Liputan6.com, Jakarta - Won, mata uang Korea Selatan melemah terhadap sejumlah mata uang utama selama setahun terakhir juga berdampak terhadap sektor pariwisata. Hal ini seiring aksi belanja yang dilakukan turis asing termasuk turis asal China.
Mengutip Korea Times, ditulis Senin, (6/7/2026), The Korea Culture and Tourism Institute (KCTI), sebuah lembaga penelitian yang didanai pemerintah mengatakan, prospek pariwisata pada Juni dengan won yang melemah telah meningkatkan daya saing Korea Selatan. Hal ini juga mempengaruhi daya beli turis asing.
KCTI juga menyebutkan, efek mata uang, bersama dengan peningkatan kapasitas, dan popularitas global Korea, meningkatkan kapasitas penerbangan dan popularitas global konten budaya Korea Selatan yang berlenjuta. Selain itu, won melemah juga membantu pariwisata.
Advertisement
Data pemerintah menunjukkan momentum semakin terlihat dalam pengeluaran wisatawan. Berdasarkan data the Korea Tourism Organization (KTO) menyambut sekitar 1,95 juta turis asing pada Mei 2026. 563 ribu berasal dari China, naik dari 484.390 pada tahun sebelumnya.
Pengeluaran kartu kredit turis asing melampaui 2 triliun won Korea Selatan atau US$ 1,45 miliar. Jumlah itu setara Rp 26,08 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990) untuk pertama kali pada Mei, naik 6,71% dibandingkan tahun sebelumnya rekor 2,12 triliun won.
Turis China menjadi pendorong terbesar peningkatan ini. Pengeluaran kartu turis China melonjak 214% dibandingkan tahun sebelumnya pada Mei, memperpanjang tren kenaikan yang berlanjut sepanjang tahun. KTO menuturkan, turis China mendominasi belanja barang mewah, meningkatkan penjualan jam tangan, perhiasan, dan aksesori mewah.
Lembaga tersebut mengatakan, konsumsi wisatawan asing semakin bergeser dari belanja bebas bea menuju apa yang digambarkan sebagai "konsumsi gaya hidup", pengalaman yang mencerminkan kehidupan sehari-hari di Korea Selatan, mulai dari perawatan kecantikan dan apotek hingga mode dan ritel lokal.
Â
Â
Turis Asing Serbu Produk Kecantikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5954287/original/089628000_1778850770-IMG-20260515-WA0066.jpg)
Perempuan berprofesi sebagai profesional media di Shanghai ini melakukan perjalanan ke Seoul bersama saudara perempuannya pada akhir Mei. Meskipun awalnya perjalanan direncanakan sebagai liburan keluarga ke Jepang, belanja dan perawatan kecantikan segera menjadi pusat rencana perjalanan mereka setelah mereka mengubah rencana ke Korea Selatan.
"Nilai tukar adalah salah satu faktornya," kata Gu.
“Begitu Anda menyadari won itu murah, Anda secara alami mulai mencari produk dan membandingkan harga. Kemudian Anda menyadari nilai uangnya sangat tinggi dan Anda secara alami ingin membeli lebih banyak."
Selama lima hari tinggal, Gu menghabiskan satu hari untuk berbelanja, dan satu hari lagi untuk perawatan kosmetik di Gangnam dan potong rambut. Secara keseluruhan, ia menghabiskan lebih dari 10.000 yuan untuk penerbangan, hotel, makanan, belanja, dan perawatan kecantikan.
Â
Advertisement
Aktivitas di Korea Selatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4460413/original/013308500_1686337294-patrick-P4MqFwdSlt4-unsplash.jpg)
Di Olive Young di Myeong-dong, Gu mengatakan, pelanggan masih mengantre untuk membayar sebelum tutup, banyak yang membawa tas besar berisi produk perawatan kulit dan kosmetik.
"Anda benar-benar bisa merasakan karnaval konsumsi ini," ujar dia.
"Di Korea, potong rambut, mengunjungi klinik kecantikan, dan berbelanja kosmetik terasa seperti aktivitas yang wajar dalam perjalanan."
Para peritel juga memperhatikan tren ini. CJ Olive Young mengatakan kunjungan berulang dari pembeli luar negeri meningkat setiap tahunnya, lebih dari dua kali lipat setiap tahun sejak 2023. Menurut peritel kecantikan tersebut, 6.200 warga asing yang melakukan perjalanan ke Korea Selatan berbelanja di Olive Young tiga kali atau lebih selama acara diskonnya tahun lalu saja.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883427/original/030276200_1720108740-2477880_image2_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4127761/original/036827200_1660802907-031614600_1660792308-Screenshot_2022-08-18_094433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3995600/original/044413400_1649928510-yacha.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782564/original/078010800_1782891228-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_14.17.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2926417/original/019759800_1569896232-New_Project__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8648213/original/089479800_1782659469-LJS_x_Ocean_Star_200_Event_Photo_Franz_Linder.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369206/original/047420200_1759458941-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)