanan peserta. Kawasan Bromo Tengger Semeru menawarkan pengalaman wisata alam dengan lanskap pegunungan sebagai salah satu daya tariknya.
Peserta kemudian melanjutkan perjalanan ke Manado dan Likupang di Sulawesi Utara. Manado menawarkan wisata bahari dan bawah laut, sementara Likupang merupakan salah satu destinasi pariwisata super prioritas Indonesia.
Program Fam Trip mengajak peserta melihat langsung destinasi sekaligus mengenal produk wisata yang tersedia. Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi pelaku perjalanan untuk menyusun paket wisata sesuai kebutuhan pasar di negara asal.
WITF 2026 berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut mengusung tema "Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism."
Â
Agenda WITF 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356479/original/074521800_1790173001-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_9.11.17_PM.jpeg)
WITF 2026 mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan jaringan usaha dari berbagai negara. Peserta dapat mengikuti business matching untuk membahas kebutuhan pasar, produk perjalanan, dan peluang kerja sama.
Ketua Steering Committee WITF 2026, Budi Tirtawisata, mengatakan pelaku industri perlu menyesuaikan produk pariwisata dengan kebutuhan wisatawan di berbagai pasar.
"Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif," ucap Budi.
Pelaku industri yang hadir dalam WITF 2026 mencakup tour operator, travel agent, hotel, maskapai penerbangan, perusahaan transportasi, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, dan penyedia produk wellness.
Produk wisata bahari seperti yacht, cruise, dan diving juga ditawarkan dalam ajang tersebut. Pelaku usaha dapat memperkenalkan produk, sekaligus mendapatkan informasi mengenai kebutuhan pasar dari pertemuan dengan jaringan pariwisata luar negeri.
Advertisement
Jakarta Sebagai Titik Temu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356480/original/001682400_1790173101-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_9.11.10_PM.jpeg)
Budi menyebut Jakarta sebagai tuan rumah WITF 2026 memiliki peran sebagai titik temu antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan pasar global.
"Jakarta bukan hanya titik kedatangan, Jakarta adalah titik temu. Titik di mana buyer internasional dapat mengenal Indonesia, titik di mana pelaku industri Indonesia dapat bertemu dengan pasar dan titik di mana berbagai destinasi di Indonesia dapat mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pasar internasional," ungkap dia.
Data Kemenpar menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia meningkat tahun ini. "Hingga Juli 2026, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 8,98 juta, tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana.
Â
Dampak yang Lebih Luas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356482/original/038925000_1790173252-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_9.11.11_PM.jpeg)
Kunjungan tersebut menghasilkan devisa sebesar USD 8,43 miliar atau sekitar Rp140,95 triliun pada semester I 2026.
Capaian ini turut membuka peluang bagi pengembangan produk pariwisata Indonesia melalui WITF 2026 yang mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan pariwisata dari berbagai negara untuk memperluas jangkauan produk wisata Indonesia di pasar global.
Made mengatakan, manfaat pengembangan pariwisata perlu dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia, termasuk pelaku usaha lokal, pekerja sektor pariwisata, dan komunitas di berbagai daerah tujuan wisata.
“Yang kita dorong bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tapi bagaimana menghubungkan produk yang kita miliki dengan pasar yang tepat, meningkatkan kualitas produk, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas," tutupnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356940/original/051953100_1790227062-HOAX__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356478/original/070693800_1790172871-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_9.11.16_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356398/original/029236700_1790162720-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3489431/original/064139000_1624338409-monalisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354051/original/002311100_1789993757-02_Star_Voyager_Waterslides.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353471/original/039284400_1789966054-0I5A4701.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4280689/original/008746200_1672761510-NIHI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444572/original/032808800_1765781672-word_media_image3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4397969/original/087824300_1681703477-sutirta-budiman-DxmBSgUYKis-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419299/original/081009900_1763684252-Majid_Nabawi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350997/original/034060100_1789636773-2.jpeg)