Menteri P2MI Minta Masyarakat Waspadai Video Hoaks Bantuan Pemulangan Pekerja Migran

Belakangan ini marak beredar video Mukhtarudin menjanjikan bantuan pemulangan Rp 150 juta bagi pekerja migran.

Diterbitkan 24 September 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan video yang mengatasnamakan dirinya dan menawarkan bantuan pemulangan sebesar Rp 150 juta merupakan hoaks. Ia meminta masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan tersebut.

Belakangan ini marak beredar video Mukhtarudin menjanjikan bantuan pemulangan Rp 150 juta bagi pekerja migran. Bahkan video tersebut mencantumkan logo Kompas TV untuk lebih meyakinkan masyarakat.

Dalam video tersebut masyarakat diminta untuk menghubungi nomor atau akun tertentu jika ingin mendapatkan bantuan. Namun Mukhtarudin menegaskan Kementerian P2MI tidak pernah mengumumkan atau menjanjikan bantuan pemulangan sebesar Rp150 juta seperti yang disampaikan dalam video tersebut.

"Saya tegaskan bahwa informasi mengenai bantuan pemulangan sebesar Rp150 juta yang beredar dalam video tersebut tidak benar. Video itu bukan pernyataan saya," ujar Menteri Mukhtarudin dilansir laman Kp2mi.go.id.

"Teknologi AI sekarang semakin canggih. Wajah, suara, bahkan gerakan bibir seseorang bisa dibuat seolah-olah benar. Karena itu, jangan hanya melihat videonya dan langsung percaya. Pastikan dulu sumber informasinya," katanya menambahkan.

Mukhtarudin menjelaskan informasi mengenai program dan layanan Kementerian P2MI hanya disampaikan melalui kanal resmi sosial media dan website kementerian. Masyarakat diminta memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai, menindaklanjuti, maupun menyebarkannya.

"Kalau menemukan informasi seperti ini, jangan langsung dibagikan. Cek terlebih dahulu melalui kanal resmi media sosial kami yakni @kemenp2mi dan website resmi kami siskop2mi.bp2mi.go.id. Mari kita bersama-sama mencegah masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia, menjadi korban penipuan berbasis teknologi AI."

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.