Kata Bos Samsung Soal Galaxy S26 FE: Teknologi Canggih Harus Bisa Dirasakan Banyak Orang

President of Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menyatakan indikator utama keberhasilan suatu inovasi saat ini bukan diukur dari kompleksitas teknisnya.

Diterbitkan 24 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia menegaskan komitmennya untuk demokratisasi teknologi canggih melalui peluncuran Galaxy S26 FE.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa inovasi premium tidak lagi terisolasi pada segmen flagship bernilai tinggi, melainkan dapat diakses oleh spektrum konsumen yang lebih luas di Indonesia.

President of Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menyatakan indikator utama keberhasilan suatu inovasi saat ini bukan sekadar diukur dari kompleksitas teknisnya, melainkan seberapa besar dampak dan kemudahan yang dapat dirasakan masyarakat luas.

"Bagi Samsung, nilai sebuah inovasi tidak lagi hanya diukur dari seberapa canggih teknologinya, tetapi dari seberapa luas manfaatnya dapat dirasakan. Melalui Galaxy S26 FE, kami ingin menyambut lebih banyak konsumen untuk merasakan pengalaman Galaxy S series," ujar Harry Lee kepada Tekno Liputan6.com, Kamis (24/9/2026).

Sebagai pembeda utama, Galaxy S26 FE langsung dibekali dengan 47 fitur berteknologi Artificial Intelligence (AI) yang dirancang secara khusus untuk mendukung produktivitas dan gaya hidup pengguna sehari-hari.

Langkah ini juga menyasar generasi muda yang menjadi salah satu pendorong utama adopsi teknologi berbasis AI di Tanah Air.

Salah satu fitur unggulan yang dihadirkan secara eksklusif adalah My Fancam. Fitur ini dirancang untuk mempermudah generasi muda dalam mengekspresikan diri dan membuat konten dinamis tanpa terhambat oleh proses perekaman yang rumit.

Selain itu, fitur pendukung lain seperti Photo Assist kini diperbarui agar proses penyuntingan foto dapat dilakukan hanya melalui prompting atau perintah bahasa intuitif sehari-hari.

Menurut Harry, ketersediaan fitur-fitur mutakhir ini menjadikan Galaxy S26 FE sebagai pintu masuk yang ideal bagi generasi muda untuk masuk ke dalam ekosistem unggulan Galaxy S Series.

"Fitur AI pada smartphone sudah menjadi bagian bagi anak muda dalam berkarya dan mengekspresikan diri. Di Galaxy S26 FE, kami hadirkan My Fancam yang menjadi pintu masuk mereka ke ekosistem Galaxy S," ia menambahkan.

 

Komitmen Jangka Panjang dan Berkelanjutan

Selain berfokus pada fitur AI, Samsung juga menyoroti aspek keberlanjutan investasi teknologi bagi konsumen.

Di tengah tren pergantian perangkat yang cenderung cepat, Samsung menawarkan jaminan pembaruan sistem operasi (OS) hingga tujuh generasi serta pembaruan sistem keamanan selama tujuh tahun.

Dukungan perangkat lunak jangka panjang ini diharapkan dapat mengubah paradigma konsumen dalam menilai sebuah ponsel.

Nilai sebuah smartphone tidak lagi sekadar dilihat dari spesifikasi teknis saat pertama kali dibeli, melainkan dari konsistensi performa dan relevansi fiturnya dalam jangka panjang.

"Komitmen tujuh generasi pembaruan OS dan tujuh tahun pembaruan keamanan adalah cara kami memastikan konsumen selalu menikmati inovasi terbaru yang relevan dan tidak pernah ketinggalan teknologi, sehingga pengalaman terbaik mereka tidak berhenti pada hari pertama," Harry memungkaskan.

Melalui strategi yang inklusif ini, Samsung optimistis Galaxy S26 FE mampu memperkuat posisinya di pasar smartphone sekaligus menjadikan teknologi AI sebagai alat penunjang aktivitas harian yang semakin personal dan relevan bagi masyarakat Indonesia.