Liputan6.com, Jakarta - Mata uang yen Jepang melemah terhadap dolar Amerika Serikat ke level terendah sejak 1986. Pelemahan ini mendorong para investor mewaspadai adanya intervensi dari otoritas Jepang.
Data LSEG melaporkan, mata uang Yen turun ke level 162,27 per dolar AS pada awal perdagangan, menandai posisi terendahnya dalam empat dekade.
Merespons kondisi tersebut, Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengatakan pemerintah siap mengambil langkah yang tepat untuk menghadapi pergerakan nilai tukar yang berlebihan.
Advertisement
"Hal itu mencakup tindakan tegas, sebagaimana telah dikonfirmasi antara Jepang dan Amerika Serikat," kata Katayama melansir laman CNBC, Selasa (30/6/2026).
Sementara itu, Chief Investment Officer Nomura untuk kawasan Asia Utara, Julia Wang, mengatakan Pemerintah Jepang berpeluang melakukan intervensi di pasar valuta asing setelah yen merosot ke level terendah baru dalam beberapa dekade. Namun, dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan hanya akan berlangsung singkat.
"Intervensi seharusnya tidak bergantung pada level tertentu. Yang menjadi pertimbangan adalah karakter pergerakan mata uang, khususnya Dolar AS terhadap yen. Saat ini dolar-yen telah mencapai level tertinggi dalam siklus ini. Ini merupakan level tertinggi yang baru. Kemungkinan besar ini adalah level yang sensitif dan dapat kembali memicu kekhawatiran domestik mengenai pelemahan nilai tukar yen," kata Wang.
Ke depan, Wang meramal, nilai tukar Yen secara umum masih melemah karena perbedaan suku bunga dan imbal hasil riil yang lebar antara Jepang dan Amerika Serikat terus mendukung praktik carry trade.
Ini merupakan praktik yang dipakai sebagai strategi ketika investor meminjam dana dalam yen dengan biaya murah lalu menginvestasikannya pada aset berimbal hasil lebih tinggi di negara lain, sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar yen.
China Blokir Ekspor Barang dari 20 Perusahaan Jepang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)
China menambahkan 20 entitas Jepang ke dalam daftar hitam pada Senin, 29 Juni 2026. Tambahan itu termasuk perusahaan-perusahaan besar. Kementerian Perdagangan menyebutkan, langkah itu dilakukan untuk memblokir ekspor barang-barang dwiguna, yakni barang, teknologi dan perangkat lunak yang memiliki fungsi komersial dan militer atau strategis. Hal ini yang meningkatkan perselisihan selama berbulan-bulan antara Beijing dan Tokyo.
"Untuk tujuan menjaga keamanan dan kepentingan nasional serta memenuhi kewajiban internasional, termasuk non-proliferasi, telah diputuskan untuk memasukkan 20 entitas Jepang, yang telah berpartisipasi dalam meningkatkan kemampuan militer Jepang ke dalam daftar kontrol ekspor,” demikian disebutkan dalam pernyataan itu.
Mengutip Channel News Asia, Senin, (29/6/2026), hubungan antara China dan Jepang terguncang pada November ketika Perdana Menteri Jepang Sanaei Takaichi mengatakan, Tokyo mungkin akan bereaksi secara militer terhadap serangan terhadap Taiwan.
Otoritas China meningkatkan tekanan pada Februari. China memberlakukan pembatasan ekspor pada puluhan perusahaan Jepang yang dikatakan terlibat dalam membangun militer Tokyo.
20 tambahan ke daftar hitam ekspor yang diumumkan pada Senin termasuk berbagai anak perusahaan khusus dan perusahaan teknologi yang terlibat dalam memasok komponen dan dukungan teknik untuk sektor pertahanan Jepang.
Di antara lembaga-lembaga tersebut adalah Institut Nasional untuk Studi Pertahanan dan Perusahaan Teknologi Pertahanan dan Antariksa Mitsubishi Electric, demikian disebutkan dalam pernyataan.
China adalah produsen dan pengolah logam tanah jarang terbesar di dunia, yang sangat penting untuk berbagai produk teknologi tinggi termasuk kendaraan listrik, ponsel pintar, sistem panduan rudal, dan laser.
"Jepang telah semakin menyimpang ke jalan yang salah, mengintensifkan dorongannya untuk 'bentuk militerisme baru," kata seorang juru bicara kementerian perdagangan yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataan terpisah mengenai langkah-langkah terbaru tersebut.
"Langkah China sepenuhnya dibenarkan, masuk akal, dan sah," ujar dia.
Ia menambahkan, keputusan tersebut tidak memengaruhi ekonomi dan perdagangan normal antara China dan Jepang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4127761/original/036827200_1660802907-031614600_1660792308-Screenshot_2022-08-18_094433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/106/original/069253300_1566946908-Nurmayanti_Jeddah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282587/original/088452000_1672910855-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6605902/original/084327600_1779440980-IMG_3878.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5702049/original/073183000_1778582830-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)