Banjir Bangkok Lumpuhkan Aktivitas Ekonomi, Warga Tutup Toko Dua Hari Ini

Banjir di Bangkok, Thailand juga menambah kemacetan.

Diterbitkan 27 September 2026, 19:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banjir besar melanda Bangkok, Thailand, setelah hujan lebih dari 300 mm mengguyur ibu kota sejak Kamis dan merendam sejumlah ruas jalan serta kawasan permukiman.

Otoritas Metropolitan Bangkok (BMA) menetapkan seluruh 50 distrik sebagai wilayah darurat bencana banjir. Pemerintah kota juga meminta warga tetap berada di rumah dan memindahkan barang-barang ke lantai atas, terutama warga yang tinggal di sekitar jaringan kanal.

Banjir mengganggu aktivitas ekonomi karena sejumlah usaha terpaksa menghentikan operasional ketika air masuk ke kawasan permukiman dan pertokoan.

Dilansir dari BBC, Somkid Pheuk-ngam (67), mengatakan dirinya menutup toko selama dua hari karena ketinggian air telah mencapai sekitar pinggang.

“Air terus masuk. Sekarang sulit untuk keluar. Saya tidak bisa pergi ke mana-mana dan sudah menutup toko selama dua hari,” kata Somkid kepada AFP, dilansir BBC, Minggu (27/9/2026).

Banjir juga memperparah kemacetan lalu lintas Bangkok yang selama ini dikenal padat. Sistem drainase kota kewalahan menampung limpasan air karena hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan kawasan timur kota menjadi wilayah yang paling terdampak banjir. Pemerintah kota terus memompa air, tetapi kapasitas kanal yang penuh memperlambat proses pengeringan wilayah terdampak.

“Hujan terus turun dan kami melakukan yang terbaik. Kami berusaha memompa air, tetapi kanal-kanal sudah penuh. Wilayah yang berisiko adalah kawasan yang berada di dekat kanal karena seluruh kanal sekarang sudah penuh,” ujar Chadchart, Sabtu (26/9/2026).

 

Risiko Banjir Belum Berakhir

BMA menyatakan hujan telah mereda pada Minggu, tetapi permukaan air kanal masih tinggi sehingga risiko banjir belum berakhir. Pemerintah memperingatkan warga agar tetap waspada terhadap kenaikan air.

Badan Meteorologi Thailand masih memperkirakan hujan lebat terjadi sepanjang pekan. Namun, pusat tekanan rendah yang memicu hujan deras dalam beberapa hari terakhir diperkirakan bergerak menuju wilayah Thailand bagian tengah.

Banjir terbaru belum menimbulkan laporan korban jiwa di Bangkok. Kondisi tersebut berbeda dengan banjir besar Thailand pada 2011 yang berlangsung sekitar tiga bulan dan menewaskan ratusan orang di berbagai wilayah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6