3,88 Juta Lowongan Siap Buka, Lulusan Vokasi dan S1 Jadi Incaran

Kemnaker beberkan peluang 3,88 juta lapangan kerja formal dari hilirisasi hingga green jobs, lulusan vokasi & S1 jadi sasaran.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sektor hilirisasi industri serta pekerjaan berbasis lingkungan dan iklim (green jobs) dinilai menyimpan potensi sangat besar dalam menciptakan lapangan kerja formal bernilai ekonomi tinggi di Indonesia.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, menyampaikan hal tersebut mengacu pada hasil analisis ketenagakerjaan terkini.

"Sesuai dengan kajian Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) yang tertuang dalam Outlook Ketenagakerjaan 2026, sektor yang menjadi prioritas sektor hilirisasi industri seperti mineral, perkebunan, perikanan,” kata Anwar dkutip dari Antara, Kamis (13/8/2026).

"Selanjutnya, sektor lainnya adalah ekonomi digital, ekonomi hijau, serta jasa modern," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Anwar menggarisbawahi bahwa sektor pertanian berbasis industri (agroindustri) dan pariwisata berkelanjutan turut menjadi pendorong utama penciptaan lapangan kerja di daerah.

"Oleh karena itu, Kemnaker juga menekankan pentingnya agroindustri dan pariwisata berkelanjutan sebagai sektor dengan daya serap tenaga kerja yang tinggi di daerah," kata Anwar.

Fokus Sektor Prioritas dan Proyeksi Green Jobs

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas basis penciptaan lapangan kerja formal melalui berbagai sektor unggulan. Langkah ini sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan dan Rencana Tenaga Kerja Nasional (RTKN). 

Faried merinci bahwa pengembangan kerja formal bernilai tinggi difokuskan pada pengolahan mineral (seperti nikel, tembaga, bauksit, dan batu bara), perkebunan, minyak dan gas, hingga perikanan.

Di samping hilirisasi, sektor ekonomi hijau dan sirkular juga diproyeksikan mampu membuka hingga 3,88 juta kesempatan kerja pada tahun 2026. Peluang ini hadir melalui bidang-bidang baru seperti teknisi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), industri daur ulang, hingga pertanian presisi.

Sektor pendukung lain seperti ekonomi digital, teknologi informasi, manufaktur, perdagangan, jasa kesehatan, dan pariwisata turut diproyeksikan menjadi pilar penting.

"Sektor-sektor ini teridentifikasi dalam proyeksi kebutuhan tenaga kerja 2025–2029 sebagai penyumbang terbesar penyerapan lulusan pendidikan tinggi dan vokasi," ujar Faried.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6