Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah diprediksi melemah hingga kisaran Rp 18.150-Rp 18.200 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan depan. Pengamat Ekonomi dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan, penguatan indeks dolar AS dan tekanan geopolitik global menjadi faktor utama yang membebani rupiah.
Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS bergerak pada kisaran 100,10-102,20 pada pekan depan. Dia menilai penguatan indeks dolar AS menuju level 102,20 dapat meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
“Untuk rupiah sendiri, rupiah kemungkinan akan melemah. Melemahnya kemungkinan besar di Rp18.150 sampai Rp18.200-an,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).
Advertisement
Ibrahim juga memperkirakan rupiah masih memiliki ruang menguat hingga sekitar Rp17.800 per dolar Amerika Serikat apabila tekanan terhadap mata uang domestik mereda. Pergerakan tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar global dan arah dolar AS.
Tekanan eksternal juga meningkat karena harga minyak mentah berpotensi tetap tinggi. Ibrahim memperkirakan harga WTI bergerak di kisaran US$ 87,60-US$ 100,10 per barel, sehingga kebutuhan dolar AS untuk pembayaran energi dapat memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal. BI mencatat rupiah berada di Rp 17.855 per dolar Amerika Serikat pada 22 September 2026 dan melemah 0,78% dibandingkan posisi akhir Agustus.
Dewan Ekonomi Nasional mencatat rupiah melemah sekitar 0,9% secara month-to-date menjadi Rp 17.872 per dolar Amerika Serikat pada 22 September 2026. Tekanan tersebut berjalan bersamaan dengan arus keluar modal nonresiden dari instrumen tertentu di pasar keuangan domestik.
Indeks Dolar AS Menguat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
Pergerakan rupiah kemudian mendekati Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan 24 September 2026. Rupiah ditutup di Rp17.916 per dolar Amerika Serikat atau melemah 0,55% pada hari tersebut.
Ibrahim menilai perkembangan konflik geopolitik juga akan menentukan arah rupiah. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi dan meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global.
"Indeks dolar ini masih akan terus menguat menuju level 102,20,” kata Ibrahim.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak volatil pada pekan depan dengan kisaran utama Rp17.800-Rp 18.200 per dolar Amerika Serikat. Tekanan terbesar berasal dari penguatan dolar AS, harga energi, dan ketidakpastian geopolitik global.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008991/original/022280300_1577703437-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)