Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda familiar dengan buku Minna no Nihongo, Taman Nara (Nara Ko-en) kerap disebutkan di berbagai latihan percakapan berbahasa Jepang. Taman yang saya kira fiktif itu faktanya termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dengan rusa-rusa ramah menjadi ikon kota.
Ya, rusa dalam berbagai ukuran dan jenis kelamin, hilir mudik secara bebas, menjadi tuan rumah bagi taman seluas 660 hektare tersebut. Rusa-rusa di taman yang sudah ada sejak 1880 itu terkenal ramah dan terbukti ketika saya bersama rombongan Accor menyambanginya pada awal April 2026.
Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebagai pelancong adalah menghormati 'tuan rumah'. Saat saya membungkuk, rusa itu secara spontan ikut membungkuk. Mengutip laman narapark.org, Selasa (7/7/2026), diperkirakan lebih dari 1.400 rusa hidup di taman tersebut.
Advertisement
Selayaknya manusia, sebagian rusa terlihat malu-malu berhadapan dengan pengunjung asing. Mereka bersembunyi di balik patung-patung batu atau pepohonan tinggi yang rimbun. Sebagian lagi terlihat luwes menghadapi manusia yang baru dikenalnya, terutama jika orang yang didekati membawa makanan di tangannya.
Pemandu kami mengingatkan untuk tidak sembarangan memberi makan rusa. Ada satu jenis makanan yang biasa diberikan kepada mamalia itu, dikenal sebagai shika senbei, itu adalah kue beras tanpa rasa.
Ada beberapa 'warung' kecil yang menjual makanan tersebut seharga 200 yen (sekitar Rp 22 ribu) untuk 10 keping. Kue beras itu juga bisa jadi kunci Anda untuk berfoto selfie dengan pose rusa membungkuk.Â
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9289708/original/079725100_1783413074-shika_senbei.jpg)
Berikan Sekeping-sekeping
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9289709/original/098288100_1783413074-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_12.12.21.jpeg)
Jika shika senbei sudah di tangan, rusa yang menjauh bisa mendekat tanpa peringatan. Saking familiarnya, mereka bahkan tidak ragu menyundul atau menggigit ujung baju. Maka, cara terbaik untuk menghindari insiden tak terduga adalah segera menyembunyikan shika senbei ke dalam tas atau saku jaket.Â
Berikan sekeping-sekeping agar makin banyak rusa yang bisa mencicipinya. Atraksi memberi makan rusa ini bisa dilakukan hampir di seluruh area Taman Nara, kecuali halaman sekitar Kuil Todaiji. Meski kelompok rusa juga banyak di halaman itu, pengunjung diperingatkan untuk tidak memberi mereka makan.
Rusa-rusa di Taman Nara pada dasarnya adalah hewan liar. Maka, berhati-hatilah saat berinteraksi dengan mereka. Waktu yang direkomendasikan untuk berinteraksi dengan rusa adalah pada siang hari karena mereka cenderung beristirahat di hutan pada malam hari.
Taman Nara yang menjadi rumah rusa-rusa itu dibuka 24 jam tujuh hari seminggu. Pelancong bisa masuk tanpa membayar tiket alias gratis. Hanya di beberapa kuil, aturan bayar tiket berlaku, seperti di Kuil Todaiji dan Kuil Kasuga Taisha yang terkenal dengan lampion dan warna fasad oranye cerah.
Â
Advertisement
Patung Buddha Terbesar di Dunia
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9289710/original/013163800_1783413075-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_14.58.42.jpeg)
Kuil Todaiji tampak megah dengan atap melengkung, mengingatkan saya pada kabuto atau penutup kepala samurai. Sayang, waktu yang terbatas membuat rombongan kami hanya bisa menikmatinya dari kejauhan.
Menurut laman narapark.org, kuil itu merupakan tempat patung perunggu Buddha terbesar di dunia berada. Beratnya sekitar 300 ton yang ditempatkan di dalam aula yang pernah menjadi bangunan kayu terbesar di dunia.
Di sebelah kiri Buddha Raksasa berdiri pagoda setinggi 50 meter. Bangunan itu merupakan pagoda berlantai lima tertinggi kedua di Jepang. Di dalamnya terdapat museum yang layak dikunjungi para pecinta patung Buddha.Â
Selanjutnya, dengan berjalan singkat, pengunjung bisa melihat patung Buddha Penyembuhan di Shinyakushiji. Meskipun ukurannya jauh lebih kecil daripada Buddha Raksasa, patung Buddha ini juga tetap menakjubkan, karena diukir dengan susah payah dari sepotong kayu, dan dikelilingi patung lainnya yang sangat mengesankan dan asli.
Nara, bagaimanapun, masih terus berbenah agar bisa menjadi tempat singgah para pelancong, tak hanya datang dan pulang dalam sehari saja. Pasalnya, kota itu selama ini dikenal sebagai tempat tujuan study tour oleh warga lokal.
Â
Jantung Kebudayaan Jepang
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9289711/original/026148400_1783413075-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_14.58.41.jpeg)
Padahal, General Manager Novotel Nara, Makoto Kaida menyebut Nara sejatinya adalah jantung kebudayaan Jepang. Dari kota tersebut, para pendatang dari China menetap di Jepang, bukan Kyoto atau Edo seperti yang disangka saya semula.
"Nara adalah tempat asal mula budaya, seperti beberapa makanan, seperti teh hijauh. Sangat terkenal di Kyoto, tapi asalnya dari Nara. Ochamori (ritual minum teh hijau)," ujarnya.
Karena itu, pihaknya ingin mengampanyekan agar turis memperpanjang masa tinggalnya di Nara. Dari yang hanya pulang pergi, disarankan agar bisa setidaknya 2--3 hari menginap di Nara. "Jumlah pelancong yang datang cukup tinggi, tapi jumlah yang tinggal paling rendah di Jepang," ujarnya. Â
Ia optimistis hal itu bisa terwujud, terutama jika jaringan kereta cepat Shinkansen rute Tokyo - Osaka diperbarui. Diperkirakan dalam 15--20 tahun lagi, rute kereta itu bisa dicapai dalam satu jam, sementara saat ini durasinya sekitar 2 jam 30 menit.
Sementara untuk mencapai Taman Nara, pelancong bisa naik kereta cepat ekspres terbatas dengan waktu tempuh 35 menit dari Stasiun Namba Osaka ke Stasiun Kintetsu Nara. Perjalanan ini memakan biaya sebesar 520 yen lebih mahal dibandingkan tiket kereta api ekspres reguler dengan waktu tempuh 5 menit lebih lama.
Kintetsu Nara juga bisa dicapai dari Stasiun Kyoto dalam waktu sekitar 30 menit. Dari Kintetsu Nara, jalan kaki 5 menit untuk tiba di taman itu.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9289707/original/074233900_1783413074-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_12.12.21__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289279/original/026350400_1783397376-063_2282982710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289611/original/039931600_1783410397-Belgium_s_Hans_Vanaken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179005/original/074878600_1743473211-000_38H22CP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165778/original/050945400_1742197324-Mazda_MX-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541400/original/075682500_1774861454-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3936803/original/025620400_1645068709-000_9TM6Z8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258288/original/028345200_1750351565-IMG_5302.jpeg)